RiderTua.com – Saat latihan start di Mugello, Toprak Razgatlioglu terjatuh dengan sangat keras karena ban depannya terkunci. Awalnya banyak yang menduga, insiden itu akibat dari percobaan stoppie yang gagal dilakukannya. Namun rookie dari tim Pramac Yamaha itu menepis dugaan itu.
“Tidak, itu murni kesalahan saya. Saat mengerem untuk latihan start, roda depan terkunci. Saya mencoba mengangkat roda depan, tetapi ketika mengerem lagi untuk kedua kalinya saya justru kehilangan kendali di lintasan lurus. Saya minta maaf kepada tim, karena motornya benar-benar hancur. Itu crash yang bodoh, saya sangat marah,” ungkap Toprak..
Toprak Razgatlioglu: Ban Pirelli Lebih Aman dan Menawarkan Grip yang Jauh Lebih Baik, Michelin Senggol Donk!

Insiden tersebut menggerus kepercayaan diri Toprak Razgatlioglu. “Setelah crash seperti itu, sulit untuk mempertahankan kepercayaan diri. Feel saya pada ban depan buruk, terutama di trek ini dengan tikungan-tikungannya yang panjang. Jika roda depan terkunci di lintasan lurus, bagaimana saya bisa percaya diri saat masuk tikungan?” jelas rider berjuluk El Turco itu kesal.
Dalam sprint race 11 lap Sabtu sore, Toprak hanya finis di posisi ke-17 tertinggal 25 detik di belakang pemenang Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) dan terpaut 8 detik di belakang pembalap Yamaha tercepat Alex Rins yang finis ke-12. Rider asal Turki itu hanya lebih baik dari tes rider Ducati Michele Pirro yang menggantikan Alex Marquez yang cedera dan mantan pembalap tim LCR Cal Crutchlow yang menggantikan Johann Zarco.
Menariknya, masalah utamanya bukan terletak pada top speed. Toprak membukukan kecepatan 358,8 km/jam di lintasan lurus, hanya 1,2 km/jam lebih lambat dibandingkan Fabio Di Giannantonio (VR46) yang menunggangi Ducati. Bahkan beberapa pembalap Ducati mencatatkan kecepatan yang lebih lambat.

Masalah sebenarnya ada pada keseluruhan paket M1 V4. “Saya kehilangan banyak waktu di tikungan 5, 8, dan 9. Tetapi di 3 titik ini saja, saya kalah hampir 1 detik per lap,” ujar Toprak.
Toprak juga menyinggung Alex Rins yang mendapat bantuan slipstream selama latihan, sementara dia masih mencari solusi melalui set-up motor. Meski begitu, dia tetap melihat ada sisi positifnya. “Saya merasa jauh lebih baik di tikungan 2 hingga 6. Jika pada hari Minggu kami bisa menyempurnakan bagian itu, mungkin kami bisa membuat kemajuan besar dan mampu mengimbangi pembalap Yamaha lainnya,” ungkap rider berusia 29 tahun itu.
Toprak melanjutkan, “Hari ini saya gas pol hingga limit, tapi tetap saja sulit. Di tikungan, kami nyaris tidak menggunakan rem hanya memainkan gas dan saya terus merasakan bagian depan motor hampir kehilangan grip. Itu membuat motor jadi sulit dikendalikan. Setelah beberapa lap, saya mulai mengatur cara pengereman. Saya juga mulai memahami sudut kemiringan yang tepat untuk ban depan. Saya memang membuat kemajuan tapi belum cukup untuk bisa secepat Alex Rins.”

Tahun depan, MotoGP akan memasuki era baru dengan motor 850cc dan ban Pirelli. “Ban Pirelli lebih aman dan menawarkan grip yang jauh lebih baik. Tetapi gaya balap di MotoGP tetap sama. Kita harus membawa kecepatan yang lebih tinggi saat melewati tikungan,” pungkas Toprak.
BTW, menghadapi balapan kandang tim Pramac di Mugello, mereka mengenakan livery spesial yang didominasi warna putih. Saat ini Toprak masih berada di peringkat 22 dengan mengumpulkan 4 poin sementara rekan setimnya Jack Miller di peringkat 23 dengan 2 poin dalam klasemen.

Nasib Apes Toprak Razgatlioglu di MotoGP Mugello: Benarkah Ban Michelin Jadi Biang Keroknya?






