Home MotoGP Luca Marini Finis ke-8: Kami Harus Mengaku Kalah dari Yamaha di Sachsenring

    Luca Marini Finis ke-8: Kami Harus Mengaku Kalah dari Yamaha di Sachsenring

    Jack Miller - Luca Marini
    Jack Miller - Luca Marini

    RiderTua.com – Start dari posisi ke-13 di grid, Luca Marini langsung menyalip rekan setimnya Joan Mir dan Franco Morbidelli (VR46 Ducati) sekaaligus di lap pertama. Setelah itu rider Honda Castrol itu tertahan di belakang Jack Miller (Pramac Yamaha) dan tidak mampu menyalipnya. Ketika ban rider asal Australia itu mulai aus menjelang akhir balapan, barulah Marini bisa merebut posisinya.

    Marini juga diuntungkan dari beberapa rider didepan yang terjatuh, yang membuatnya naik ke posisi ke-8. Dia bertahan di posisi itu hingga garis finis tertinggal 18,6 detik di belakang pemenang Marc Marquez (Ducati Lenovo). “Kami mencapai hasil terbaik yang mungkin diraih saat ini. Inilah potensi yang bisa kami tunjukkan di paruh pertama musim. Finis lebih baik dari P8 akan sulit dicapai, kecuali dalam keadaan khusus,” ujar rider berusia 28 tahun itu.

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    Luca Marini Finis ke-8: Kami Harus Mengaku Kalah dari Yamaha di Sachsenring

    Hasil Race MotoGP Jerman 2026
    Hasil Race MotoGP Jerman 2026

    Setelah Luca Marini gagal mencetak dalam sprint hari Sabtu (finis ke-11), timnya merombak total set-up motornya. “Saya tidak suka set-upnya. Jadi untuk race utama, kami kembali ke set-up dasar saya. Dan itu adalah kompromi terbaik.”

    Menurut Marini, race utama di hari Minggu adalah bagian tersulit di setiap balapan akhir pekan. Setelah balapan Moto2, suhu lintasan menjadi lebih tinggi dan pembalap harus menggunakan ban medium yang punya grip lebih rendah. “Saya sering mengalami understeer, bagian depan motor tidak stabil, dan sulit berbelok saat masuk tikungan,” ungkapnya.

    Marini sempat tertahan lama di belakang Jack Miller, tapi setelah beberapa lap kecepatan rider tim Pramac itu menurun drastis. “Awalnya dia sangat cepat, tapi kemudian dari satu lap ke lap berikutnya dia mulai melambat. Sepertinya dia mengalami masalah,” ujarnya.

    Klasemen Usai Race MotoGP Jerman 2026
    Klasemen Usai Race MotoGP Jerman 2026

    Karena cukup lama berada di belakang Yamaha M1, Marini jadi tahu karakternya. “Para pembalap Yamaha berbelok dengan sangat baik. Bagi kami, itu tidak mudah saat ini. Kami lebih banyak mengalami masalah di area itu. Sepanjang akhir pekan di Sachsenring, Yamaha sedikit lebih baik dari kami. Kami kalah dalam ‘Japan Cup’ (persaingan antar pabrikan Jepang). Itu poin untuk mereka,” tegas rider asal Urbino Italia itu.

    Marini memberikan sedikit kritikan untuk Honda. “Kami sudah mencoba segalanya di paruh pertama musim, tapi pada akhirnya masalahnya selalu sama. Honda harus lebih agresif dalam pengembangan motor. Kami harus lebih keras mendorong para insinyur dan pihak Jepang, agar mereka membawa suku cadang yang lebih ‘ampuh’ untuk masa depan,” tegasnya.

    Marini melanjutkan, “Kalau kompenen dikembangkan dan diuji mulai sekarang, suku cadang ini juga bisa digunakan tahun depan sehingga kita akan mendapatkan lebih banyak data. Jadi mengapa membuang waktu? Kami tidak puas hanya dengan posisi ke-8. Tahun lalu kami sudah terbiasa dengan posisi ini, tapi kami ingin mencapai hasil yang lebih baik. Itu mustahil diraih di paruh pertama musim ini.”

    Luca Marini
    Luca Marini

    Memasuki libur musim panas 2026, Marini berada di peringkat 10 dengan perolehan 79 poin dalam klasemen. Hasil yang jauh lebih baik ketimbang musim lalu. Meskipun Marini menjadi pembalap terbaik di klasemen dan juga di beberapa balapan, namun hingga detik ini masa depannya bersama HRC (Honda Racing Corporation) masih menggantung. Banyak spekulasi yang menyatakan bahwa Marini bakalan didepak dari Honda. Tahun depan, tim pabrikan Honda dikabarkan akan diperkuat Fabio Quartararo dan David Alonso dari Moto2. Namun hingga kini mereka belum juga mengumumkannya secara resmi.

    Saat ini Marini kerap dikaitkan dengan tim Tech3 KTM untuk 2027. Spekulasi ini mencuat setelah pemiliknya Gunther Steiner blak-blakan memujinya. Mantan bos F1 itu tertarik dengan kemampuan Marini dalam menganalisa motor, sehingga diharapkan akan membantu pengembangan RC16 yang saat ini punya banyak masalah, seperti yang dilakukannya di Honda dalam 2 tahun terakhir. Selain itu Steiner juga suka dengan karakter atau kepribadian adik legenda MotoGP Valentino Rossi. Meski timnya saat ini sedang terpuruk dan motornya juga bermasalah, dia tidak pernah bicara buruk tentang mereka.

    Sebelumnya Steiner juga mengaku ingin punya satu rookie untuk tahun depan. Dan nama yang masuk menjadi kandidat adalah Manuel Gonzales yang saat ini memimpin klasemen Moto2 dan Senna Agius yang saat ini berada di peringkat 3.

    © ridertua.com

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini