RiderTua.com – Sobat RiderTua semua, yuk kita bahas bareng, KTM Freeride E dan Sur-Ron Storm Bee merupakan dua nama yang sering dibandingkan di dunia motor trail listrik. Keduanya sama-sama menawarkan pengalaman berkendara tanpa emisi dan minim suara, tapi karakter dan tujuan penggunaannya cukup berbeda.
Secara konsep, Freeride E lebih dekat ke motor trail ringan yang fokus ke kelincahan dan kontrol, sementara Storm Bee sudah masuk kategori full-size enduro dengan tenaga besar dan kemampuan lebih luas di berbagai medan.
▶Daftar Isi
KTM Freeride E: Ringan, Presisi, dan Fokus ke Teknik Riding

KTM Freeride E dibekali motor listrik dengan tenaga 19,2 kW (sekitar 25,7 hp) dan torsi 37,6 Nm, didukung baterai yang berkapasitas 3,9 kWh. Output ini cukup untuk kebutuhan trail riding teknis, dengan akselerasi yang cepat di jarak pendek dan kontrol yang sangat halus.
Karakter tenaganya lebih smooth dan refined, dengan delivery yang mudah dikontrol di medan sulit seperti jalur sempit atau berbatu. Ini membuat Freeride sangat cocok untuk technical enduro dibanding kecepatan tinggi.

Dari sisi sasis, KTM unggul dengan suspensi WP Xplor yang terkenal presisi. Bobotnya juga lebih ringan di 112 kg, membuat handling terasa sangat lincah dan mudah dikendalikan, terutama untuk rider yang fokus ke teknik.
Namun, kelemahannya ada di range dan top speed yang lebih terbatas, dengan waktu riding sekitar 2-3 jam tergantung penggunaan. Motor ini memang lebih cocok untuk sesi trail atau latihan, bukan perjalanan panjang.
Sur-Ron Storm Bee: Enduro Listrik Bertenaga Besar dengan Performa Lebih Brutal

Sur-Ron Storm Bee menggunakan motor listrik mid-drive dengan PMSM + FOC Sinewave Controller, tenaga 22,5 kW (30,1 hp) dan torsi badag sampai 520 Nm (on wheel), dipadukan dengan kapasitas baterai sebesar 4,0 kWh.
Karakter tenaganya jauh lebih agresif, dengan torque instan yang sangat kuat. Akselerasi terasa brutal, bahkan mendekati motor enduro bensin 250–450cc dalam hal dorongan awal.
Dari sisi sasis, Storm Bee menggunakan rangka full-size dengan suspensi KYB dan rem Brembo. Bobotnya sekitar 127 kg, lebih berat dari KTM, tapi memberikan stabilitas lebih baik di kecepatan tinggi dan medan terbuka.

Range juga lebih unggul, bisa mencapai sekitar 65–120 km tergantung gaya berkendaranya, serta top speed hingga 110 km/jam, jauh lebih tinggi dibanding Freeride.
Fitur tambahan seperti riding mode (Eco, Sport, Race), Turbo mode, regenerative braking, hingga karakter yang lebih berasa seperti motor konvensional membuat Storm Bee lebih fleksibel untuk berbagai jenis penggunaan, dari trail sampai motocross ringan.
Perbedaan paling terasa ada di karakter: Freeride E itu seperti “alat latihan teknik” yang sangat presisi dan ringan, sementara Storm Bee lebih seperti “motor balap listrik” dengan tenaga gede dan kemampuan lebih luas.
| Aspek | KTM Freeride E | Sur-Ron Storm Bee |
|---|---|---|
| Segmen | Trail listrik ringan (technical enduro) | Enduro listrik full-size |
| Motor / Penggerak | Motor listrik PMSM | Motor listrik mid-drive PMSM + FOC |
| Daya | 19,2 kW (sekitar 25,7 hp) | 22,5 kW (sekitar 30,1 hp) |
| Torsi | 37,6 Nm | 520 Nm (on wheel) |
| Baterai | 3,9 kWh | 4,0 kWh |
| Range | 2 – 3 jam riding (trail) | 65 – 120 km |
| Top Speed | Lebih terbatas (fokus teknik) | 110 km/jam |
| Bobot | 112 kg | 127 kg |
| Suspensi | WP Xplor | KYB |
| Pengereman | Cakram | Brembo |
| Fitur | 3 mode riding (Eco, Normal, Sport) | Riding mode, Turbo, regenerative braking |
| Karakter | Ringan, presisi, cocok teknik trail | Brutal, tenaga besar, fleksibel berbagai medan |







