RiderTua.com – Buat Bro-Sis yang nongkrong di RiderTua, tahun lalu Pecco Bagnaia berjibaku dengan masalah ‘feel’ pada Desmosidici GP25 miliknya yang tak kunjung dia dapatkan. Meskipun rider Ducati lenovo itu meraih beberapa podium di beberapa balapan pertama, namun dia sudah kehilangan kepercayaan dirinya.
“Tahun lalu adalah pelajaran penting bagi saya. Itu menunjukkan bahwa ada situasi, di mana kita harus menerima bahwa beberapa hal memang tidak dapat diubah. Hanya ketenangan yang membantu dan fokus mencari solusi. Kita harus belajar dari yang terbaik. Karena itulah, sekarang saya bekerja keras agar mentalitas saya menjadi lebih kuat dan tidak membuat kesalahan yang sama lagi,” ujar murid legenda Valentino Rossi itu.
Pecco Bagnaia: Jika Membalap untuk Tim Pabrikan Ducati dengan Motor Terbaik di Grid, Target Pasti Podium di Setiap Balapan!

Dalam 2 tes pramusim, Pecco Bagnaia menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Dalam tes Buriram terakhir, dia beberapa kali memimpin daftar waktu tercepat. Pada akhirnya juara dunia MotoGP 2 kali itu menempati posisi ke-4 dalam time sheet gabungan tertinggal 0,04 detik di belakang rekan setimnya Marc Marquez dan kalah 0,215 detik dari waktu tercepat yang dicetak sahabatnya Marco Bezzecchi (Aprilia).
Pecco menjelaskan, “Persiapan berjalan jauh lebih baik ketimbang tahun lalu. Semuanya berjalan sangat baik, juga karena kami dapat mengerjakan seluruh program tes.”
Masalah terbesar yang menghantui Pecco sepanjang musim 2025 adalah dia tidak mampu lagi memaksimalkan kekuatan terbesarnya yakni kemampuan mengendalikan motor saat masuk tikungan. “Kita juga harus mempertimbangkan persaingan. Mereka juga mencoba melakukan hal yang sama, dan belakangan ini semua pembalap mengerem dengan sangat keras. Jadi saya harus menemukan keunggulan di area lain. Itulah pekerjaan untuk akhir pekan ini. Kami sudah mengidentifikasi beberapa potensi yang bagus dan saya tidak punya masalah besar. Tetapi untuk memanfaatkan keuntungan tambahan itu, disitulah tantangannya,” jelas rider berusia 29 tahun itu.

Menilik dari hasil tes pramusim yang cukup menjanjikan, apa target Pecco musim ini? “Finis di 3 besar di setiap balapan adalah satu-satunya target ketika kita berada di tim pabrikan Ducati dan mengendarai motor terbaik!” pungkasnya.
Ketika ditanya soal masa depannya untuk 2027, Pecco enggan menjawabnya. Tapi kemungkinan besar dia akan bersatu dengan Bezzecchi di tim pabrikan Aprilia. Mungkin tahun ini akan menjadi penampilan terakhirnya dengan Desmosedici GP.








