RiderTua.com – Apa kabar pembaca RiderTua? Usai menjadi Runner-up Moto2 pada 2020, Luca Marini naik ke MotoGP pada 2021 bersama tim VR46 Ducati milik sang kakak Valentino Rossi. Pada 2023 ketika Marc Marquez memutuskan hengkang dari Honda, Marini tidak menyia-yiakan kesempatan tersebut dan menjadi pembalap pabrikan Honda mengikuti jejak Rossi pada 2024. Namun sayangnya, debutnya dengan RC213V berjalan buruk dengan hanya mencetak 14 poin dan menjadi juru kunci dalam klasemen pembalap.
Marini mampu membalikkan keadaan pada musim 2025 dan Honda juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Berkat Joan Mir, Honda meraih 2 podium di Jepang dan Malaysia. Dan Marini sendiri berhasil menyelesaikan musim di peringkat 13 dengan mengumpulkan 142 poin dan menjadi pembalap Honda terbaik ke-2 setelah Johann Zarco (peringkat 12).
Luca Marini: Honda Terpuruk Karena Mereka Terlalu Percaya pada Marc Marquez Tetapi Akhirnya Tersesat dalam Pengembangan Teknis

Meski begitu, Luca Marini menegaskan bahwa masih banyak yang harus dilakukan agar bisa konsisten tampil kompetitif. “Kemajuannya sangat signifikan, tetapi masih belum cukup. Sekarang datang bagian tersulit. Ketika kita berada dalam jarak 0,3 detik dari kecepatan pembalap terbaik untuk memenangkan balapan, saat itulah menutup gap menjadi hal yang paling sulit dan jauh lebih sulit untuk meningkatkan performa,” ungkap rider asal Urbino Italia itu.

Luca Marini: Pecco Bagnaia Satu-satunya yang Bisa Menandingi Marc Marquez
"Motor-motornya akan tetap ekstrem. Saya rasa perubahan regulasi nanti akan kecil, dan…
Menurut Marini banyak konsep dalam cara kerja Honda yang telah berubah. “Secara teknis, saya telah membantu peningkatan pada motor. Saya rasa kontribusi terbesar saya adalah mencoba memberikan jawaban kepada semua insinyur. Bukan hanya bertanya atau meminta, tetapi mencoba bersama mereka untuk menemukan solusi untuk setiap masalah. Dulu Honda sangat percaya pada Marc Marquez, karena dengan bakatnya dia mampu menutupi kekurangan motor. Tetapi mereka sedikit kehilangan arah dalam pengembangan teknis,” ungkap rider berusia 28 tahun itu, terkait kemerosotan Honda di MotoGP pasca ditinggal Marquez.

Marini adalah pembalap yang sangat analitis dan dia mengaku bahwa itulah salah satu kelebihannya. “Terkadang itu justru menjadi masalah. Karena ada pembalap yang tidak tahu apa-apa tentang motor, tidak tahu apa-apa secara teknis, dan hanya bisa gas pol hingga batasnya. Jika motornya bekerja dengan baik, semuanya sempurna. Tetapi saya suka mengetahui, memahami, dan mempelajari cara kerja motor,” ujarnya.

Luca Marini: Honda dan Aleix Espargaro Jelas Melakukan Pekerjaan yang Sangat Baik dalam Tes, Ini Bikin Saya Tambah Semangat
Tapi pada 2025 atau di tahun keduanya, Marini melesat jauh. Berkat kerja…
Marini melanjutkan, “Saya selalu penasaran tentang cara membaca data, selalu bertanya kepada para insinyur, kepala mekanik saya, atau teknisi lap dan selalu mempelajari sesuatu yang baru. Sekarang saya tahu bagaimana melakukan semuanya dengan data.”
Marini benar-benar berdedikasi pada Honda, bahkan dia mempelajari bahasa Jepang untuk meningkatkan komunikasinya dengan para insinyur. “Meskipun kami berbicara dalam bahasa Inggris, saya ingin belajar bagaimana menjelaskan diri saya dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh mereka. Sehingga mereka dapat lebih memahami, apakah itu benar atau salah. Bagi mereka, berbicara bahasa Inggris sangat sulit. Itu adalah bahasa yang sama sekali berbeda dari bahasa mereka dan saya memahaminya dengan sangat cepat ketika saya mulai bekerja. Mereka adalah dua dunia yang sangat berbeda dibandingkan dengan Eropa,” ungkapnya.

2026 merupakan tahun ke-3 Marini bersama tim pabrikan Honda dan dia sudah banyak belajar dan berkembang. “Kami mencapai titik ini dengan sangat cepat, tapi saya tidak menyangka akan secepat ini. Saya sangat senang, ini berarti kami telah bekerja dengan sangat baik. Dan dengan mengikuti umpan balik saya, motor meningkat secara signifikan,” jelasnya.

Luca Marini: Secara Keseluruhan RC213V 2026 Sudah Bagus Tinggal Meningkatkan Grip Pada Motor
Marini menegaskan bahwa catatan waktu belum menjadi fokus utamanya pada tes hari…
Setelah menunjukkan peningkatan performa yang cukup mengesankan, Marini melihat musim 2026 sebagai kesempatan untuk menegaskan kembali komitmennya bersama Honda. “Mungkin ada orang yang tidak memahami perubahan tersebut, terutama di awal musim lalu. Sekarang hasilnya menunjukkan sebaliknya. Sekarang saya punya waktu 1 tahun lagi untuk terus berkembang bersama Honda, untuk mencoba memenangkan balapan musim depan, dan pada 2026 menurut saya akan menjadi kesempatan terbaik dalam hidup saya,” tegasnya.

Sejak bergabung di tim pabrikan Honda, Marini disibukkan dengan pekerjaanny. Namun dia tetap berusaha meluangkan waktu bersama rekan-rekannya yang tergabung di VR46 Riders Academy. “Kapan pun saya bisa, saya akan menghabiskan waktu bersama mereka. Saya tidak sedang dalam proses menjadi mandiri, satu-satunya hal yang saya coba lakukan adalah memberikan 100 persen setiap akhir pekan,” ujarnya.
“Memang benar bahwa di tim pabrikan kami memiliki lebih banyak acara dan pertemuan daripada di tim satelit, jadi lebih sulit untuk menemukan waktu untuk bersama dengan para pembalap dari Akademi. Sekarang Bez (Marco Bezzecchi) juga berada di tim pabrikan, begitu pula Pecco (Bagnaia). Berkumpul bersama tidak semudah dulu, tetapi kami semuanya sama seperti biasanya,” tambahnya.
Bagaimana dengan masa depannya bersama Honda? “Bagi saya 10 tahun terlalu jauh. Paling lama, saya rasa 2 atau 3 tahun ke depan. Yang benar-benar saya inginkan adalah tetap di sini di Honda, itu akan sempurna. Saya menyukai pekerjaan ini, timnya, dan semuanya. Saya ingin berada di sini dan memenangkan balapan,” pungkas rekan setim Joan Mir itu.

Luca Marini: Honda Sudah Maju, Tapi Belum Cukup untuk Ke Puncak
Meskipun hari terakhir tes Sepang terasa sedikit lebih rumit, marini tetap positif,…






