RiderTua.com – Kendati mendapat penalti turun tiga posisi di grid karena menghalangi Pecco Bagnaia pada latihan hari Jumat, Franco Morbidelli menunjukkan kekuatannya dan langsung melesat ke barisan depan. Start dari posisi ke-9 di grid, rider VR46 Ducati langsung berada di posisi ke-7 pada akhir lap pertama. Kemudian dia menyalip Raul Fernandez dan Jack Miller sekaligus di lap kedua dan naik ke posisi ke-5.
Dua lap kemudian, Franky juga berhasil mengejar Ai Ogura dan kemudian menyalipnya. Dia berusaha mengejar Pecco Bagnaia yang berada di posisi ke-3, namun rekannya di VR46 Academy itu terlalu kuat. Baru setelah hampir crash, dia menahan diri dengan memperhitungkan risikonya dan untuk menghemat ban. Rider berusia 30 tahun itu berhasil mengamankan posisi ke-4 hingga garis finis.
Franco Morbidelli : Saya Ingin Pakai Ban Hard Tapi Tim Menyakinkan untuk Pakai Soft Ternyata Pilihan yang Tepat

Apakah posisi ke-4 merupakan posisi maksimal yang bisa Franky dapatkan di GP Thailand? “Posisi pertama adalah hasil maksimal. Tapi posisi ke-4 adalah hasil maksimal yang bisa kami raih setelah penalti pada hari Jumat. Saya sudah mulai menebus penalti di sprint kemarin. Hari ini saya ingin memulai balapan utama dengan ban depan hard, tetapi tim meyakinkan saya untuk menggunakan ban soft lagi yang ternyata menjadi pilihan yang tepat,” jawab Franco Morbidelli.
Dengan ban soft, murid Valentino Rossi itu mampu menyerang dengan leluasa setidaknya pada tahap awal balapan. “Ban depan soft membuat saya bisa melakukan beberapa manuver menyalip. Meski begitu, serangan itu sangat berisiko karena suhu yang tinggi, lay out lintasan, dan karena semua pembalap sudah melahap banyak lap di lintasan ini selama tes dan tahu cara menghadapi balapan. Menyalip Pecco sangat sulit dan saat mendekatinya saya membuat kesalahan. Saya harus tenang, memperlambat sedikit dan mengamankan posisi ke-4,” ungkap rider blasteran Italia-Brasil itu.
Rekan setim Jorge Martin (absen karena cedera) itu melanjutkan bahwa hari ini akhirnya dia bisa tampil eksplosif seperti yang dia inginkan selama ini. “Saya start dengan baik, mirip dengan balapan di Mandalika tahun lalu. Saya perlahan-lahan mencapai performa itu. Hal terpenting adalah mampu start lebih jauh di depan, itu adalah kunci agar benar-benar kuat di awal balapan,” pungkas Franky.






