RiderTua.com – Toprak Razgatlioglu dan Yamaha V4 akhirnya melakoni balapan MotoGP keduanya di Brasil dengan mindset yang sangat berbeda dibandingkan beberapa balapan pertama. Setelah debut yang terasa berat di Thailand, pembalap Turki ini melihat sirkuit Goiania sebagai peluang emas untuk bertarung setara dengan para raksasa MotoGP…
▶Daftar Isi
Yamaha Keteteran, Toprak Razgatlioglu Lihat Peluang di Trek Baru Brasil…
Akhir pekan ini, tidak ada yang punya data tentang sirkuit, tidak ada yang pernah mengendarai motor ini di sana sebelumnya, dan bagi seorang pembalap rookie, itu adalah kabar yang lebih baik (meski bukan yang terbaik, karena pembalap lama sudah paham motornya tinggal penyesuaian treknya)…

Tim Pramac paham betul bahwa balapan di lintasan yang tidak dikenal oleh semua pembalap bisa menyeimbangkan persaingan.. Gino Borsoi, direktur tim, menegaskan bahwa mereka menghadapi “kesempatan langka.” Ia berharap kurangnya data sebelumnya akan membantu Yamaha dengan mesin V4 baru-nya untuk memperkecil jarak yang saat ini memisahkannya dari pabrikan papan atas….
Mesin Baru…
Dari sisi teknis, pembalap Turki itu sangat menyadari bahwa Yamaha sedang dalam fase perubahan besar. “Saya tidak ingin memasang ekspektasi tinggi karena semuanya masih serba baru. Pertama, kita harus menemukan pengaturan yang tepat dan bekerja dengan baik dengan perubahan tersebut,” katanya…. Peralihan dari mesin inline-4 ke V4 adalah perubahan besar yang butuh waktu untuk benar-benar matang.
Toprak juga jujur membandingkan kondisi motornya saat ini dengan motor yang ia pakai saat di Kejuaraan Dunia Superbike. “Mendengarkan para pembalap, motornya lebih mudah dikendalikan tahun lalu, tetapi tahun ini benar-benar berbeda.. sebenarnya, ini adalah proyek baru,” ujarnya. Saat ini fokus utamanya adalah mengumpulkan pengalaman dan jam terbang, sambil tetap mengincar momen untuk kembali bersaing di depan….

Situasi di garasi Yamaha sendiri tidak bisa dibilang mudah. Pada seri pertama tahun ini di Buriram, motor Jepang ini finis 30 detik di belakang pembalap tercepat. Baik Toprak maupun rekan setimnya, Jack Miller, gagal meraih poin dan itu langsung memicu alarm di dalam tim. Namun, pembalap Turki itu lebih memilih untuk melihat sisi positif jelang balapan di Brasil.
“Saya sudah tidak sabar menunggu akhir pekan ini karena ini trek yang benar-benar baru, dan untuk pertama kalinya musim ini semua orang harus belajar dari nol,” jelas Toprak dengan optimis.
Baginya, ini menjadi keuntungan karena tidak perlu mengejar ketertinggalan dibandingkan dengan pembalap yang telah bertahun-tahun hafal luar kepala setiap detail sirkuit Eropa maupun Asia…
Juara dunia WSBK tiga kali ini merasa tidak dirugikan kali ini. “Ini hal yang positif buat saya, karena di balapan sebelumnya saya juga menghadapi sirkuit yang belum saya kenal di MotoGP,” katanya tentang tantangan trek Brasil. Rencananya simple: fokus membangun feeling dengan Yamaha M1 di setiap tikungan dan lap, tanpa terobsesi dengan catatan waktu sejak sesi pertama..
Selama jeda singkat setelah GP Thailand, pembalap Turki itu menghabiskan waktu dalam tes privat di Jerez untuk lebih membiasakan diri dengan motornya. “Saya sedang beradaptasi dengan M1 dan kami terus bekerja untuk meningkatkannya. Ini adalah trek baru bagi semua orang, kami berharap bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” aku Toprak.

Tetap Optimis..
Kepercayaannya pada pabrik Jepang tetap mutlak meskipun ada kesulitan yang melekat pada proyek yang dimulai hampir dari nol… “Saya fokus belajar semuanya, dan tahun 2027 akan menjadi lebih penting lagi. Pada akhirnya, ini adalah proses otomatis, karena saya berasal dari WSBK, di mana saya selalu berada di depan, sementara saat ini M1 kami belum siap untuk bertarung,” jelasnya dengan lugas.
Kalau dilihat dari cara ngomongnya, Toprak ini realistis tapi tetap pede. Dia tahu Yamaha lagi belum siap tempur, tapi momen “semua mulai dari nol” di Brasil bisa jadi celah buat nyuri perhatian. Ini tipikal situasi di mana rookie justru bisa ngejutin, karena gak ada yang punya keunggulan data. Jadi ya… kalau tiba-tiba Toprak nongol di depan, jangan kaget..ini memang trek yang kasih semua orang kesempatan yang sama.










