Home MotoGP Alex Marquez: Marc Tidak Lagi Bersaing dalam Perebutan Gelar Dunia, Dia Sudah...

    Alex Marquez: Marc Tidak Lagi Bersaing dalam Perebutan Gelar Dunia, Dia Sudah Tamat!

    Alex Marquez Crash di Sachsenring 2026
    Alex Marquez

    RiderTua.com – Setelah berhasil finis ke-2 di belakang kakaknya Marc dalam sprint hari Sabtu, Alex Marquez ingin menang atau setidaknya mengulang hasil yang sama untuk race utama hari Minggu di Sachsenring. Bukan tanpa alasan, mengapa rider Gresini Ducati itu berani sepede itu. Sejak cedera usai crash di Barcelona yang membuatnya absen di 3 seri, dia merasa sudah kembali ke performa terbaiknya.

    Sayangnya, Alex terpaksa mengubur dalam-dalam ambisinya itu. Rider berusia 30 tahun itu start dengan mulus dan langsung menempati posisi ke-2 di belakang Marc Marquez. Namun dia hanya mampu bertahan hingga lap ke-9, dimana dia crash di tikungan 13 atau tikungan yang sama saat calon suksesornya di tim Gresini tahun depan Joan Mir terjatuh dua lap sebelumnya (lap ke-7).

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    Alex Marquez: Marc Tidak Lagi Bersaing dalam Perebutan Gelar Dunia, Dia Sudah Tamat!

    Alex Marquez - Gresini Sete Gibernau
    Alex Marquez – Gresini Sete Gibernau

    Soal crash yang dialaminya, Alex Marquez mengatakan, “Insiden yang cukup konyol. Tetapi pada akhirnya, tetap saja crash. Baik crash berat maupun ringan, atau crash konyol sekalipun, hasilnya sama, Zonk! Tetapi jika dibandingkan dengan crash yang lain, itu tidak terlalu terasa sakit.”

    Meski crash dan gagal mencetak poin dalam race utama, namun Alex merasa senang karena kondisi fisiknya sudah jauh lebih baik. “Menurutku kami menjalani akhir pekan yang sangat baik. Saya sangat senang bisa kembali menjalani akhir pekan normal pertama saya setelah Montmelo dan menunjukkan kecepatan yang luar biasa sepanjang akhir pekan,” ujarnya.

    Apa kekurangan Alex dalam balapan? “Memang saya masih harus lebih menerima race pace, untuk bersaing, bertarung melawan pembalap lain, dan mempertahankan level tersebut. Itulah yang masih kurang dari saya,” jelasnya.

    Alex Marquez
    Alex Marquez

    Apakah kondisi fisiknya-lah yang memengaruhi crash tersebut? “Secara fisik, tidak terlalu berpengaruh. Di beberapa bagian saya terlalu kaku di atas motor dan di situlah saya memberi terlalu banyak tekanan pada bagian depan. Itu salah satu penyebab saya jatuh. Saya tidak sedang mengambil risiko apa pun. Kalau balapan ini mengharuskan saya untuk mengambil risiko, maka saya akan mengambilnya mulai sekarang hingga akhir musim,” jawab rider yang saat ini menempati peringkat 9 dengan mengumpulkan 87 poin dalam klasemen itu.

    Apakah Alex terlalu bersemangat setelah memetik hasil apik di hari Sabtu? “Tidak, mungkin saya justru sebaliknya. Dengan intensitas yang lebih rendah atau sedikit lebih santai, saya terlalu percaya diri. Saya jatuh pada saat saya terlalu percaya diri, di mana saya merasa baik dan semuanya berjalan lancar. Menurutku itu lebih karena hal itu ketimbang hal lain,” ujarnya.

    Apa yang terjadi tepat sebelum crash? “Itu adalah titik dalam balapan, di mana Marc dan saya sedang banyak mengatur segalanya, terutama ban belakang. Kami mencoba untuk mengerem lebih keras untuk mengejar waktu yang hilang saat berakselerasi, dan di situlah saya membuat kesalahan kecil itu,” jelas putra Julia Marquez itu.

