RiderTua.com – Selamat bergabung kembali di obrolan hangat khas RiderTua, bahas si fenomenal Pedro Acosta lagii….. Bro sekalian, ingatkah hasil sesi FP1 pada balapan pembuka musim di Qatar pada 2024 lalu? Pedro Acosta yang saat itu berstatus sebagai rookie langsung menempati posisi ke-2 bahkan mampu mengalahkan Marc Marquez (ke-3). Dengan hasil itu, dia pede untuk langsung menetapkan target menjadi yang terdepan..
Di beberapa balapan pertama, Acosta tampil agresif dan sangat bersemangat. Seperti yang sudah diprediksi, dia sering terlibat dalam duel sengit dan tak gentar sekalipun harus melawan pembalap senior di MotoGP. Namun seiring berjalannya musim Acosta beberapa kali membuat kesalahan kecil, sehingga penampilan sensasionalnya dalam debutnya di usia 19 tahun tak sepenuhnya terwujud.
Pedro Acosta: Kelebihan dan Kekurangan Meninggalkan KTM dan Bergabung dengan Tim Pabrikan Ducati

Pada 2025, Pedro Acosta dipromosikan ke tim pabrikan Red Bull KTM. Sayangnya, dia belum juga memenangkan balapan baik dalam sprint race maupun race utama padahal sudah beberapa kali kemenangan nyaris direngkuhnya. Di GP Portugal 2025, dia kehilangan kemenangan pertamanya hanya dengan selisih 0,120 detik. Jelas, hal ini membuat Acosta tidak puas meski sudah meraih 5 podium dengan KTM.

Gak Dianggap… Jika Pedro Acosta ke Ducati Lenovo, Fermin Aldeguer akan Hengkang dari Ducati?
Yang jadi pertanyaan, apa upaya KTM untuk merayu Acosta agar mau bertahan?…
Bagi pembalap yang punya karakter seperti Acosta, dia tidak akan senang hanya ikut meramaikan atau sekedar meraih hasil yang bagus. Baginya yang terpenting adalah kemenangan dan pada akhirnya meraih juara dunia.
Selain itu, ada satu ciri khas di dunia balap zaman sekarang yakni ketidaksabaran. Tidak ada satu pun pembalap yang membiarkan tahun berlalu beguti saja tanpa hasil yang memuaskan. 2 tahun dianggap batas maksimal, setelah itu semua material untuk meraih kejayaan paling tidak harus sudah tersedia.

Kini Acosta memasuki musim ke-3 dengan RC16 dan Marc Marquez sudah membuktikan bahwa ketika semua elemen bersatu maka seorang pembalap bisa kembali merebut ‘mahkota’ juara dunia. Seperti yang pernah dilakukan Acosta sendiri saat naik ke Moto3 pada 2021 bersama KTM dan langsung meraih juara dunia.

Pedro Acosta: Saya Bukan Pembalap Paling Berbakat di Grid, Jadi Saya Harus Bekerja Lebih Keras, Merendah Nih!
Menurutnya KTM telah meningkat dibandingkan tahun lalu, begitu pula dengan pabrikan lain.…
Namun performa KTM di MotoGP jauh berbeda dibandingkan kelas-kelas yang lebih rendah. Pabrikan asal Austria itu sudah membuktikan mampu memenangkan balapan individual, namun untuk mencapai target besar seperti juara dunia masih belum terwujud bahkan di tahun ke-10nya di MotoGP. Seberapa pun usaha, anggaran, sumber daya, dan semangat yang dicurahkan KTM ke MotoGP, hal itu tidak mengubah hasil keseluruhan yang mengecewakan.
Hal ini sangat bertolak belakang dengan Ducati. Setelah perjalanan panjang menuju puncak tertinggi di MotoGP, prototipe dari Borgo Panigale tak terkalahkan selama 5 tahun terakhir. Bahkan sejak pertengahan musim 2021 Desmosedici sangat mendominasi yang dikombinasikan dengan strategi keseluruhan yang cerdas, Ducati kini menikmati reputasi tertinggi terutama di mata para pembalap.

Terlepas dari fakta bahwa peraturan baru untuk 2027 masih menimbulkan tanda tanya yang besar, dengan berbekal 6 kali juara dunia konstruktor berturut-turut dan 5 gelar dunia pembalap, praktis Ducati merupakan ‘jaminan mutu’ untuk masa depan di MotoGP. Bukankah hal itu sama persis seperti yang diinginkan seorang pembalap, yang ingin membuktikan kepada dunia bahwa ‘saya adalah sang juara dunia’!
Di satu sisi, ada jaminan paket teknis terkuat dan terbaik dari Ducati. Tapi di sisi lain KTM memiliki semangat juang yang tak terbantahkan, infrastruktur yang brilian, kekompakan tim yang terasa seperti keluarga, serta dukungan kuat dari Red Bull.Β Tawaran KTM untuk mempertahankan Acosta akan sangat menarik, bahkan tanpa mengetahui angka pastinya (gaji). Tapi tampaknya ‘kartu truf’ dalam perebutan Acosta berada di tangan Ducati.

Pecco Bagnaia: Bos Ducati Membuat Pernyataan yang ‘Abu-abu’ Terkait Rumor Pedro Acosta ke Ducati
Prioritas Ducati saat ini adalah mengamankan kontrak Marc Marquez yang kabarnya hanya…






