RiderTua.com – Pedro Acosta start dari posisi ke-7 di GP Thailand. Tapi rider KTM itu tidak memulai balapan dengan baik dan hanya berada di posisi ke-9 pada lap pertama. Sejak saat itu dia terjebak diantara beberapa pembalap dan tidak dapat meningkatkan posisinya. Kemudian pada lap 4 dari 26 lap, Acosta crash di tikungan 1. Meskipun dia mampu melanjutkan balapan kembali, namun harapannya untuk mencetak poin musnah. Rider berusia 20 tahun itu hanya bisa finis di posisi ke-19.
Apa yang terjadi? “Saat itu saya berada tepat di belakang Marco Bezzecchi, saya sedikit melebar karena ban belakang terlalu banyak selip kemudian saya kehilangan kendali atas roda depan. Crash yang relatif normal, tetapi kita harus memahami mengapa bagian belakang terlalu banyak selip yang menyebabkan situasi seperti itu. Kita mengurangi beban dari bagian belakang, motor selip lalu beban itu pindah ke bagian depan motor. Ini adalah kombinasi dari beberapa hal. Kami harus mempelajari beberapa hal untuk lebih memahami cara kerja motor dan apa masalah kami. Dengan begitu, kami baru bisa bersaing,” jawab Acosta.
Pedro Acosta : Crash yang Relatif Normal

Usai crash Acosta kemudian bangkit dan melanjutkan sisa balapan. Apakah sisa balapan seperti layaknya pengujian baginya? “Ya, itulah mengapa saya terus melaju. Kecepatan saya secara keseluruhan tidak buruk. Saya kehilangan waktu 40 detik karena crash itu, dan setelah kembali balapan saya hanya kalah 7 detik dari pembalap di depan,” ungkap rider berjuluk Hiu Mazarron itu. Usai crash Acosta masih kompetitif dan cukup kuat, jadi jika saja dia tidak crash maka dia bisa bersaing memperebutkan 5 besar.
Pernyataan Acosta kita cocokkan dengan catatan waktunya. Pada akhir lap ketiga, Acosta tertinggal 4,1 detik dari pemimpin balapan Marc Marquez. Kemudian crash terjadi pada lap ke-4 dan setelah lap tersebut Acosta tertinggal 29 detik dari Marquez. Kemudian dia melanjutkan balapan dengan time lap di kisaran 1:31,5 menit hingga 1:31,7 menit, sementara Marquez yang berada di posisi terdepan mencatatkan waktu di kisaran 1:30,7 menit hingga 1:31,2 menit. Pada akhirnya, juara dunia Moto2 2023 itu total tertinggal lebih dari 42 detik. Dari jumlah itu, sekitar 17 detik adalah waktu yang hilang karena kecepatannya melambat saat melanjutkan balapan usai crash. 25 detik sisanya berasal dari waktu yang hilang saat crash termasuk proses bangkit kembali dan kembali bergabung di lintasan.
“Saya berharap kita bisa menemukan sesuatu yang menarik dari data tersebut. Jelas penting untuk menyelesaikan balapan untuk melihat kondisi ban. Sepanjang akhir pekan kami berada dalam situasi yang dramatis di area ini. Kami perlu menganalisis, mengapa keausan ban kami begitu tinggi. Itu tidak normal. Untuk meringankan beban pada roda belakang, kita harus mengerem lebih lembut. Itu satu-satunya pilihan. Namun saya gagal melakukan itu karena saya tidak bisa lagi mendapatkan catatan waktu putaran yang baik,” pungkas rekan setim Brad Binder itu.