    Alex Marquez
    Alex Marquez

    Apakah Alex mengerem terlalu keras? “Tepat sekali, untuk sedikit menghemat ban belakang,” jawabnya.

    Sebelumnya Marc dan Pecco Bagnaia mengatakan bahwa Alex adalah pembalap dengan kecepatan terbaik. “Kami belum sempat membuktikannya. Di atas kertas, kami sangat setara tetapi tidak lebih baik. Kami belum melihat hasil akhirnya. Jadi, hanya omong kosong kalau bilang saya memiliki pace yang lebih baik atau saya akan menang, karena itu tidak benar,” ujarnya sambil tertawa.

    Menurut Alex, kemungkinan kakaknya Marc tidak gas pol sampek mentok dan masih punya cadangan kecepatan saat memimpin balapan. “Ini salah satu tipe balapan, di mana saya rasa Marc bisa sedikit lebih agresif. Saat berada di bawah tekanan, kita hanya mendapatkan 0,1 atau 0,2 detik lebih cepat per lap. Ketika Marc unggul 2 detik dan melihat rivalnya tidak bisa mengejarnya, dia mulai mengatur kecepatannya dengan sangat baik. Pembalap selalu menyimpan ‘sesuatu’ untuk berjaga-jaga jika seseorang seperti Ogura mulai mengejar dan menekan kita,” ungkapnyya.

    Hasil Race MotoGP Jerman 2026
    Hasil Race MotoGP Jerman 2026

    Apakah menurut Alex, Ai Ogura masuk sebagai salah satu penantang gelar dunia? “Setelah kemenangan terakhirnya, ya. Sebelum itu, saya rasa dia masih kurang satu langkah kecil. Tetapi ketika meraih kemenangan pertama, kita mulai merasakan bagaimana rasanya menang, lalu berkata ‘sekarang saya percaya diri’,” jawabnya.

    Alex melanjutkan, “Menurutku dia adalah rival yang sangat berbahaya dan mampu bertarung sampai akhir. Dia sudah menunjukkannya di Moto2. Ketika dia menemukan ritme dan kepercayaan dirinya, dia tampil sangat bagus. Kemudian kita harus melihat, apakah dia mengalami penurunan performa karena sepanjang karirnya dia pernah mengalami beberapa fase seperti itu. Tetapi ketika dia mampu mempertahankan konsistensi dan kepercayaan diri, dia adalah pembalap ‘paket komplet’.”

    Apakah Marc adalah penantang gelar dunia musim ini? “Dia tidak dalam persaingan, dia tidak, dia sudah tamat,” jawab Alex sambil ngakak.

    Klasemen Usai Race MotoGP Jerman 2026
    Klasemen Usai Race MotoGP Jerman 2026

    Apa rencana Alex untuk paruh kedua musim ini? “Saat ini saya akan fokus untuk persiapan balapan di Silverstone. Mencoba untuk meningkatkan kondisi fisik dan tubuh dalam kondisi fit 100 persen. ​​Jika belum bisa di Silverstone, kami punya waktu 3 pekan sebelum balapan di MotorLand. Di sanalah kita harus mencoba mencapai potensi maksimal kita,” ujarnya.

    “Itu adalah dua sirkuit yang saya sukai. Saya ingin mencoba untuk menjalani akhir pekan seperti disini. Kami tidak sedang memperebutkan sesuatu yang besar, jadi kami bisa gas pol, mengambil risiko, dan membangun konsistensi untuk kembali ke level yang hampir kami raih di sini. Tetapi masih ada satu langkah kecil lagi yang kami lakukan,” pungkas rider yang tahun depan bergabung dengan tim pabrikan Red Bull KTM bersama Fabio Di Giannantonio itu.

    © ridertua.com

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini