Home MotoGP Tolak Gaji Rp200 Miliar per Musim dari Yamaha, Pecco Bagnaia Pilih Gabung...

    Tolak Gaji Rp200 Miliar per Musim dari Yamaha, Pecco Bagnaia Pilih Gabung Aprilia

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    RiderTua.com – Pecco Bagnaia akhirnya resmi membuka lembaran baru dalam kariernya. Mulai musim 2027, juara dunia MotoGP itu akan membela Aprilia Racing dengan kontrak jangka panjang selama empat musim.

    Massimo Rivola ngaku salut dan bangga banget sama keputusan Pecco Bagnaia. Kata bos Aprilia Racing itu, di saat pembalap lain mungkin bakal langsung silau dan tergoda sama tawaran duit sekitar Rp200 miliar (10 juta euro ) per musim dari Yamaha, Pecco malah lebih milih proyek balap yang dia yakini bisa bikin dia balik lagi ke puncak…!

    Daftar Isi

    Tolak Gaji Rp200 Miliar per Musim dari Yamaha, Pecco Bagnaia Pilih Gabung Aprilia

    Massimo Rivola - Pecco Bagnaia
    Massimo Rivola – Pecco Bagnaia

    Buat Rivola, pilihan ini ngebuktiin banget kalau sang juara dunia lebih mentingin tantangan dan percaya sama proyek masa depan Aprilia, ketimbang cuma sekadar nyari duit gede. Mental juara emang beda!

    Kepindahan ini sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di paddock MotoGP dalam beberapa pekan terakhir. Namun, ketika pengumuman resmi dirilis, ada satu fakta menarik yang langsung jadi sorotan: Pecco ternyata tolak tawaran fantastis dari Yamaha demi bergabung dengan Aprilia.

    Nominalnya bukan main-main…

    Pabrikan Jepang tersebut disebut tawarkan gaji lebih dari 10 juta euro per musim atau setara lebih dari Rp200 miliar per tahun. Di tengah tren penurunan gaji pembalap MotoGP dalam beberapa musim terakhir, angka itu tergolong sangat besar dan bahkan bisa disebut sebagai salah satu kontrak paling menggiurkan di paddock.

    Yamaha memang sedang membangun proyek besar menuju era baru MotoGP pada 2027. Musim tersebut akan jadi titik awal regulasi mesin 850 cc sekaligus dimulainya era ban Pirelli sebagai pemasok tunggal.

    Pecco Bagnaia - Yamaha
    Pecco Bagnaia – Yamaha

    Mereka membutuhkan seorang pembalap berpengalaman yang mampu memimpin pengembangan motor sekaligus membawa tim kembali ke papan atas. Nama Pecco Bagnaia pun jadi target utama.

    Tak tanggung-tanggung, para petinggi Yamaha dikabarkan “membuka brankas” demi membujuk pembalap asal Turin itu. Tawaran lebih dari 10 juta euro per musim disodorkan kepada Pecco dengan harapan ia mau didapuk jadi pemimpin proyek kebangkitan Yamaha.

    Bagi banyak pembalap, tawaran seperti itu tentu sulit ditolak. Namun, Pecco justru ambil jalan berbeda…. Alih-alih mengejar bayaran tertinggi, pembalap Italia tersebut memilih proyek olahraga yang ditawarkan Aprilia. Keputusan itu membuat banyak pihak terkejut karena secara finansial ia justru melepas peluang dapatin penghasilan yang jauh lebih besar.

    Alasan Penolakan..

    Bos Aprilia Racing, Massimo Rivola, kemudian mengungkap alasan di balik keputusan besar tersebut. Menurut Rivola, Pecco tak hanya memikirkan uang. Ada motivasi lain yang jauh lebih besar dalam dirinya.

    “Saya pikir Pecco punya keberanian. Selain faktor VR46 Academy dan latihan yang setiap hari dijalaninya bersama Marco Bezzecchi, ada juga semangat untuk membalas keadaan,” kata Rivola dalam wawancaranya.

    Pernyataan itu memunculkan spekulasi bahwa kepindahan Pecco ke Aprilia juga dipenuhi unsur pembuktian diri. Rivola bahkan mengisyaratkan bahwa Pecco ingin menunjukkan kemampuannya setelah Ducati memilih jalan lain untuk masa depan mereka.

    Menurut CEO Aprilia itu, Pecco kemungkinan merasa perlu membuktikan bahwa dirinya masih mampu jadi yang terbaik setelah Ducati lebih memilih Pedro Acosta untuk proyek jangka panjang mereka.

    “Kalau dia memilih kami, mungkin karena dia merasa bisa kalahkan mereka yang lebih memilih pembalap lain, meskipun Pecco adalah orang yang mengembalikan gelar juara dunia untuk Ducati,” ujar Rivola.

    Pernyataan tersebut semakin memperkuat anggapan bahwa keputusan Pecco bukan semata-mata soal pindah tim, tetapi juga soal harga diri dan tantangan baru.

    Pecco Bagnaia - Aprilia - Marco Bezzecchi
    Pecco Bagnaia – Aprilia – Marco Bezzecchi

    Duo Italiano ..

    Di Aprilia, Pecco akan berbagi garasi dengan Marco Bezzecchi. Kehadiran dua pembalap Italia itu juga jadi bagian dari proyek besar yang telah lama diimpikan petinggi Aprilia. Pabrikan asal Noale tersebut memang ingin membangun tim yang sepenuhnya berisi pembalap Italia untuk sambut era mesin 850 cc.

    Bahkan, dalam pengumuman resminya, Aprilia membuka pernyataan dengan kalimat, “Langit berwarna biru di atas Noale,” sebagai simbol kebanggaan atas duet sesama pembalap Italia itu.

    Rivola pun tak bisa sembunyikan antusiasmenya menyambut kedatangan sang juara dunia. Ia percaya kehadiran Pecco akan membawa Aprilia ke level yang lebih tinggi dan membuka peluang besar untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia di era baru MotoGP.

    Pecco-Bezzecchi-Marini-Morbidelli-VR46-Mandalika
    Pecco Bagnaia -Marco Bezzecchi – Luca Marini – Franco Morbidelli – VR46 Academy – Mandalika

    Keputusan Pecco menolak Yamaha juga memicu efek domino di bursa transfer pembalap. Setelah gagal dapatkan ‘tanda tangan’ pembalap Italia tersebut, Yamaha harus bergerak cepat mencari alternatif. Pilihan mereka akhirnya jatuh pada Jorge Martin. Juara dunia MotoGP 2024 itu akan menjadi andalan baru Yamaha mulai musim 2027 dan diproyeksikan memimpin proyek kebangkitan pabrikan asal Iwata tersebut.

    Pada akhirnya, keputusan Pecco buat cabut dari Ducati dan nolak kontrak fantastis di atas 10 juta euro per musim jadi bukti nyata kalau gak semua hal di MotoGP itu melulu soal duit…

    Kesimpulannya, terkadang tantangan baru, ambisi pribadi, dan pembuktian dirilah yang justru jadi alasan terbesar kenapa seorang juara dunia berani ngambil jalan yang beda. Kelas banget emang pilihan hidupnya..! Go Freee….

    Tolak Gaji Rp200 Miliar per Musim dari Yamaha, Pecco Bagnaia Pilih Gabung Aprilia
    Tolak Gaji Rp200 Miliar per Musim dari Yamaha, Pecco Bagnaia Pilih Gabung Aprilia

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini