Manu Gonzalez Rayakan Kemenangan Terlalu Cepat, Berujung Kehilangan 23 Poin di Moto2 Inggris 2026
RiderTua.com – Balapan Moto2 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone menghadirkan salah satu momen paling tidak biasa musim ini. Bukan karena duel sengit memperebutkan kemenangan, melainkan akibat kesalahan yang dilakukan pemuncak klasemen dunia, Manu Gonzalez, yang merayakan balapan satu putaran lebih awal.
Kesalahan sederhana itu berubah menjadi bencana besar. Saat para rival masih terus memacu motor menuju putaran terakhir, Gonzalez justru sudah berdiri di atas motornya untuk merayakan apa yang ia kira sebagai akhir lomba. Beberapa detik kemudian, kenyataan berkata lain. Balapan belum selesai.
Akibat kekeliruan tersebut, pembalap Spanyol itu harus puas finis di posisi ke-14 dan kehilangan 23 poin yang seharusnya bisa memperlebar jaraknya di klasemen kejuaraan.
Berawal dari Duel Sengit di Barisan Depan
Sejak lampu start padam, persaingan di kelompok depan berlangsung sangat ketat. Izan Guevara memulai balapan dari pole position, sementara Dani Holgado, Ivan Ortola, Tony Arbolino, dan Manu Gonzalez langsung membentuk rombongan terdepan.
Selisih antarpembalap sangat tipis. Posisi terus berganti hampir di setiap sektor sehingga balapan diprediksi baru akan ditentukan pada putaran-putaran terakhir.
Arbolino sempat menunjukkan kecepatan yang sangat menjanjikan. Pembalap Italia itu berhasil menyalip Ortola sebelum akhirnya mengambil alih posisi terdepan dari Holgado. Saat itu, ia terlihat sebagai kandidat kuat peraih kemenangan.
Namun situasi berubah drastis lima putaran menjelang finis. Arbolino kehilangan kendali motornya di tikungan Vale dan terjatuh. Insiden tersebut langsung menghapus salah satu pesaing utama dan membuat perebutan kemenangan kembali terbuka.
Gonzalez Bangkit Setelah Awal yang Sulit
Sementara itu, Gonzalez sempat mengalami awal balapan yang kurang ideal. Ia sempat melorot hingga posisi ketujuh setelah beberapa tikungan pertama.
Meski begitu, pemimpin klasemen dunia itu tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Dengan ritme yang semakin kompetitif, Gonzalez mulai menyalip satu per satu rivalnya, termasuk Tony Arbolino dan Alonso Lopez.
Perlahan tetapi pasti, ia kembali masuk ke kelompok terdepan. Di depan, Holgado terus memberikan tekanan kepada Guevara, sementara Ortola tetap menjaga peluang dengan jarak yang sangat rapat.
Memasuki pertengahan lomba, tempo balapan semakin meningkat. Holgado sempat memimpin sekaligus mencatat putaran tercepat, sedangkan Guevara mulai kehilangan posisi dan keluar dari persaingan langsung memperebutkan kemenangan.
“Balapan Moto2 Silverstone 2026 benar-benar menyajikan momen yang bikin geleng kepala. Manu Gonzalez sudah berdiri merayakan karena mengira balapan telah usai, padahal masih tersisa satu putaran lagi! Dani Holgado yang melaju tepat di belakang tak sempat menghindar dan menyenggol bagian belakang motor Gonzalez hingga knalpot (exhaust) motornya rusak. Akibatnya, Gonzalez tak lagi mampu bersaing di lap terakhir, finis melorot ke posisi 14, dan kehilangan 23 poin yang sebenarnya bisa memperlebar keunggulannya di klasemen dunia. Satu kesalahan menghitung putaran, dampaknya ternyata sangat mahal.
“
Kesalahan yang Mengubah Segalanya
Memasuki lap-lap terakhir, Gonzalez dan Holgado terlibat duel ketat. Keduanya silih berganti memimpin dan sama-sama masih berpeluang merebut kemenangan. Namun sesaat setelah melewati garis finis pada putaran kedua terakhir, terjadi momen yang benar-benar di luar dugaan: Gonzalez mengira balapan telah berakhir… !!!
