RiderTua.com – RiderTua readers, ada update penting dari berbagai sumber. Pecco Bagnaia menempati posisi ke-4 pada hari kedua atau terakhir tes Buriram. Rider Ducati Lenovo itu tertinggal 0,215 detik dari sahabatnya sekaligus rider tim pabrikan Aprilia Marco Bezzecchi dan kalah 0,047 detik dari rekan setimnya Marc Marquez. Bahkan dia nyaris membukukan rekor trek. Ini menunjukkan, dia mampu beradaptasi dengan GP26 miliknya.
“Saya sangat senang dengan feel saya selama tes. Pramusim berjalan jauh lebih baik daripada tahun lalu. Saya merasa fantastis. Sekarang saatnya bertarung,” tegasnya.
Pecco Bagnaia: Motor Ini Selaras dengan Gaya Balap Saya

Lebih lanjut Francesco Bagnia menjelaskan, “Kami melakukan pekerjaan yang solid selama tes. Tes Malaysia penting, tetapi tes ini (Buriram) bahkan lebih penting dibandingkan tahun lalu. Setahun yang lalu, saya kesulitan dengan masalah set-up. Kini, fondasinya tampak jauh lebih kokoh.”
Meski tidak menjadi yang tercepat, Pecco merasa puas dengan hasil tesnya. “Time attack berjalan dengan baik, meskipun saya tidak berhasil mencetak lap sempurna. Tapi saya tetap cepat, jadi saya sangat senang. Kemarin saya sudah menyelesaikan simulasi sprint dan hasilnya bagus. Hari ini saya mengalami sedikit masalah selama simulasi balapan dan terpaksa harus berhenti. Tapi hal seperti itu bisa saja terjadi selama tes, lebih baik terjadi selama tes daripada selama balapan akhir pekan,” ungkap juara dunia MotoGP 2 kali itu.
Tampaknya DNA GP26 jauh lebih cocok untuk Pecco ketimbang GP25. “Motor ini lebih selaras dengan gaya balap saya. Tahun lalu, saya kesulitan sejak awal. Trek ini sebenarnya cocok untuk saya, meski tidak sebaik di Malaysia. Saya memang berhasil meraih podium di sini, tetapi saat itu feel saya tidak bagus. Selama tes ini, kami bekerja intensif dengan ban bekas untuk memahami motor lebih dalam. Kami berhasil membuat kemajuan lainnya. Masih ada sedikit kekurangan, tetapi saya berharap kami dapat melakukan peningkatan lebih lanjut selama balapan akhir pekan,” ujar rider berusia 29 tahun itu.

Area mana yang masih perlu ditingkatkan? “Kami masih kurang konsisten saat pengereman. Terkadang saya bisa mengerem dengan baik, terkadang motor terasa tidak stabil,” jawab Pecco, melihat masih ada potensi peningkatan termasuk penyempurnaan performa sepanjang balapan.
Dari penyataan Pecco di atas terlihat jelas dia optimis menyambut musim baru, sangat timpang dibandingkan musim 2025.Β Kecepatannya bagus, feeling-nya tepat, dan gapnya dengan Marc Marquez juga sangat dekat. Tahun ini, duel internal Ducati antara Pecco vs Marc kemungkinan besar akan benar-benar terjadi.
Namun sayangnya, kelihatannya Pecco akan berpisah dari Ducati untuk 2027. Hal ini dia putuskan setelah Ducati dikabarkan merekrut Pedro Acosta untuk menggantikannya. Dan pabrikan yang santer dikaitkan dengannya adalah Aprilia, tempat sahabatnya Bezzecchi bernaung saat ini.










