RiderTua.com – Di segmen skutik retro modern, Honda NS125LA dan Yamaha Grand Filano menjadi dua motor yang menarik perhatian karena sama-sama menggabungkan desain klasik dengan teknologi modern. Keduanya cocok untuk penggunaan urban harian, tetapi pendekatan karakter dan rasa berkendaranya cukup berbeda.
Secara konsep, Honda NS125LA lebih fokus pada gaya retro elegan dengan nuansa premium khas skutik China modern, sementara Yamaha Grand Filano mengutamakan kenyamanan harian, efisiensi hybrid, dan karakter fashionable yang lebih santai.
▶Daftar Isi
Honda NS125LA: Skutik Retro Premium dengan Aura Elegan

Honda NS125LA memakai mesin 1 silinder 125cc eSP PGM-FI pendingin udara yang terkenal halus dan efisien. Tenaga 9,4 hp pada 7.750 rpm dan torsi 10 Nm pada 5.750 rpm. Karakter mesinnya dibuat smooth untuk penggunaan harian dengan akselerasi ringan dan nyaman di perkotaan.
Riding feel motor ini terasa santai dan refined. Respons throttle halus membuat NS125LA nyaman dipakai commuting maupun cruising pelan di area urban.
Dari sisi desain, NS125LA tampil sangat elegan dengan gaya retro Eropa modern. Lampu bulat LED, bodi membulat, dan detail chrome membuat motor ini terasa premium dan classy.

Posisi riding dibuat rileks dengan jok lebar dan ergonomi natural. Sepeda motor ini lebih fokus pada kenyamanan dibanding karakter sporty. Handling-nya ringan dan stabil untuk penggunaan harian. Dimensi compact juga membuat NS125LA cukup mudah dipakai di jalan kota yang padat.
Fitur modern seperti smart key, panel digital modern, USB charger, dan pencahayaan full LED membuatnya tetap kompetitif di kelas skutik retro premium. Namun dibanding Yamaha Grand Filano, efisiensi hybrid dan kapasitas bagasinya terasa tidak sepraktis rival Yamaha tersebut.
Yamaha Grand Filano: Retro Modern Stylish dengan Teknologi Hybrid

Yamaha Grand Filano memakai mesin 1 silinder 125cc SOHC Blue Core Hybrid pendingin udara yang terkenal sangat irit dan halus. Tenaga 8,1 hp pada 6.500 rpm dan torsi 10,4 Nm pada 5.000 rpm. Sistem hybrid ringan membantu akselerasi awal terasa lebih responsif dibanding skutik biasa.
Karakter riding-nya terasa nyaman dan easy-going. Mesin hybrid membuat start awal terasa ringan, terutama saat stop-and-go di kemacetan.
Desain Grand Filano juga sangat stylish dengan pendekatan retro modern yang fashionable. Dibanding NS125LA yang lebih elegan, Grand Filano terasa lebih playful dan youthful.

Salah satu keunggulan terbesar Grand Filano ada pada kepraktisan. Bagasi gede sekitar 27 liter dan dek kaki luas. Fitur modern seperti panel digital + TFT sub display, Y-Connect, Smart Key, USB charger, dan Stop & Start System membuatnya terasa sangat modern untuk kelas 125cc.
Handling-nya ringan dengan posisi riding santai. Suspensinya juga cukup nyaman untuk penggunaan perkotaan maupun perjalanan menengah.
Selain itu, konsumsi BBM Grand Filano terkenal sangat irit berkat teknologi Blue Core Hybrid Yamaha. Namun dibanding Honda NS125LA, aura premium elegan dan kualitas detail desainnya terasa sedikit lebih kasual.
| Aspek | Honda NS125LA | Yamaha Grand Filano |
|---|---|---|
| Mesin | 1 silinder 125cc eSP PGM-FI pendingin udara | 1 silinder 125cc Blue Core Hybrid pendingin udara |
| Tenaga | 9,4 hp / 7.750 rpm | 8,1 hp / 6.500 rpm |
| Torsi | 10 Nm / 5.750 rpm | 10,4 Nm / 5.000 rpm |
| Transmisi | CVT otomatis | CVT otomatis |
| Karakter Riding | Halus dan elegan | Santai dan ringan |
| Desain | Retro premium ala Eropa | Retro modern fashionable |
| Handling | Stabil dan nyaman | Ringan dan lincah |
| Suspensi | Teleskopik depan dan shock tunggal belakang | Teleskopik depan dan shock tunggal belakang |
| Velg | 12 inci depan & 10 inci belakang | 12 inci depan-belakang |
| Pengereman | Cakram depan & Tromol belakang, CBS / ABS | Cakram depan & Tromol belakang, ABS |
| Bobot | 108 – 115 kg | 100 kg |
| Tinggi Jok | 760 mm | 790 mm |
| Konsumsi BBM | 52,6 km/liter | 50-60 km/liter |
| Fitur | TFT display, TPMS, Smart Key, LED projector | TFT sub display, Y-Connect, Smart Key, Hybrid |
| Keunggulan | Aura elegan dan fitur premium | Bagasi besar dan sangat irit |
| Kekurangan | Bagasi tidak sebesar rival | Kesan premium lebih kasual |







