RiderTua.com – Buat kalian pembaca setia RiderTua, simak yang satu ini, hasil penjualan mobil di Indonesia sepanjang tahun lalu tidak begitu memuaskan dengan penurunan yang masih terjadi. Seharusnya insentif bisa diberikan seperti di tahun 2021, walau ini bukan satu-satunya cara untuk memulihkan penjualan.
▶Daftar Isi
Insentif Mobil Dibutuhkan Untuk Tingkatkan Penjualan
Merek seperti Suzuki mengalami dampak dari penurunan kondisi pasar di Indonesia sepanjang tahun ini. Walau kondisi serupa juga terlihat di tahun 2024, tahun 2025 sudah menjadi titik terendah dari pasar mobil disini. Sehingga muncul saran untuk memberikan insentif agar penjualannya bisa memulih seperti dulu.

Insentif yang Belum Diputuskan
Sebelumnya sempat ada saran soal insentif yang diberikan berdasarkan gas buangan mobil, jadi makin ramah lingkungan modelnya, potongan harga yang didapat bakal lebih besar. Sementara insentif untuk mobil listrik disebut bakal tergantung dari jenis baterainya, dimana baterai nikel bakal mendapat keringanan lebih besar ketimbang jenis lainnya. Tapi jelas ini masih dalam tahap perencanaan dan belum bisa diputuskan begitu saja.

Suzuki Masih Tetap Luncurkan Ertiga Terbaru, Dirilis di IIMS 2026?
Sebelum GJAW 2025, sempat muncul rumor soal Ertiga yang akan mendapat penyegaran,…
Sementara itu, Suzuki menyebut pasar roda empat tidak selamanya bisa bergantung pada insentif saja untuk meningkatkan penjualannya. Produsen masih harus tetap menghadirkan mobil anyar untuk melengkapi lini produknya, agar mereka bisa meningkatkan daya minat konsumen. Kalau produsen tidak menghadirkan satupun produk terbarunya, mereka bisa saja tertinggal jauh dari kompetitornya.

Rilis Mobil Baru
Lalu kondisi ekonomi juga berpengaruh besar pada hasil penjualan mobil di Indonesia, dan kalau kondisinya memulih maka ini berdampak positif bagi penjualannya. Terakhir yaitu regulasi mengenai pajak yang dikenakan, dimana pajak mobil di Indonesia disebut menjadi salah satu pajak paling tinggi di seluruh dunia. Tidak heran kalau harga mobil rata-rata dibanderol cukup mahal, bahkan setelah modelnya diproduksi lokal sekalipun.

Dengan banyaknya mobil baru yang dirilis di tengah kondisi ekonomi yang membaik dan regulasinya yang jelas, maka insentifnya bisa dijalankan dengan mulus. Tapi kalau kondisinya masih seperti tahun lalu, produsen bakal kesulitan untuk meningkatkan penjualannya.

Suzuki Ertiga Dapat Diskon Rp 32 Juta, Khusus Model 2025?
Sehingga masih ada stok tahun lalu yang tersisa di sejumlah dealer, dan…






