RiderTua.com – Berikut ini hasil investigasi Race Director MotoGP soal ‘Aspal Terkelupas’ di Sirkuit Brasil… Halo Sobat RiderTua di mana pun berada. MotoGP kembali digelar di Brasil setelah 22 tahun berlalu. Kejuaraan Dunia Balap Motor paling bergengsi seantero jagad tersebut dilaksanakan di sirkuit Ayrton Senna Goiania yang sudah direnovasi. Namun acara tidak berjalan mulus.
Pada hari Kamis, hujan deras yang mengguyur seharian membuat sirkuit kebanjiran. Parahnya lagi, muncul sinkhole atau lubang di trek lurus stop/go yang membuat sprint race ditunda 80 menit atau lebih dari 1 jam dan jadwal untuk hari Sabtu diatur ulang. Masalah lintasan tidak cukup sampai disitu. Sebelum race utama hari Minggu, aspal di beberapa bagian terkelupas. Hal ini membuat jarak balapan dipersingkat dari 31 lap menjadi 23 lap. Bahkan beberapa pembalap menjadi ‘korban’ terkena batu yang beterbangan saat balapan.
Hasil Investigasi Race Director MotoGP Soal ‘Aspal Terkelupas’ di Sirkuit Brasil
Terkait masalah lintasan di Brasil, Race Director MotoGP atas nama FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) mengeluarkan pernyataan resmi setelah melakukan investigasi.
Dalam pernyataannya mereka menyebut bahwa penyebab utama masalah lintasan adalahΒ curah hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya. hal ini berdampak pada pekerjaan akhir dan berkontribusi pada masalah aspal. Sementara itu sinkhole atau lubang yang muncul pada hari Sabtu adalah akibat dari ambrolnya sistem pembuangan limbah lama yang tidak terdokumentasi yang berada di bawah permukaan lintasan.
Kerusakan aspal yang terjadi pada hari Minggu di Tikungan 11 dan 12 disebabkan oleh panas yang tinggi dan aktivitas lintasan yang super sibuk mulai dari kualifikasi Moto2, warm-up MotoGP, balapan Moto3 dan Moto2.
Pernyataan yang dikeluarkan Race Director tersebut juga menjelaskan detail tentang proses homologasi sirkuit, meskipun masih dipertanyakan soal kekokohan trek dan seberapa ketat proses tersebut.

Berikut pernyataan lengkap dari MotoGP soal masalah lintasan Brasil:
“Setelah berbagai kendala pada permukaan lintasan selama GP Brasil, sirkuit dan promotor balapan telah melakukan investigasi terhadap penyebabnya, termasuk curah hujan ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya yang berdampak pada pekerjaan akhir dan berkontribusi pada masalah permukaan lintasan.”
“Pada hari Sabtu, muncul kerusakan besar pada lintasan karena ambruknya sistem pembuangan limbah tua yang tidak terdokumentasi di bawah permukaan. Masalah tersebut, yang untungnya berada di luar racing line, segera ditangani dan diperbaiki dengan cepat oleh pihak sirkuit, sehingga aktivitas di lintasan bisa dilanjutkan di hari yang sama.”
“Pada hari Minggu, kerusakan aspal lokal sudah mulai terlihat usai balapan Moto2 yang disebabkan oleh panas yang signifikan dan aktivitas di lintasan. Meskipun semua material yang lepas sudah dibersihkan sebelum Grand Prix MotoGP, tetap ada risiko meskipun kecil bahwa kerusakan permukaan lintasan bisa terus memburuk selama balapan MotoGP.”

“Staf sirkuit terus bekerja hingga mendekati waktu start yang dijadwalkan untuk mempersiapkan lintasan. Tetapi demi keselamatan, race director mengambil keputusan untuk mengurangi balapan menjadi 23 lap (75 persen dari jarak balapan semula). Tim langsung diberitahu soal perubahan tersebut oleh staf IRTA di setiap baris grid.”
“Proses homologasi MotoGP untuk sirkuit dikelola oleh FIM dan dimulai lebih dari setahun sebelumnya. Ini mencakup inspeksi detail di semua area konstruksi. Karena setiap lokasi membutuhkan campuran aspal dan prosedur pemasangan yang berbeda, hal ini diputuskan oleh sirkuit dan diajukan ke FIM untuk memastikan semua standar keselamatan terpenuhi. Homologasi kemudian dikonfirmasi sesaat sebelum setiap grand prix.”
“Masalah yang terjadi di Brasil telah diakui oleh pihak promotor dan sirkuit, dan akan diperbaiki sebelum MotoGP kembali musim depan. GP Brasil dihadiri 148.384 penonton di Autodromo Internacional de Goiania Ayrton Senna, yang menunjukkan betapa besarnya daya tarik MotoGP di Brasil dan peluang MotoGP untuk pertumbuhan global lebih lanjut.”

Sejumlah pembalap dan tim mengaku kecewa dan marah dengan keputusan mendadak untuk mengurangi jumlah lap dalam balapan tersebut. Bukan keputusannya yang bikin mereka senewen, melainkan mepetnya waktu pemberitahuan yakni sekitar 4-5 menit menjelang start. Karena mereka tidak punya waktu untuk mengubah strategi dan mengganti ban untuk jarak balapan yang lebih pendek.
Pada akhirnya Aprilia menunjukkan performa terbaiknya dalam balapan yang kacau hari itu. 2 pembalapnya berhasil finis 1 dan 2, dengan Marco Bezzecchi menang dan Jorge Martin finis ke-2.






