RiderTua.com – Salam satu aspal buat pembaca setia RiderTua sekalian, Honda CRF1100L Africa Twin dan Suzuki V-Strom 1050XT sering muncul di daftar motor impian para rider pecinta kelas adventure touring besar. Karakter masing-masing motor berbeda cukup signifikan, dari kemampuan jelajah, teknologi onboard, hingga pendekatan desain.
Africa Twin terkenal sebagai benchmark adventure yang benar-benar serius, baik untuk off-road ataupun touring panjang, sedangkan V-Strom 1050XT mengambil pendekatan lebih all-round, nyaman di aspal panjang dan tetap siap diajak jelajah ringan.
▶Daftar Isi
Honda CRF1100L Africa Twin: Adventure Touring Nyata dengan Teknologi Tercanggih

Honda CRF1100L Africa Twin adalah petualang sejati yang dirancang untuk menaklukkan medan berat sekaligus nyaman untuk touring jauh. Mesin dengan crank 270 derajat, 2 silinder Parallel-Twin 1.084cc DOHC 8-klep Uni-Cam PGM-Fi berpendingin radiator, memberikan daya tarik besar di berbagai kondisi medan.
Menghasilkan tenaga 100,5 hp pada 7.500 rpm dan torsi puncak 112 Nm pada 5.500 rpm. Salah satu keunggulan utamanya adalah elektronik canggih dan fitur lengkap, seperti opsi Dual Clutch Transmission (DCT) yang membuat perpindahan gigi halus tanpa perlu kopling, nyaman di lalu lintas ataupun saat touring panjang.

Suspensi depan Showa 45 mm dengan travel panjang, plus opsi EERA elektronik untuk redaman adaptif, IMU 6-axis dengan kontrol traksi, cornering ABS, wheelie control, dan berbagai mode berkendara, panel instrumen TFT layar 6,5 inci dengan konektivitas Apple CarPlay atau Android Auto dan Bluetooth.
Ground clearance tinggi dan jarak suspensi panjang membuat Africa Twin lebih siap menjelajah jalur off-road ringan hingga menantang, sekalipun bobotnya yang di kisaran 231 – 253 kilogram masih terasa ringan untuk kelas big adventure bike. Ini membuatnya ideal untuk rider yang serius ingin two-up touring, jelajah gravel, dan petualangan lintas negara.
Suzuki V-Strom 1050XT: Adventure Touring Serbaguna dengan Karakter Road-Friendly

Suzuki V-Strom 1050XT adalah adventure bike yang lebih memprioritaskan kenyamanan berkendara di aspal panjang dan perjalanan harian dengan stabilitas tinggi. Mesinnya 2 silinder V-Twin 90 derajat kapasitas 1.037cc DOHC pendingin cairan. Secara keluaran tenaga menghasilkan sedikit lebih tinggi di 106 hp pada 8.500 rpm meski torsi puncaknya sedikit lebih rendah di 100 Nm pada 6,000 rpm dibanding Africa Twin.
Mesin tersebut dikawinkan dengan transmisi manual 6-percepatan. Suspensi dan karakter chassis V-Strom dirancang untuk kenyamanan perjalanan jauh di jalan raya, serta handling yang lebih mudah pada kecepatan tinggi.

Suspensi travel lebih pendek dibanding Africa Twin dan setup elektronik lebih sederhana, namun tetap sudah mencakup fitur seperti ABS dengan kontrol traksi dan cruise control pada varian tertentu. Bobot keseluruhan V-Strom 1050XT berada diantara varian-varian Africa Twin, yakni seberat 247 kilogram.
Konfigurasi ride-by-wire dan mesin V-Twin yang halus membuatnya terasa nyaman saat touring jauh tanpa terlalu banyak kompromi. Sementara performa off-road ringan masih bisa dilakukan, namun kurang optimal jika dibandingkan Africa Twin di jalur lebih menantang.

Motor Adventure Kelas Atas! Honda CRF1100L Africa Twin 2026 Hadir dengan Penyegaran Warna
Sayangnya kalau bertanya tentang harga dari motor petualang ini yang paling baru…
| Aspek | Honda CRF1100L Africa Twin | Suzuki V-Strom 1050XT |
|---|---|---|
| Segmen | Big adventure touring berorientasi off-road | Big adventure touring berorientasi on-road |
| Target Pengguna | Petualang serius, ekspedisi lintas medan | Touring jarak jauh dan pemakaian aspal dominan |
| Mesin | 2 silinder Parallel-Twin 1.084cc DOHC 8-katup Uni-Cam PGM-Fi pendingin cairan, crank 270° | 2 silinder V-Twin 90° 1.037cc DOHC pendingin cairan |
| Tenaga | 100,5 hp @ 7.500 rpm | 106 hp @ 8.500 rpm |
| Torsi | 112 Nm @ 5.500 rpm | 100 Nm @ 6.000 rpm |
| Transmisi | Manual 6-percepatan atau DCT 6-percepatan | Manual 6-percepatan |
| Karakter Mesin | Torsi kuat dari putaran bawah, cocok off-road dan beban berat | Halus, responsif di putaran menengah-atas, nyaman di aspal |
| Rangka | Semi Double Cradle steel frame | Aluminium twin-spar frame |
| Suspensi Depan | Upside-down Showa 45 mm, opsi EERA elektronik | Upside-down fork dengan setting road-oriented |
| Suspensi Belakang | Showa Pro-Link monoshock, adjustable (elektronik di varian tertentu) | Monoshock dengan link-type suspension |
| Pengereman | Dual disc depan & belakang, ABS cornering | Dual disc depan & belakang, ABS |
| Bobot | 231–253 kg (tergantung varian) | 247 kg |
| Elektronik | IMU 6-axis, riding mode lengkap, traction control, wheelie control, cruise control | Ride-by-wire, traction control, ABS, cruise control |
| Panel Instrumen | TFT color 6,5 inci, Apple CarPlay & Android Auto | TFT color dengan tampilan sederhana dan informatif |
| Citra & Gaya | Adventure sejati ala reli Dakar | Touring adventure elegan dan stabil |
| Harga | Lebih mahal, sesuai fitur dan kemampuan off-road | Lebih terjangkau di kelas big adventure |






