Home MotoGP Alex Rins: Pahitnya Dikhianati Janji Manis Tim LCR Honda.. Mereka Ingkar Janji!

    Alex Rins: Pahitnya Dikhianati Janji Manis Tim LCR Honda.. Mereka Ingkar Janji!

    Alex Rins
    Alex Rins

    RiderTua.com – Halo para pencinta MotoGP dan berita otomotif di RiderTua. Pada 2026,  Alex Rins memasuki tahun ke-10nya di MotoGP. Sebelum menjadi pembalap tim pabrikan Yamaha Monster Energy, dia pernah membalap untuk Suzuki dan Honda. Musim ini, rider berusia 30 tahun itu menghadapi tantangan baru dengan M1 V4 yang masih baru. Peralihan ke mesin V4 merupakan revolusi bagi pabrikan yang bermarkas di Iwata itu, tidak hanya secara mekanis tetapi juga dalam hal pengendalian motor.

    Daftar Isi

    Alex Rins: Pahitnya Dikhianati Janji Manis Tim LCR Honda.. Mereka Ingkar Janji!

    Usai tes Sepang, Rins menegaskan bahwa tujuan dari tes ini bukanlah untuk mencetak waktu tercepat tetapi lebih untuk menemukan set-up yang tepat untuk motor. “Kami hanya melakoni tes selama 2 hari di Sepang karena kami tidak turun ke lintasan pada hari kedua. Jujur, cuaca sangat mendukung karena kondisi lintasan sangat baik untuk kami. Yang terpenting dalam tes seperti ini bukanlah hasil di time sheet, tetapi bekerja untuk menemukan set-up dasar yang baik untuk motor dan memulai tahun ini dengan cara terbaik,” ungkap Rins.

    Alex Rins
    Alex Rins

    Menurut Alex Rins, motor V4 yang baru sangat berbeda dengan motor inline-4 yang dia kendarai tahun lalu. “Seperti yang bisa dilihat dari luar, ini perubahan besar. Motor ini benar-benar baru, bukan hanya mesinnya tapi juga sasis, swing arm, elektronik, dan fairing. Pada dasarnya, tidak ada hubungannya dengan motor yang kami gunakan hingga musim lalu. Sejak pertama kali saya mencoba Yamaha dengan mesin V4 tepatnya pada tes Barcelona tahun lalu, saya merasa sangat nyaman. Ini lebih sesuai dengan gaya balap saya,” ungkap rider asal Spanyol itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Alex Rins
    BACA JUGA:

    Alex Rins: Musim Kedua Saya Bersama Yamaha Sangat Sulit Secara Mental

    Sebelumnya ketika masih membalap untuk Suzuki selama 6 tahun, Rins berhasil memenangkan…

    Dengan konfigurasi baru, hal ini memungkinkan Rins untuk mendapatkan performa yang lebih baik terutama saat pengereman dan memasuki tikungan. “Dengan mesin 4-silinder inline, kami mengalami beberapa masalah terutama saat pengereman karena saya tidak bisa melakukan hard braking dan saya tidak bisa memaksimalkannya tepat sebelum memasuki tikungan. Dan sekarang dengan V4 respons gas menjadi berbeda, mesin lebih mudah dikendalikan, dan motor lebih stabil. Saya merasa luar biasa,” imbuhnya.

    Yamaha V4 - Alex Rins
    Yamaha V4 – Alex Rins

    Yamaha Masih Tahap Pengembangan V4

    Rins menambahkan, “Kami masih dalam tahap pengembangan. Kami belum menguji semua suku cadang yang dibawa pabrik dari Jepang, jadi masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan. Dari hal-hal kecil yang kami pasang, beberapa diantaranya berhasil dan yang lain tidak sesuai harapan. Yang penting adalah keempat pembalap Yamaha dan dua tes rider kami memberikan feeback atau masukan yang sangat mirip terkait feel kami terhadap motor selama tes Shakedown. Ini penting untuk menemukan arah yang tepat.”

    Menurut Rins, aerodinamika dan sasis adalah faktor kunci untuk mendapatkan kembali kemampuan menikung yang selama ini menjadi kekuatan Yamaha. Semua pabrikan berusaha meniru kesuksesan Ducati yang mendominasi dalam beberapa musim terakhir. “Semua pabrikan mencoba memaksimalkan paket mereka. Ducati adalah motor juara dunia musim lalu dan mereka mendominasi MotoGP selama 5 tahun terakhir. Faktor yang membuat motor berbelok dengan baik adalah fairing. Dengan aerodinamika yang baik yang menghasilkan efek ‘ground’ (daya tekan ke bawah), motor berbelok dengan sangat baik. Dulu Yamaha selalu dikenal karena cornering speednya yang luar biasa, tetapi tahun lalu itu tidak terjadi,” ungkap Rins.