Ia memang tidak menutup gas sepenuhnya, tetapi langsung berdiri di atas motor untuk merayakan kemenangan. Padahal masih tersisa satu putaran lagi sebelum bendera finis benar-benar dikibarkan.
Holgado yang berada tepat di belakang tak sempat menghindar. Motor keduanya bersentuhan, dengan roda depan Holgado mengenai bagian belakang Kalex milik Gonzalez hingga menyebabkan kerusakan pada bagian ujung knalpot.
Holgado masih mampu melanjutkan balapan, tetapi peluangnya bertarung memperebutkan kemenangan ikut sirna. Sementara bagi Gonzalez, insiden itu jauh lebih merugikan karena ia kehilangan banyak posisi dan akhirnya hanya finis ke-14.

Manu Gonzalez Akui Salah Mengira Balapan Sudah Selesai
Usai balapan, Gonzalez mengakui bahwa dirinya benar-benar mengira putaran tersebut adalah lap terakhir.
Ia mengatakan saat melintasi garis finis sebenarnya masih belum sepenuhnya yakin apakah bendera kotak-kotak sudah dikibarkan.
Menurutnya, selama beberapa putaran sebelumnya ia berusaha mencari papan penunjuk jumlah lap yang biasanya berada di lintasan lurus finis, tetapi tidak menemukannya.
Saat melihat panel instrumen motornya, ia juga membaca indikator yang membuatnya semakin yakin balapan telah selesai. Ditambah lagi duel ketat melawan Holgado membuat fokusnya sepenuhnya tertuju pada pertarungan di depan.
Karena itulah, ketika melewati garis finis, Gonzalez spontan berdiri untuk merayakan. Beberapa saat kemudian ia mendengar suara motor para rival melaju sangat cepat melewatinya.
“Saat itulah nasib buruk datang. Dani mengenai knalpot motor saya sehingga saya tidak lagi bisa bersaing pada putaran terakhir. Padahal setelah sempat merayakan, saya sebenarnya masih berada dalam perebutan posisi depan,” ungkap Gonzalez.
Filip Salac Manfaatkan Kekacauan di Depan
Di tengah kekacauan yang terjadi pada dua pembalap terdepan, Filip Salac justru memanfaatkan peluang dengan sangat baik.
Pembalap OnlyFans American Racing Team itu mengambil alih posisi pertama pada saat yang paling menentukan dan menjalani putaran terakhir dengan lebih tenang dibanding para rivalnya.
Salac akhirnya menyentuh garis finis sebagai pemenang, sekaligus meraih kemenangan pertamanya di kelas Moto2.
Ivan Ortola finis kedua dengan selisih hanya sekitar tiga persepuluh detik, sementara Alex Escrig melengkapi podium sekaligus mencatat podium pertamanya di Kejuaraan Dunia.

Kejuaraan Dunia Masih Dipimpin Gonzalez
Meski mengalami hasil yang sangat mengecewakan, Gonzalez masih bertahan di puncak klasemen dunia dengan koleksi 197,5 poin.
Namun keunggulannya kini mulai terpangkas. Sebelum balapan di Silverstone, ia unggul 51,5 poin atas Izan Guevara. Setelah Moto2 Inggris usai, selisih tersebut menyusut menjadi 42,5 poin.
Ortola juga mendapat keuntungan besar dari hasil ini. Tambahan poin membuatnya semakin mendekati Senna Agius dalam perebutan posisi tiga besar klasemen.
Bagi Gonzalez, Silverstone menjadi pelajaran yang sulit dilupakan. Ia sebenarnya berada dalam posisi ideal untuk memperlebar keunggulan di klasemen. Namun hanya karena salah menghitung jumlah putaran, balapan yang nyaris berakhir dengan hasil besar justru berubah menjadi salah satu momen paling disesali sepanjang musim 2026.













