RiderTua.com – Halo pembaca RiderTua di mana pun berada. Rookie tim Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu mengawali balapan akhir pekan di Brasil dengan hasil yang memuaskan. Juara dunia WSBK 3 kali itu langsung lolos ke Q2 pada hari Jumat. Namun sayangnya penampilan apiknya tidak berlanjut pada hari Sabtu. Dia hanya mengamankan posisi ke-12 di grid start dan hanya finis di posisi ke-18 atau kedua dari belakang dalam sprint 15 lap di sirkuit Ayrton Senna..
Dan pada race utama hari Minggu yang jarak balapannya diperpendek dari 31 lap menjadi 23 lap, Toprak hanya finis ke-17 atau kedua dari belakang tertinggal 30 detik dari pemenang Marco Bezzecchi (Aprilia). Dia mengaku bahwa masalahnya masih sama yakni kurangnya grip pada ban belakang Yamaha V4 yang dikendarainya.
Tim Pramac: Di Brasil, Toprak Razgatlioglu Tampil Lebih Agresif Saat Masuk Tikungan dan Lebih Pede dalam Mengendalikan Motor

Meski begitu, Gino Borsoi (manajer tim Pramac) justru melihat Toprak Razgatlioglu mengalami kemajuan yang cukup bagus di bagian depan motor. Hal ini memungkinkan rider berusia 29 tahun itu lebih agresif saat masuk tikungan dan akan membawa set-up tersebut ke seri berikutnya di GP Amerika akhir pekan ini.
Borsoi menjelaskan, “Bagi Toprak, ini akan menjadi langkah penting dalam proses pembelajarannya karena dia tidak punya banyak pengalaman di sirkuit ini. Sebagai tim, kami bertanggung jawab untuk mendukungnya dalam menemukan set-up yang tepat.”
“Di Brasil, kami yakin berhasil mengidentifikasi arah positif pertama yang membantunya tampil lebih agresif saat memasuki tikungan dan lebih percaya diri dalam mengendalikan motor. Kami ingin melanjutkan pekerjaan di jalur tersebut. Semoga akhir pekan ini kita bisa mulai melihat hasil nyata pertama dari kemajuan ini,” imbuh manajer asal Italia itu.
Toprak Razgatlioglu juga mengkonfirmasi hal tersebut. “Di Brasil kami menemukan beberapa arah positif, terutama saat memasuki tikungan. Saya ingin membangunnya dan terus meningkatkan kemampuan. Target saya adalah untuk terus berkembang, sesi demi sesi, dan melakukan yang terbaik untuk tim,” ujar El Turco.

Satu-satunya pengalaman Toprak balapan di COTA adalah saat berkompetisi di Red Bull Rookies Cup pada 2013. “Ini akan menjadi akhir pekan penting lainnya bagi saya, karena semuanya masih baru di MotoGP, terutama di COTA. Saya memiliki beberapa pengalaman dari Rookies Cup, tetapi balapan di sini dengan motor MotoGP adalah tantangan yang sama sekali berbeda,” imbuh rider asal Turki itu.
Rekan setimnya Jack Miller, tahun lalu menorehkan hasil terbaiknya di COTA dengan finis ke-5 menggunakan Yamaha M1 inline4 yang kini dipensiunkan. “Saya sangat menyukai trek ini, meskipun secara tradisional ini bukan trek yang paling cocok bagi Yamaha. Saya selalu merasa nyaman balapan di sini. Mengenang kembali tahun lalu, kami menorehkan hasil yang sangat bagus. Saat itu saya langsung kompetitif sejak awal dan start saya juga bagus, yang memungkinkan saya untuk bertarung di barisan depan,” jelas rider asal Australia itu.
Miller melanjutkan, “Balapan yang berat, terutama di lintasan lurus di mana saya sedikit tertinggal. Tetapi saya mampu mengejar ketertinggalan saat pengereman dan tetap bertahan dalam pertarungan. Akan sangat menyenangkan jika kita bisa kembali berada di posisi itu akhir pekan ini, bertarung hingga akhir dan menciptakan lebih banyak kenangan indah di sini.”

BTW, menjelang seri ke-3 musim ini di COTA akhir pekan ini, baik Toprak maupun Jack Miller sama-sama belum mencetak satu pun poin.









