Home MotoGP Gigi Dall’Igna: Kami Tidak Selalu Mampu Membuat Pecco Bagnaia Tampil Maksimal, Tidak...

    Gigi Dall’Igna: Kami Tidak Selalu Mampu Membuat Pecco Bagnaia Tampil Maksimal, Tidak Ada yang Sempurna

    Gigi Dall'Igna - Pecco Bagnaia
    Gigi Dall'Igna - Pecco Bagnaia

    RiderTua.com – Untuk pembaca RiderTua yang setia mantengin balapan. Ducati menjadi tolok ukur di MotoGP dalam 5 tahun terakhir. Gigi Dall’Igna mengatakan, “Tanpa keraguan sedikit pun, ini adalah tahun yang luar biasa. Saya akan bilang bahwa beberapa tahun terakhir semuanya luar biasa. Semua pembalap kami berhasil meraih podium tahun ini dan 4 di antaranya memenangkan balapan. Ini jelas merupakan tahun yang luar biasa,” ujar general manajer Ducati Corse itu.

    Tahun lalu Ducati meraih ‘Triple Crown’ dengan memenangkan gelar dunia konstruktor (untuk ke-4 kalinya berturut-turut), gelar dunia tim MotoGP, dan gelar dunia pembalap dengan Marc Marquez.

    Gigi Dall’Igna: Kami Tidak Selalu Mampu Membuat Pecco Bagnaia Tampil Maksimal, Tidak Ada yang Sempurna

    Gigi Dall'Igna - Marc Marquez - Pecco Bagnaia
    Gigi Dall’Igna – Marc Marquez – Pecco Bagnaia

    Meski Ducati mendominasi dan tak terkalahkan dalam beberapa tahun terakhir, Gigi Dall’Igna tetap merendah dengan mengakui bahwa tidak semuanya berjalan sempurna. “Kami tidak selalu mampu membuat Pecco Bagnaia tampil maksimal, seperti yang seharusnya. Terkadang hal-hal tidak berjalan sesuai rencana, tetapi itulah yang terjadi. Tidak ada yang melakukan semuanya dengan sempurna sepanjang waktu. Hasil keseluruhannya benar-benar positif,” ujar insinyur asal Italia itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Joan Mir - Pecco Bagnaia
    BACA JUGA:

    Pecco Bagnaia dan Joan Mir, 2 Juara Dunia Tak Bisa Tidur!

    Menurut media Spanyol, Fabio Quartararo telah menyetujui kesepakatan di tim pabrikan Honda.…

    Karena Ducati menempati peringkat konsesi A maka pabrikan asal Borgo Panigale tersebut dibatasi terkait tes, mesin, dan aerodinamika. Sementara rivalnya terutama Honda dan Yamaha mendapat kelonggaran dalam hal itu.

    Luigi Dall’Igna menjelaskan, “Tentu saja fakta bahwa kami tidak dapat banyak melakukan tes dan memiliki lebih sedikit ban yang tersedia, membuat pengembangan jauh lebih sulit. Karena itulah perubahan dari motor 2024 ke 2025 sebenarnya cukup konservatif (Ducati tidak melakukan revolusi besar pada motor, melainkan hanya sedikit modifikasi dari versi sebelumnya agar performanya tetap aman dan stabil). Kami benar-benar ingin mengambil risiko sekecil mungkin. Pada dasarnya motor 2025 nyaris sama dengan 2024, dan kemudian sepanjang musim kami memperkenalkan beberapa peningkatan.”

    Gigi Dalligna - Pecco Bagnaia
    Gigi Dalligna – Pecco Bagnaia

    “Sistem konsesi memungkinkan tim merespons permintaan pembalap dengan lebih baik. Jika ada permintaan dari pembalap antara apa yang mereka minta dan apa yang dapat dilakukan, maka perlu adanya tes dan uji coba. Kami tidak punya ‘tongkat sihir’..”

    Gigi Dall'Igna - David Alonso
    BACA JUGA:

    Gigi Dall’Igna (Ducati): David Alonso Salah Satu Pembalap yang Ingin Saya Miliki

    "Kami sedang mengerjakannya. Saya belum tahu kapan kami akan menyelesaikan semua elemen…

    “Tanpa adanya kesempatan untuk melakukan tes dengan lebih leluasa, terkadang terpaksa kami mencoba solusi baru selama balapan akhir pekan. Dan itu bukanlah cara terbaik untuk menguji, baik untuk performa maupun untuk menarik kesimpulan yang pasti,” imbuh insinyur berusia 59 tahun itu.

    Gigi juga tak menampik bahwa pengalamannya bekerja di pabrikan sebelumnya, membuatnya semakin memahami kesuksesannya saat ini. Di Aprilia dia meninggalkan jejak melalui pengembangan mesin 250cc yang menjadi tolok ukur era di tahun 90-an. “Itu adalah hasil dari tim saya dan kerja saya,” ungkapnya.

    Gigi Dall’Igna - Pecco Bagnaia
    Gigi Dall’Igna – Pecco Bagnaia

    Setelah itu Gigi terjun di kelas 125cc, 250cc, dan Superbike. Menurutnya, pengembangan Aprilia RSV4 adalah titik balik yang sesungguhnya dari karirnya. “Itulah langkah yang memungkinkan saya terjun ke mesin 4-tak dan motorsport modern. Semua motor yang saya kembangkan sebelumnya adalah mesin 2-tak, yang sekarang praktis sudah usang,” pungkas Gigi.

    Gigi Dall'Igna - Valentino Rossi - VR46
    BACA JUGA:

    Gigi Dall’Igna: Filosofi Ducati Mirip dengan Valentino Rossi dan Akademinya

    Salah satu inovasi briliannya adalah ride height device atau perangkat pengaturan ketinggian.…

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini