RiderTua.com – Buat kamu yang baca RiderTua hari ini… Marc Marquez kembali ke performa terbaiknya bersama tim Ducati Lenovo pada 2025 dengan sukses meraih gelar dunia MotoGP 2025 atau gelar dunia-nya yang ke-7 di kelas utama. Rider berusia 32 tahun itu mendominasi musim dengan merayakan 11 kemenangan grand prix dan 14 kemenangan sprint.
Namun lajunya terhenti ketika Marquez mengalami cedera bahu usai crash di Mandalika. Dia terpaksa absen hingga akhir musim di Valencia. Ketidakhadirannya, membuat pembalap lain dan juga pabrikan lain tampil lebih menonjol. Adiknya Alex Marquez sukses meraih runner-up, Aprilia berhasil merayakan 3 kemenangan dalam 4 seri terakhir dan pembalapnya Marco Bezzecchi sukses menempati peringkat 3 dalam klasemen. Pedro Acosta juga tampil kuat bersama KTM, dia berhasil menempati peringkat 4 mengalahkan Pecco Bagnaia yang berada di peringkat 5. Bahkan Raul Fernandez (menang di GP Australia) dan Fermin Aldeguer (menang di GP Indonesia) secara mengejutkan mampu meraih kemenangan.
Marc Marquez Mulai Mewaspadai Rivalnya: MotoGP Musim 2026 akan Menarik

Marc Marquez mengatakan, “Musim 2026 akan menarik. Aprilia berkembang sangat pesat. KTM bersama Acosta juga kuat. Honda semakin lama semakin dekat, mereka telah membuat kemajuan besar. Yamaha sedikit kesulitan, tetapi yah mereka tetap Yamaha.”
“Dari Alex Marquez, kita dapat mengharapkan segalanya. Dengan finis ke-2 di Kejuaraan, dia akan menjadi salah satu kandidat juara dunia. Kecepatan Pecco masih ada. Terkadang hanya butuh 2 bulan untuk me-reset semuanya. Targetnya adalah kembali memperebutkan gelar dunia. Itu harus menjadi target dan itu akan menjadi tekanan bagi saya,” pungkas juara dunia 9 kali itu.
Marc Marquez dan semua pembalap reguler MotoGP akan kembali menunggangi motor MotoGP mereka pada tes pramusim resmi di Sepang pada 3-5 Februari mendatang.

Gelar dunia MotoGP 2025 sudah sah jadi milik Marc Marquez setelah musim yang nyaris sempurna bersama Ducati.. Meskipun cedera di Mandalika menghentikan aksinya, namun seolah hal ini jadi pengingat bahwa peta persaingan kini jauh lebih ketat dan berbahaya.
Absennya Marc justru membuka mata bahwa Aprilia, KTM, hingga generasi muda seperti Bez, Acosta, Aldeguer, dan Fernandez siap mengambil alih panggung, sementara Alex Marquez dan Pecco Bagnaia jelas belum habis.
Kita tunggu saja hingga tes pramusim Sepang di gelar, MotoGP 2026 terasa bukan lagi soal king of king yang berkuasa sendirian, melainkan perang besar banyak calon pemenang.. tapi Marc sendiri sudah menyadarinya, mempertahankan mahkota kali ini bisa jadi lebih berat dibanding saat merebutnya… Mempertahankan bisasanya lebih sulit karena lebih banyak tekanan…






