RiderTua.com – Paolo Simoncelli ikut menyoroti dua insiden besar yang terjadi selama race utama hari Minggu di MotoGP Catalunya. Pada start pertama, Alex Marquez menabrak bagian belakang motor Pedro Acosta yang mengalami kerusakan dan tiba-tiba melambat di racing line di lap ke-12. Acosta sendiri tidak sampai terjatuh, tapi Alex yang oleng lalu jatuh dan Red flag pun dikibarkan.
Pada start kedua, gantian Johann Zarco yang terlibat insiden di lap pembuka. Rider LCR Honda itu membawa Pecco Bagnaia dan Luca Marini terjatuh bersamanya, bahkan kecantol di motor Pecco. Hal inilah yang menyebabkan Zarco menderita cedera lutut. Red flag kedua pun dikibarkan. Pada start ketiga, meski diwarnai kejadian yang melibatkan Jorge Martin dan Raul Fernandez serta Acosta yang terdampak di lap terakhir namun balapan berjalan hingga garis finis.
Mengapa Insiden Hebat di Catalunya Membuat Paolo Simoncelli Teringat Brno 2007?

Paolo Simoncelli mengatakan, “Kami meninggalkan Barcelona dengan perasaan yang sangat jelas bahwa kami baru saja lolos dari tragedi. Risikonya sangat besar, tapi berakhir dengan baik. Salah satu rangkaian insiden yang terus diputar ulang dan sulit dipercaya bahwa itu nyata. Kemudian restart kedua bahkan lebih buruk, dengan Zarco terlibat dalam aksi absurd. Pada akhirnya semuanya tidak separah dari yang diperkirakan, dan itu sudah menjelaskan semuanya.”
Bagi Simoncelli, insiden-insiden seperti itu mencerminkan masalah yang lebih dalam di dunia balap motor modern. Antara tontonan dan bahaya nyata, batasnya sangat tipis. “Ada kalanya balap motor mengingatkan kita, betapa tipisnya garis pemisah antara tontonan dan drama,” imbuh ayah pembalap Marco Simoncelli itu.

Kejadian di Barcelona mengingatkan Paolo Simoncelli akan kenangan insiden hebat yang terjadi pada 2007 silam. “Setelah empat insiden hebat, pikiran saya langsung kembali ke Brno 2007,” ujarnya, merujuk pada insiden yang terjadi dalam sesi warm-up di kelas 250cc.
Saat itu Marco Simoncelli (Metis Gilera) tergelincir lalu terjatuh, tapi motornya mencelat dan kembali ke tengah lintasan. Karena tertutup debu, pembalap yang ada di belakangnya yakni Taro Sekiguchi (Campetella Racing Aprilia) melaju dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak motor Simoncelli karena tidak melihat ada motor tergeletak di tengah lintasan. Insiden jatuhnya ini membuat Sekiguchi terlempar ke udara dan memerlukan penanganan medis serius.
Paolo Simoncelli mengaku bahwa di dunia balap motor kadang timbul rasa ‘ketidakberdayaan’ ketika tidak ada penjelasan soal apa yang terjadi di lintasan. “Di titik ini kita mulai bertanya-tanya, mungkin pertanyaan paling bodoh sekalipun, ‘tapi mengapa?’ namun kemudian, kita sadar bahwa itu tidak ada jawabannya,” pungkas pemilik tim SIC58 Squadra Corse itu.






