RiderTua.com – Ada pengaruh Valentino Rossi dalam persaingan Pecco-Marc di Garasi Ducati.. Musim 2026 dimulai cukup berat bagi Pecco Bagnaia setelah kekecewaan yang ia rasakan pada kejuaraan MotoGP tahun lalu.. Bagi pembalap Chivasso tersebut, ini akan menjadi musim terakhir di atas Ducati Desmosedici sebelum pindah ke Aprilia, di mana ia akan duet bareng pembalap dari Akademi VR46, Marco Bezzecchi. Ini akan menjadi tahun kedua dan terakhirnya bersama Marc Marquez sebagai rekan setimnya. Persaingan ini, tak pelak lagi, telah terpengaruh oleh hubungan antara murid dan guru…antara Pecco dan Rossi..
Pecco Bagnaia Blak-blakan: Bayang-bayang Valentino Rossi Masih Terasa Saat Marquez Masuk Ducati

Pecco finis P-18 pada balapan Thailand di belakang pemenang Bezzecchi, hasil yang memperlihatkan masalah Ducati GP26 yang belum benar-benar siap mendominasi musim MotoGP yang baru dimulai ini. Masalah kecepatan menikung dan manajemen ban membuat Pecco kesulitan bersaing di barisan depan…
Penurunan performa pembalap asal Italia ini bersamaan dengan kedatangan Marquez di garasi merah, meski hubungan mereka sebagai rekan setim tetap baik. Jika setahun yang lalu ia masih terlihat setia penuh pada Ducati, kini anak didik Valentino ini sudah menandatangani perjanjian dengan Aprilia untuk musim 2027…
Kolaborasi antara Pecco dan Marquez di tim resmi Ducati telah menjadi salah satu topik paling ramai dibicarakan di MotoGP dalam beberapa waktu terakhir.. Musim 2026 ni akan menjadi tahun kedua sekaligus terakhir mereka sebagai rekan satu tim, setelah itu pembalap Spanyol lainnya akan mengambil alih.. Pedro Acosta…!

Untuk memahami bagaimana Marc Marquez akhirnya bergabung dengan tim pabrikan Ducati, kita harus kembali ke tahun 2023 saat pengumuman kepindahannya ke Gresini Racing untuk musim berikutnya… Awalnya Ducati telah memutuskan untuk tidak melanjutkan dengan Enea Bastianini, memilih Marquez atau Martin sebagai penggantinya.
Pada akhirnya, Ducati memilih Marquez alih-alih sang juara saat itu Martin, jika tidak, mereka akan berisiko kehilangan Marc selamanya. Dan akhirnya ‘Martinator’ bergabung dengan Aprilia, meskipun ia setengah hati… Dan gelar dunia 2024 bersama Pramac seolah tidak dianggap oleh Ducati… Hal ini sangat mengejutkan banyak orang, termasuk Rossi…

Baru-baru ini Pecco mengenang momen ketika Ducati memberitahunya tentang kedatangan Marc. Dalam wawancara di podcast The BSMT yang dipandu Gianluca Gazzoli, ia menceritakan bagaimana para petinggi tim pertama kali menyampaikan kabar itu di garasi.
“Saya mengetahui soal kedatangan Marquez ke Ducati malam sebelum tes di Mugello. Gigi Dall’Igna, Davide Tardozzi, dan Mauro Grassilli datang untuk memberi tahu saya… Sejujurnya, saya sudah menduganya, karena memindahkannya ke Gresini terasa seperti langkah awal sebelum ia masuk tim pabrikan..”
Pecco tidak merasa khawatir atas kedatangan salah satu pembalap tercepat dalam sejarah MotoGP, Bagnaia mengatakan dia menyambut berita itu sebagai motivasi pribadi tambahan. “Saya ingin kehadirannya ke tim menjadi sumber motivasi. Marquez adalah salah satu pembalap terbaik dalam sejarah. Dia dan Rossi termasuk yang terhebat. kita selalu bisa belajar sesuatu dari pembalap seperti dia. Dia melewati tahun-tahun sulit dan ingin kembali bersaing di level tertinggi…”

Juara MotoGP dua kali itu juga ingin meluruskan satu hal lain soal hubungannya dengan Marc. “Saya tidak pernah memiliki masalah dengan rekan setim manapun… saya selalu akur dengan semua orang.. Marc adalah orang yang cerdas dan dia beradaptasi dengan cepat. Kami memiliki hubungan yang baik sejak awal dan sering membahas berbagai situasi dan solusi teknis. Kolaborasi kami berjalan sangat bagus…”
Ketika ditanya apakah persaingan di antara mereka dilebih-lebihkan, Bagnaia berkata…”Ya, sama seperti banyak hal lain di MotoGP.. Seorang juara hebat tetaplah juara jika ia memiliki rival hebat, sehingga terciptalah persaingan. Orang sering mengaitkan saya dengan konflik Marc Marquez dan Valentino Rossi pada 2015. Tapi itu tidak sepenuhnya adil, karena saya pembalap yang berbeda dan saya menjalani semuanya dengan cara saya sendiri..” Di MotoGP bukan cuma soal gas pol rem blong di lintasan, tapi juga soal dinamika di balik garasi. Rivalitas, persahabatan, dan sejarah lama kadang ikut terbawa ke dalam tim. Bayang-bayang duel legendaris Rossi vs Marquez memang masih terasa sampai sekarang, tapi Bagnaia tampaknya memilih jalan sendiri. Dia fokus balapan, belajar dari siapa pun, lalu membuktikan semuanya di trek..









