RiderTua.com – Halo pembaca RiderTua di mana pun berada. Jorge Martin menjalani musim keduanya bersama Aprilia musim ini. Saat ini dia berada di peringkat 2 dengan perolehan 77 poin dalam klasemen, hanya tertinggal 4 poin dari pemimpin klasemen sekaligus rekan setimnya Marco Bezzecchi..
Pada 2025, Martin mengalami cedera yang membuatnya sering absen balapan sepanjang musim. Dia berhasil pulih dengan baik dan saat ini bersaing untuk memperebutkan posisi teratas. “Banyak faktor setelah semua yang telah saya lalui. Tapi mungkin yang terpenting adalah arti motor dalam hidup saya. Itulah satu-satunya hal yang ingin saya lakukan, mengendarai motor dan bahagia melakukannya. Jelas bahwa keluarga saya telah banyak membantu saya, terutama pacar saya Maria, yang selalu ada setiap hari untuk memastikan saya tetap sehat dan pulih. Pada dasarnya, hanya itu. Tidak ada yang lebih dari itu,” jelas juara dunia MotoGP 2024 itu.
Jorge Martin: Ambisi untuk Menjadi Juara Dunia Tidak Berubah, Tetapi Saya Tidak Lagi Membutuhkannya

Saat menjadi rookie MotoGP pada 2021, Jorge Martin pernah mengalami crash horor di Portimao yang membuatnya mengalami cedera yang sangat serius. Apakah ada perbedaan antara cedera saat masih menjadi pendatang baru dengan saat dia berstatus sebagai juara dunia bertahan?
Martin menjawab, “Cedera yang sekarang jauh lebih berat. Dulu di Portimao, begitu saya crash saya langsung berpikir agar cepat pulih dan ingin segera kembali mengendarai motor. Dalam waktu hanya 1 bulan saya sudah comeback. Kali ini, bahkan saya merasa benar-benar harus melepaskan diri dari segalanya. Saya pergi ke suatu tempat di tepi laut, mencoba untuk tidak memikirkan motor sama sekali. Itu membantu saya ‘reset’ dan menemukan kembali ‘rasa haus’ akan adrenalin. Itulah mengapa saya bisa kembali kuat. Tetapi mungkin pendekatan saya atau cara saya menanganinya berbeda.”
Di awal musim ini performa RS-GP sangat bagus, dengan Bezzecchi memenangkan 3 grand prix pertama. Apakah Martin melihat ada peluang untuk meraih gelar dunia musim ini? “Kita lihat saja bagaimana perkembangannya dari waktu ke waktu. Saya rasa Marco Bezzecchi dan Marc Marquez sama-sama favorit. Yang satu karena dia memimpin klasemen dan satunya karena dia memenangkan gelar dunia terakhir. Kita lihat saja, bagaimana tahun ini akan berjalan,” tegas rider berusia 28 tahun itu.

Apa perbedaan antara Ducati dengan Aprilia? “Semuanya berbeda. Saya harus banyak mengubah gaya balap saya untuk mendapatkan hasil maksimal dari Aprilia. Selain itu, motornya berkembang pesat dalam setahun terakhir, menjadi lebih mudah dikendalikan dan lebih jinak,” ungkap rider berjuluk Martinator.
Apakah menjadi seorang juara dunia mengubah Martin? “Ambisi saya tidak berubah karena saya ingin tetap kompetitif. Tapi tekanan memang ada. Saya berhasil mewujudkan impian saya, jadi sekarang tak ada lagi ‘keharusan’. Mungkin tanpa tekanan berlebih, saya bisa membalap dengan lebih alami. Itu bisa jadi keuntungan buat saya,” ujar rider asal Madrid Spanyol itu.
Pada 2027, semua peraturan di MotoGP akan berubah. Motornya akan berkapasitas 850cc, bannya pakai Pirelli, aerodinamis dibatasi, dan dilarang menggunakan ride height device. Apakah hal ini akan memengaruhi performa para pembalap? “Saya rasa akan ada banyak perubahan. Karena motornya akan jauh lebih mengandalkan insting, tanpa begitu banyak bantuan aerodinamis dan perangkat. Akan ada lebih banyak aksi overtaking, lebih banyak duel, dan balapan akan lebih seru tak hanya bagi penonton tapi juga para pembalap. Sekarang sangat sulit untuk melakukan manuver menyalip, tapi kedepan itu akan lebih memungkinkan,” jawab rider tim pabrikan Aprilia itu.

Apakah pabrikan yang saat ini sedang kesulitan seperti Honda dan Yamaha, akan punya peluang untuk melawan Ducati dan Aprilia? “Saya tidak tahu, hanya waktu yang akan menjawabnya. Saat ini tidak ada yang bisa memastikannya. Yang terpenting adalah fokus pada balapan dan menikmati motor yang saya punya,” tegas Martin.
Dari beberapa pembalap muda asal Spanyol di Moto2 seperti Jose Antonio Rueda, Dani Holgado, dan David Alonso serta pembalap Moto3 seperti Alvaro Carpe dan Maximo Quiles, menurut Martin siapa diantara mereka yang akan berprestasi? “Mereka semua adalah calon rival saya dalam waktu dekat. Rasanya baru kemarin saya berada di posisi mereka dan ditanya soal masa depan saya. Jujur, mereka semua sudah berusaha sangat keras. Saya terkadang berlatih bersama mereka, terkadang saya berlatih dengan Dani Holgado. Level yang sudah mereka capai di usia yang sangat muda, sungguh luar biasa. Jadi, kami sudah menunggu mereka di MotoGP,” ujar Martin sambil tersenyum.
Apakah pembalap generasi sekarang lebih siap naik kelas dibandingkan dirinya dulu? “Jelas, level mereka di usia sekarang tidak seperti level saya di usia mereka. Tapi kami juga banyak berkembang. Level MotoGP satu tingkat lebih tinggi, jadi sulit untuk beradaptasi. Tetapi saya yakin mereka bisa melakukannya,” pungkas Martin.






