RiderTua.com – Halo pembaca RiderTua di mana pun berada, mungkin tidak ada yang menyangka kalau ada salah satu merek asal Jepang yang berjualan mobil di Korea Selatan. Namun akhirnya mereka menyerah karena penjualannya hanya mencapai puluhan unit saja.
▶Daftar Isi
Penjualan Dari Mobilnya Hanya Tembus Puluhan Unit
Honda bukanlah merek otomotif biasa, karena mereka bisa menghadirkan berbagai macam produk, terutama mobil. Dari mobil SUV, MPV, sedan, hatchback, city car, dan lainnya sudah dikembangkannya dan laris terjual di beberapa negara. Tapi mereka tidak selalu meraih kesuksesan di negara tujuannya, seperti yang terjadi di Korea Selatan.

Baru-baru ini, Honda mengumumkan bakal menghentikan semua penjualannya di Negeri Gingseng mulai akhir tahun 2026. Ini dilakukan setelah melihat perubahan secara signifikan baik di negara tersebut maupun di pasar global, dan mereka ingin memprioritaskan daya saing jangka panjangnya. Belum lagi mereka harus menghadapi ketatnya persaingan di pasar global.
Bicara soal persaingan, Korea Selatan menjadi markasnya Hyundai dan Kia, dan keduanya punya dominasi cukup kuat disana. Biasanya merek dari luar negeri tidak bisa bersaing dengan merek lokal yang sudah sangat lama memegang pangsa terbesar di negara tersebut. Walau merek seperti Toyota masih bisa bersaing, tidak semua merek bisa melakukan hal serupa kalau tidak punya lini produk yang bisa menghadang rival di pasarnya.

Dialihkan ke Pasar Lebih Berpotensial
Tapi dengan ini, mereka bisa fokus berjualan mobil di negara lainnya yang punya potensi lebih tinggi. Selain itu, konsumen Korea Selatan yang terlanjur membeli mobilnya masih tetap mendapatkan pelayanan purnajual dan menyediakan garansi serta suku cadang mobil. Dengan begitu, konsumen masih bisa mendapat pelayanan meski penjualannya sudah dihentikan.

Disebutkan penjualannya di sana baru mencapai sekitar 80 unit, dan ini menjadi hasil yang sangat sedikit untuk merek mobil ternama. Memang angka tersebut jauh lebih sedikit dari yang diharapkan, tidak heran kalau mereka memutuskan untuk menghentikan penjualannya di Korea Selatan.






