RiderTua.com – Perjuangan Pedro Acosta di race hari Minggu di TT Assen digagalkan bukan karena masalah teknis pada RC16 miliknya seperti pada balapan sebelumnya, namun karena kondisi fisiknya. Rider Red Bull KTM itu mengalami mati rasa pada jari-jari tangan kanannya saat balapan berlangsung. Di lap ke-13 (dari balapan 26 lap), rider berusia 22 tahun itu sudah mulai melambat dan tak lama berselang dia langsung menepi ke pinggir lintasan sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
Acosta didiagnosa mengalami sindrom lorong karpal (carpal tunnel syndrome), suatu kondisi di mana saraf di pergelangan tangan tertekan yang menyebabkan mati rasa di jari-jarinya. Dan pada hari Selasa (30 Juni), rider berjuluk Hiu Mazarron itu menjalani operasi pergelangan tangan.
Pedro Acosta Baru Saja Menjalani Operasi Pergelangan Tangan, GP Jerman Aman!

Red Bull KTM Factory Racing menyatakan, “Pedro Acosta menjalani operasi kecilpada pergelangan tangan kanannya yang berjalan sukses pagi ini untuk mengatasi sindrom lorong karpal. Kalau hasil pemeriksaan medis pekan depan menunjukkan perkembangan yang baik, dia diperkirakan dapat kembali ke grid start untuk Grand Prix Jerman.”
Untungnya, akhir pekan ini MotoGP libur jadi Acosta punya cukup banyak waktu untuk fokus pada pemulihannya. Balapan MotoGP di Sachsenring akan berlangsung pada 10-12 Juli mendatang. Setelah itu Kejuaraan Dunia MotoGP akan memasuki libur musim panas.
Setelah gagal mencetak poin di GP Ceko karena masalah teknis pada RC16 miliknya dan hanya mencetak 1 poin (finis ke-9 di sprint Assen) di GP Belanda akhir pekan lalu, Acosta harus turun ke peringkat 7 dalam klasemen. Dengan mengumpulkan 133 poin, ini artinya juara dunia Moto2 2023 itu tertinggalΒ 60 poin dari pemimpin klasemen yang baru Jorge Martin.

Melihat situasi pelik yang lagi dihadapi Pedro Acosta sekarang, menarik banget buat ditunggu kelanjutannya: apakah setelah operasi pergelangan tangan ini doi bisa langsung kembali bugar dan gaspol di Sachsenring nanti, atau justru masa pemulihannya yang mepet bakal bikin posisinya di klasemen makin merosot dan tertinggal jauh dari Jorge Martin? Tapi di balik itu semua, pertanyaan paling besar yang bikin penasaran para fans MotoGP sebenernya cuma satu, bro: setelah sukses menjalani operasi *carpal tunnel* ini, apakah si “Hiu Mazarron” bakalan tampil jauh lebih gacor, makin kencang, dan kembali agresif tanpa beban rasa sakit lagi di atas RC16 miliknya, atau justru dia butuh waktu lebih lama buat mengembalikan performa terbaiknya setelah libur musim panas nanti?







