RiderTua.com – Halo Sobat RiderTua di mana pun berada, masih bahas GP Amerika: Pedro Acosta menjelaskan mengapa ia ‘mengalah’ dari Aprilia? “Saya membiarkan Jorge Martin menyalip saya”
MotoGP Amerika di Austin seperti roller coaster banget buat Pedro Acosta. Pembalap asal Murcia ini berhasil naik ke podium ketiga dalam balapan yang penuh drama, mulai dari insiden menegangkan di awal hingga masalah ban, sampai kerja luar biasa tim mekanik yang bikin motornya siap tepat waktu…..
▶Daftar Isi
Pedro Acosta Sengaja Mengalah dari Martin, Membiarkan Dia Menyalipnya, Ada Apa?

Semuanya dimulai dengan tekanan tinggi. Acosta langsung gaspol sejak start demi merebut posisi terdepan, tapi sebelum lap pertama selesai, ia sudah harus berhadapan dengan Marco Bezzecchi.. Kontak antara keduanya bisa saja berujung bencana, tetapi untungnya keduanya tetap berada di lintasan.
“Jelas itu bukan cara terbaik untuk memulai balapan, itu sudah pasti. Tetapi pada akhirnya, saya harus memainkan peluang yang ada dengan benar, yaitu melaju secepat mungkin dan mencoba berada di depan,” jelas Pedro kepada media DAZN setelah balapan. Kondisinya juga tidak mudah, dengan hembusan angin yang bikin motor susah dikendalikan saat masuk tikungan…..
“Mungkin karena tangki masih penuh ditambah angin yang berubah-ubah, saya jadi agak melebar. Saya tidak menyangka dia (Bez) begitu cepat dan begitu dekat,” aku pembalap KTM tersebut, yang tetap puas karena bisa menyelamatkan situasi.. “Kalau lihat betapa buruknya potensi lap pertama tadi, menurutku kami cukup berhasil mengendalikan balapan..”

Masalah Tekanan Ban & Penalti Lagi
Seiring berjalannya lap, ritme Acosta sebenarnya cukup bagus, tapi masalah lama dari hari Sabtu kembali muncul. Tekanan ban mulai mengganggunya, memaksanya untuk sedikit mengurangi speed, yang dimanfaatkan Jorge Martin untuk menyalipnya dan mengambil posisi kedua…
“Kami harus benar-benar berjuang mati-matian buat mempertahankan podium ini.. Hari ini, hal yang sama terjadi pada kami seperti kemarin dengan tekanan ban yang rendah, dan saya harus membiarkan Jorge lewat,” komentar pembalap itu.
Penurunan performa itu juga memengaruhi fokusnya…. “Itu sedikit bikin aku kehilangan konsentrasi, jadi aku butuh waktu lebih lama buat nemuin ritme lagi sampai akhir.”
Namun, fakta bahwa Acosta bisa tampil dan bertarung di depan tidak lepas dari kerja keras luar biasa tim KTM. Setelah kecelakaan di sesi pemanasan, para mekanik harus bekerja melawan waktu untuk memperbaiki motor dalam waktu yang sangat singkat..
“Kami menyelesaikan apa yang tidak bisa kami selesaikan kemarin, kami harus senang. KTM pantas mendapatkannya. Sekali lagi, dengan kekacauan saat pemanasan, mereka harus membangun kembali motor dalam tiga jam, dan itu tidak mudah,” kata Pedro, sangat berterima kasih kepada timnya.
Dia juga menyoroti solidaritas dalam tim tersebut baik tim pabrikan dan tim satelit bersatu membantu….. “Aku benar-benar berterima kasih, banyak orang datang bantu, bahkan dari Tech3, buat nyiapin motorku. Mereka ini pahlawan akhir pekan..”.

Pakai Paket Motor Bastianini
Untuk balapan ini, Acosta juga meniru strategi yang sebelumnya dicoba pembalap KTM lain sehari sebelumnya (Bastianini), dan pendekatan itu cukup membantu dalam mengatasi degradasi ban.
“KTM menguji beberapa hal dengan Bastianini kemarin. Memang benar bahwa motornya, dibandingkan dengan beberapa Ducati, tampaknya tidak terlalu buruk. Hari ini kami pakai paket yang sama, dan itu sangat membantu, saya jadi bisa lebih hemat ban,” ungkap pembalap tersebut tentang perubahan teknis yang dilakukan.
Menatap seri berikutnya di Spanyol (Jerez), Acosta sudah paham di mana letak keunggulan Aprilia dan apa yang harus ia tingkatkan dari motor KTM-nya agar setara dengan motor-motor dari Noale.

“Aprilia, di sektor pertama, sangat ringan, mereka dapat mengubah arah dengan sangat cepat, dan di situlah mereka membuat perbedaan,” analisanya… Ia juga menyinggung kecepatan menikung di bagian yang lebih lambat… “Di sektor 3, dengan tikungan membulat seperti 13 dan 14, atau 15 dan 16, mereka masih bisa menikung dengan sangat baik seperti dulu. Di bagian-bagian itu, kita harus melakukan lompatan terbesar untuk berada lebih jauh di depan…”
Kalau lihat cerita Acosta ini, kelihatan banget MotoGP itu bukan cuma soal ngebut doang, tapi juga soal bertahan di tengah kekacauan. Dari hampir crash di lap pertama, kena masalah ban, sampai harus “ngalah” dari Martin…semuanya kejadian dalam satu race. Tapi justru di situ keliatan mental rider top: tetap bisa bawa pulang podium di kondisi yang jauh dari ideal. Tinggal sekarang PR-nya jelas…KTM harus cari cara buat nutup gap lawan Aprilia. Kalau nggak, cerita “ngalah dulu” ini bisa kejadian lagi di race berikutnya..










