RiderTua.com – Halo rekan-rekan pembaca. Menjelang GP Spanyol di Jerez akhir pekan ini, Marco Bezzecchi memimpin klasemen dengan perolehan 81 poin atau hanya unggul 4 poin atas rekan setimnya Jorge Martin. Rider pabrikan Aprilia itu berhasil melanjutkan tren positifnya akhir musim lalu ke musim berikutnya, dengan menyapu bersih 3 kemenangan grand prix pertama. Jika dihitung mulai GP Portugal 2025 hingga GP Amerika 2026 dia sudah memenangkan 5 race utama berturut-turut dan mencetak rekor memimpin 121 lap tanpa disalip..
Dalam konferensi pers di Jerez, Marquez menyebut Bezzecchi sebagai favorit. “Apa lagi yang bisa saya katakan, selain bagus jika Marquez bilang begitu,” ujarnya sambil tersenyum.
Marco Bezzecchi: Karena Jedanya Cukup Panjang, Semua Insinyur Punya Banyak Waktu untuk Menganalisa dan Mengembangkan Motor

Aktifitas apa yang dilakukan Marco Bezzecchi saat liburan hampir 1 bulan? “Selain latihan, sangat menyenangkan bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga, teman, dan anjing saya Rubic. Sekarang di Italia cuacanya sedang hangat dan sangat indah, saya benar-benar menikmati waktu di negara saya. Selain itu, liburan panjang memungkinkan semua pembalap untuk memulihkan diri dan berlatih. Tetapi yang paling penting, semua insinyur punya banyak waktu untuk menganalisa dan memahami motor,” jawab rider berusia 27 tahun itu.
Saat ini semua pabrikan berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan dari Aprilia, terutama Ducati. Beberapa tahun belakangan ini, Ducati sangat mendominasi. Tapi sekarang mereka harus menghadapi kenyataan pahit, tertinggal dari Aprilia dan bahkan dari KTM. Meskipun masih terlalu dini, tampaknya peluang Ducati untuk mempertahankan gelar dunia di musim ini cukup kecil.

Pada balapan akhir pekan di Jerez tahun lalu, Bezzecchi tampil mengecewakan.Β Dalam penampilan kelimanya untuk Aprilia, MarcoBez#72 hanya berhasil mencetak 4 poin saja setelah finis di posisi ke-8 dalam sprint dan ke-14 dalam race utama. “Sebenarnya performa kami tahun lalu bagus, tetapi hasilnya tidak. Sulit untuk dibandingkan, tetapi saya menyukai Jerez dan dulu sering kali mampu mempertahankan kecepatan tinggi di sini,” pungkas murid legenda MotoGP Valentino Rossi itu.







