RiderTua.com – Fabio Di Giannantonio konsisten bertarung di barisan depan dalam 5 seri pertama MotoGP musim 2026. Rider VR46 Ducati itu finis ke-6, ke-3, ke-4, ke-3, dan ke-4 dalam 5 grand prix. Saat ini dia adalah pembalap Ducati dengan posisi terbaik di klasemen. Di peringkat 3, Diggia mengumpulkan 84 poin tertinggal 44 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia).
Bahu Diggia sempat bermasalah, yang membuatnya harus minum obat penghilang rasa sakit saat balapan. Bagaimana kondisinya saat ini? “Lumayan. Tapi pada akhirnya, bahu saya tidak akan pernah benar-benar normal lagi. Sejak crash di Brasil dan Amerika bahu saya terus bermasalah, tetapi kami mencoba mengatasi rasa sakitnya selama akhir pekan. Terkadang saya harus minum obat penghilang rasa sakit, terkadang tidak. Saya harus menghadapinya,” jelas rider berusia 27 tahun itu.
Fabio Di Giannantonio: Pedro Acosta Marah Karena Saya Salip di Le Mans? Orang-orang Menertawakannya dan Muncul Banyak Meme Soal Itu

BTW, usai GP Prancis Pedro Acosta sempat bilang bahwa dia marah dengan Fabio Di Giannantonio. Gara-garanya, setelah Diggia berhasil menyalip Acosta untuk merebut posisi ke-4, Diggia menoleh ke belakang ke arah rider KTM itu. Namun rider asal Roma Italia itu justru menanggapinya dengan santai soal insiden itu.
“Orang-orang menertawakannya dan muncul banyak meme soal itu. Saya mencoba menyalip sebaik mungkin dan mengamankan posisi penting untuk kejuaraan. Kemudian saya menoleh ke belakang untuk melihat, apakah dia akan melakukan serangan balik. Saya hanya ingin memastikan, itu saja. Jika dia marah soal itu, saya minta maaf padanya. Tapi semua reaksi setelahnya, sangat lucu bagi saya,” ungkapnya sambil tersenyum.
Ketika Diggia ditanya, apakah dia akan kembali mewaspadai Acosta akhir pekan ini? Dia menjawab bahwa dia hanya ingin balapan dengan baik dan memberikan pertunjukan yang bagus untuk para penggemar.

Diggia adalah satu-satunya pembalap Ducati yang merasa nyaman dengan Desmosedici GP26 jika dibandingkan dengan sang juara bertahan Marc Marquez, Pecco Bagnaia, atau pun Alex Marquez. Namun tahun ini Desmosedici tidak selalu berperforma apik di setiap trek. Sirkuit Mointmelo dikenal punya grip yang rendah, apakah peluang Ducati akan bagus akhir pekan ini?
“Saya percaya diri dan saya rasa paket kami juga akan bekerja dengan sangat baik di sini. Kami juga ingin lebih fokus pada aerodinamika yang baru. Paket aero yang digunakan Pecco di Le Mans, mungkin juga bisa menjadi peningkatan untuk kami di masa depan. Musim ini kami sudah menggunakan dua fairing, ini adalah dua fairing yang tersedia untuk tahun ini. Kami harus percaya bahwa fairing baru dapat membantu kami di trek seperti ini,” tegas Diggia.
Di GP Prancis akhir pekan lalu, Aprilia sukses menyapu bersih podium dengan finis 1-2-3 dalam race utama. Diggia sendiri finis ke-4 sekaligus menjadi pembalap non Aprilia terbaik. “Jujur, mereka luar biasa saat ini. Semua pembalapnya luar biasa. Bez sangat presisi, Jorge sangat agresif, dan Ai benar-benar fantastis. Saya penggemar Ai,” ujar Diggia sambil tersenyum.

Diggia menambahkan bahwa Apprilia berhasil melakukan pekerjaan yang sangat bagus pada motornya. Menurutnya, Aprilia satu langkah lebih maju ketimbang Ducati. Tentu, skuat Ducati bisa melawan mereka seperti yang terlihat di Jerez dimana Alex Marquez mampu mengalahkan mereka. Namun bagaimana pun juga, pabrikan asal Borgo Panigale itu masih harus meningkatkan motornya.
Menurut Diggia, apa yang hebat dari seorang Ai Ogura? “Kemampuannya saat memasuki tikungan sangat luar biasa. Sejak di Moto2, kita bisa melihat betapa bagusnya kontrolnya di area itu. Dia sangat presisi. Dia berhasil menemukan kompromi terbaik untuk mengendalikan motor dengan sempurna tanpa terlalu membebani ban. Saya sangat menyukai gaya balapnya,” pungkas Diggia.
BTW, Ai Ogura berhasil meraih podium pertamanya di MotoGP dalam race utama di Le Mans hari Minggu lalu. Saat ini juara dunia Moto2 2024 itu menempati peringkat 5 dengan perolehan 67 poin dalam klasemen. Tahun depan dia tidak akan memperpanjangan kontraknya dengan tim Trackhouse, melainkan akan pindah ke tim pabrikan Yamaha dan menjadi rekan setim baru Jorge Martin.






