RiderTua.com – Halo pembaca RiderTua, kabar dari lintasan lagi ramai nih. Paolo Pavesio (Direktur Motorsport Yamaha) menganggap bahwa perekrutan Toprak Razgatlioglu untuk MotoGP 2026 ibaratnya seperti ‘penutup lingkaran’ (circle closure) bagi Yamaha. Rider asal Turki itu menandatangani kontrak langusng dengan Yamaha berdurasi 2 tahun atau hingga akhir 2027.
Usai meraih juara dunia Superbike bersama Yamaha pada 2021, Toprak ingin naik ke MotoGP. Kemudian Yamaha memberikan kesempatan menjajal M1 di Jerez. Namun karena persiapannya tidak optimal, hasil tes jauh dari kata memuaskan dan hal itu membuat rider asal Turki itu kecewa. Pabrikan berlogo garpu tala itu tidak memberi jalan kepada Toprak untuk naik ke MotoGP dengan alasan, karean saat itu mereka tidak memiliki tim satelit dan lebih memprioritaskan pembalap yang sudah berpengalaman..
Paolo Pavesio (Yamaha): Toprak Razgatlioglu Masuk ke MotoGP di Usia yang Sudah Matang, Ini Membantunya Menghadapi Tekanan

Mimpi Toprak naik ke MotoGP akhirnya terwujud pada 2025 setelah dia meraih gelar dunia WSBK ke-3nya (bersama BMW). Di samping itu, pucuk pimpinan Yamaha MotoGP kini dipegang Paolo Pavesio (menggantikan Lin Jarvis) yang dulu mendampingi Toprak ketika meraih gelar dunia WSBK pada 2021.

Toprak Razgatlioglu: Terima Kasih Kepada Semua Penggemar di Indonesia yang Telah Mendukung Saya
Ketika ditanya soal persiapannya untuk menjalani debutnya di MotoGP musim ini, Toprak…
Pavesio mengatakan, “Masuk ke MotoGP di usianya saat ini (29 tahun) dan dengan tingkat kematangan sebagai atlet yang sudah terbentuk, akan membantunya mengatasi tekanan dengan lebih baik. Lagipula, dia memenangkan 3 gelar dunia Superbike-nya setelah melalui tantangan yang sulit. Bagi saya, ini adalah poin utama yang harus digarisbawahi. Saya tahu dia memahami kompleksitas tantangan tersebut dan dia juga sadar apa target realistis untuk 2026, yaitu membangun fondasi untuk musim 2027.”

“MotoGP berisi pembalap terkuat di dunia dan dia termasuk dalam kategori itu, 100%. Menurut saya, ini seharusnya memang terjadi. Secara pribadi, saya senang berhasil mewujudkannya bersama Yamaha, karena saya rasa ada ‘lingkaran’ yang harus ditutup. Saya juga senang, dia maupun Kenan Sofuoglu merasakan hal yang sama. Menurutku itu adalah keputusan yang tepat,” imbuh bos asal Italia itu.
Pengalaman Toprak dengan ban Pirelli ditambah dengan peralihan Yamaha dari mesin inline-4 ke V4 dan juga perubahan regulasi MotoGP pada 2027, dapat memberikan El Turco peluang untuk memperebutkan gelar dunia. Jika Toprak benar-benar bisa sukses di MotoGP, ini akan menjadi pencapaian terbesar Yamaha dibawah pimpinan Pavesio.

Di sisi lain, Yamaha ingin mempertahankan Fabio Quartararo yang musim ini memasuki tahun ke-6nya di tim pabrikan. Dengan M1 V4 yang baru, mereka berharap bisa memberi El Diablo motor kompetitif yang mampu memenangkan balapan atau setidaknya konsisten meraih podium. Namun jika gagal, rider asal Prancis itu dipastikan hengkang dan pindah tim seperti yang kerap dia katakan. Apa pun yang terjadi ke depan, kehilangan Quartararo akan selalu menjadi ‘noda besar’ dalam catatan manajemen Yamaha saat ini.

Massimo Meregalli: Kami akan Melakukan Pembicaraan dengan Fabio Quartararo Secepat Mungkin
Hampir semua kontrak pembalap di grid MotoGP saat ini habis akhir tahun…