    Alex Rins
    BACA JUGA:

    Gagal Bersinar di 2026? Selamat Tinggal… Alex Rins Siap Angkat Kaki dari MotoGP ke WSBK!

    Beberapa tahun terakhir menjadi musim yang sulit bagi Rins, tahun depan adalah…

    Alex Rins
    Alex Rins

    Selain tantangan teknis, musim ini juga akan menjadi penentu masa depan Rins bersama Yamaha. “Saya rasa perubahan arah kerja Yamaha tahun ini berkaitan erat dengan peraturan baru 2027, sehingga mereka punya dasar yang kuat dan tahun depan tidak perlu memulai dari nol. Dari pihak saya, saya akan memberikan segalanya di lintasan agar punya peluang terbaik untuk masa depan saya.”

    “Target saya adalah memperbarui kontrak dengan Yamaha untuk 2 musim ke depan, tetapi saya tidak tahu apa rencana mereka. Tergantung apa yang mereka putuskan, saya juga harus mengambil langkah opsional. Sepertinya ada beberapa pembalap yang sangat terburu-buru, dan waktu berlalu begitu cepat,” jelasnya.

    Alex Rins
    Alex Rins – LCR Honda
    Alex Rins
    BACA JUGA:

    Alex Rins: Membawa Energi yang Saya Kumpulkan Bersama Para Penggemar di Indonesia ke Musim 2026

    Jelas ini sebuah anomali, mengingat Rins terbilang cukup kompetitif saat masih membalap…

    Janji Manis…

    Setelah Suzuki mundur dari MotoGP pada 2022, Rins akhirnya bergabung dengan tim LCR Honda pada 2024. Dia berhasil memenangkan GP Amerika di Austin. Namun pencapaiannya itu tidak diapresiasi bahkan Honda tidak menepati janjinya untuk mempromosikannya di tim pabrikan. “Sejak Suzuki pergi, semuanya cukup sulit untuk dikelola, terutama dalam hal performa. Saat itu saya punya opsi untuk bergabung dengan tim Gresini atau LCR Honda, dan saya memilih LCR karena mereka menawarkan kontrak pembalap pabrikan. Kami menang di Austin, tetapi situasi di Honda sulit dan mereka ingkar janji,” ungkap Rins.

    “Di LCR, Rins dijanjikan status pebalap pabrikan & dukungan teknis penuh, namun kenyataannya tidak sesuai harapan..”

    Tentang Fabio Quartararo

    Soal rekan setimnya Fabio Quartararo, Rins mengatakan, “Fabio adalah pembalap yang fantastis, tanpa diragukan lagi. Dia berhasil meningkatkan level Yamaha ke titik yang belum pernah dicapai oleh Jack Miller, Miguel Oliveira, atau saya. Tetapi tanpa mengurangi rasa hormat untuknya, motor itu seperti diciptakan untuknya. Dia bersama Yamaha selama 7 musim. Dia lebih mengenalnya ketimbang kami, dan dia telah mengadaptasinya tahun demi tahun agar sesuai dengan gaya balapnya sendiri.”

    Paolo Pavesio - Fabio Quartararo - Alex Rins
    Paolo Pavesio – Fabio Quartararo – Alex Rins

    Rins mengalami cedera parah pada 2023 yakni patah tulang tibia dan fibula. Kini dia telah pulih sepenuhnya, namun dia mengaku proses pemulihannya panjang dan menyakitkan. “Cedera pada 2023 di Mugello adalah salah satu yang terburuk yang pernah saya alami. Tulang tibia saya hancur, pecah menjadi berkeping-keping. Itu bukan sekedar patah tulang biasa. Saya sangat menderita. Sekarang saya masih merasakan dampaknya saat terjadi perubahan suhu atau kelembapan. Saya sudah pulih sepenuhnya,” ujarnya.

    Rins ingin kembali bersaing meraih meraih podium dan kemenangan. “Saya ingin menetapkan target seperti memenangkan balapan atau bersaing untuk meraih podium, tetapi dengan proyek baru ini hal itu sangat sulit. Setelah kami menyelesaikan tes Sepang, kami harus menganalisis situasi kami. Kami harus realistis. Jika kami tidak memiliki motor yang mampu menang, kami harus menerimanya meskipun sulit dan terus bekerja dari posisi kami saat ini,” pungkasnya.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Toprak Razgatlioglu - Jack Miller
    BACA JUGA:

    Alex Rins: Setelah Motor Fabio Quartararo dan Toprak Razgatlioglu Mengalami Kerusakan, Kini Semua Masalah Sudah Terkendali

    Awalnya, masalah tersebut di'bungkus' oleh cederanya Quartararo yang mengalami patah pada jarinya…

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini