RiderTua.com – Jelang GIIAS 2026, banyak produsen yang sudah menyiapkan model baru untuk diluncurkan ke publik, termasuk merek asal China ini. Ternyata modelnya sudah mendarat disini dan bisa saja diluncurkan kapanpun, tapi pameran otomotif bisa menjadi momen yang tepat untuk meluncurkannya.
T1 Tidak Dijual Sebagai Produknya Arcfox?
BAIC sebenarnya punya lebih banyak model yang dijualnya di kampung halamannya, tapi tidak semuanya bisa dijual di Indonesia. Semuanya harus melalui tahap riset pasar tujuannya sebelum diluncurkan disini, dan kini mereka menyiapkan model anyar untuk dirilis nantinya. Model tersebut bernama T1, dan sebenarnya model ini dijual sebagai produknya Arcfox, merek hasil patungannya dengan Huawei.

Arcfox sendiri menjual berbagai macam model di pasarnya, tapi baru T1 yang akan dibawanya ke Indonesia, itupun modelnya tidak akan mengusung nama merek Arcfox. Memang agak disayangkan kalau merek yang satu ini tidak ikut dibawa sekalian agar konsumen tahu BAIC tidak hanya punya produknya sendiri. Namun ini dilakukan agar mereka bisa fokus memperluas lini mobil yang dijualnya, karena mereka baru menjual tiga model saja.
Terakhir mereka meluncurkan BJ30 HEV di GIIAS 2025, dan modelnya disambut baik karena mengusung desain retro-modern serta mengusung mesin hybrid. Jelas ini pertama kalinya mereka menjual mobil ramah lingkungan di Indonesia, tapi mereka nggak mau berhenti sampai disini saja. Mereka akan membawa salah satu produknya Arcfox untuk dirilis di GIIAS tahun ini.

Spek Masih Sama?
Seperti yang diduga, BAIC sudah mendatangkan unitnya ke Indonesia, dan kelihatannya model ini tidak jauh berbeda dengan model yang dijual di kampung halamannya. Dari spyshot yang beredar, modelnya terlihat memakai emblem BAIC, bukan logo Arcfox, dan ini mungkin juga berlaku untuk bagian kap mobil. Dari tampilan luar sampai dalam tidak ada bedanya dengan Arcfox T1, atau lebih dikenal sebagai Arcfox Beta T1 di China.
Meski sebagai mobil listrik pertamanya, entah apa modelnya bisa dirakit lokal seperti model yang diluncurkan sebelumnya. Mengingat mereka sudah merakit BJ30 HEV, tentu merakit lokal T1 tidak menjadi masalah karena tidak memakai mesin bensin, tapi masalahnya pada baterainya. Walau itu bukan menjadi masalah baginya, asalkan mereka bisa memproduksi T1 disini, dan ini juga mengurangi jumlah unit yang diimpor dari luar negeri.

Lawannya Dolphin dan EX2?
Meski sekilas terlihat seperti mobil SUV karena desainnya yang begitu sporty, T1 dijual sebagai hatchback bertenaga listrik murni. Alhasil model yang menjadi lawan beratnya ada tiga, dari BYD Dolphin, Geely EX2 atau Xingyuan, sampai Chery QQ3 yang sudah lebih dulu hadir di segmennya. Masalahnya EX2 yang paling mendominasi, bahkan modelnya menjadi mobil listrik terlaris di China tahun lalu, dan mungkin ini akan menjadi tantangan terberat yang harus dihadapinya.
Belum lagi ketiga rivalnya ini sudah ada di Indonesia, walau Chery belum memulai penjualan model Q untuk sekarang. EX2 sejauh ini unggul jauh dari Dolphin, dan mungkin Chery bakal mengejar ketertinggalannya dengan menjual Q nantinya, walau ini bukan perkara mudah kalau EX2 makin laris terjual. Sebenarnya BYD juga menjual hatchback selain Dolphin, yaitu Atto 1, tapi modelnya berukuran jauh lebih mungil ketimbang tiga rival sekelasnya tersebut.

Kalau sudah begini, T1 bakal menjadi mobil BAIC pertama yang bukan berupa mobil SUV, dan kebetulan hal serupa juga terjadi pada Chery. Kebetulan keduanya belum meluncurkannya untuk sekarang, tapi kemungkinan kedua hatchback listriknya ini akan diluncurkan di GIIAS 2026. Bedanya, Chery akan memulai penjualan model Q yang sudah ditampilkan ke publik bulan lalu.
BAIC sepertinya benar-benar serius ingin membawa model BEV pertamanya ini ke Indonesia. Mereka nggak takut harus bertemu dengan rival sekelasnya lagi, karena T1 tampil beda dari EX2 maupun Q, karena punya desain ala mobil SUV dan keunggulan lainnya seperti ADAS.






