Home MotoGP Carlo Pernat: Seandainya Marco Bezzecchi Langsung Meminta Maaf Hari Itu Juga, Mungkin...

    Carlo Pernat: Seandainya Marco Bezzecchi Langsung Meminta Maaf Hari Itu Juga, Mungkin Dia Tidak akan Dihukum Seberat Itu

    Carlo Pernat - Marco Bezzecchi
    Carlo Pernat - Marco Bezzecchi

    RiderTua.com – Carlo Pernat turut menyoroti kasus Marco Bezzecchi yang memukul seorang marshal di Brno akhir pekan lalu. Kasus Bezzecchi ditambah kesalahan Jorge Martin yang memicu crash massal di Balaton Park, menurut Pernat itu bak sebuah ‘gol bunuh diri’ bagi Aprilia. Kesalahan mereka tersebut membuat persaingan dalam perebutan gelar dunia menjadi terbuka lebar. Dua balapan terakhir membuat kejuaraan dunia yang awalnya mengarah ke dominasi Aprilia menjadi berubah.

    “Kejuaraan Dunia hanya bisa dibuka kembali karena adanya kesalahan, dan memang ada beberapa kesalahan serius. Kesalahan Martin dua pekan lalu adalah sebuah bencana, tapi nol poin yang didapat Bezzecchi di Brno terjadi karena kesalahan yang benar-benar bodoh,” tegas Pernat.

    Carlo Pernat: Seandainya Marco Bezzecchi Langsung Meminta Maaf Hari Itu Juga, Mungkin Dia Tidak akan Dihukum Seberat Itu

    Marco Bezzecchi - Marshal
    Marco Bezzecchi – Marshal

    Soal kasus pemukulan Marco Bezzecchi terhadap marshal, Carlo Pernat mengatakan, “Marco adalah pembalap yang sangat kuat dan pribadi yang baik, tetapi dia seharusnya tidak bereaksi seperti itu. Kesalahannya, dia tidak meminta maaf pada hari itu juga. Jika dia melakukannya, dia mungkin tidak akan diskors. Ketika dia meminta maaf keesokan harinya, itu sudah terlambat.”

    Pernat memuji penampilan Marc Marquez yang memenangkan balapan utama di Brno. “Balapan ini menunjukkan bahwa Marquez yang dulu telah kembali. Dia menang dengan sangat mudah. Bahkan jika Bezzecchi dan Martin ikut bersaing, mereka tidak akan mampu berbuat apa-apa. Mereka akan finis di posisi ke-3 atau 4. Dalam 3 lap terakhir, saat rival-rivalnya mulai mengejarnya, dia menurunkan visor helmnya. Dia tidak ingin menunjukkan betapa keras dia memacu motornya, dan betapa panas emosinya. Dia sedikit suka pamer dan banyak membuat drama, tetapi dia sangat kuat,” ujar mantan manajer Enea Bastianini itu.

    Sanksi Marco Bezzecchi Diskors
    Sanksi Marco Bezzecchi Diskors

    Usai balapan di Brno, kini Aprilia hanya unggul tipis atas Ducati dalam klasemen konstruktor. “Aprilia hanya unggul 5 poin atas Ducati. Sebelumnya mereka unggul sekitar 60 poin. Dua balapan telah mengubah segalanya. Apa yang terjadi sungguh luar biasa,” ungkap Pernat.

    Setelah Aprilia meraih kesuksesan di Mugello, Pernat teringat perkataan Massimo Rivola (CEO Aprilia) kala itu. “Saat itu dia mengatakan bahwa dia sedang menikmati masa-masa terbaik dalam hidupnya. Kita harus berhati-hati dengan apa yang kita katakan. Jika terlalu cepat merasa puas, pada akhirnya kita akan menanggung akibatnya,” tegas manajer gaek asal Italia itu.

    Pernat juga menyoroti lepasnya Ai Ogura dari Aprilia. “Ogura adalah pembalap yang luar biasa. Aprilia membiarkannya pergi untuk bergabung dengan Yamaha. Saya gagal paham dengan keputusan itu, tetapi itu pilihan mereka,” tegasnya.

    Marco Bezzecchi Meminta Maaf
    Marco Bezzecchi Meminta Maaf

    Soal KTM, Pernat dengan tegas mengatakan, “Mesin mereka terus bermasalah. Pedro Acosta sudah capek. Dia benar, dia tidak bisa terus seperti ini. Dia ingin sekali mengendarai Ducati dan akan menjadi rekan setim Marc Marquez tahun depan.”

    Pernat memuji perkembangan Honda yang cukup mengesankan. “Mereka bekerja dengan baik dan berinvestasi besar-besaran. Honda bisa menjadi salah satu petantang gelar tahun depan. Tetapi sebelum musim ini berakhir, persaingan akan sangat ketat dan seru untuk ditonton. Karena Marquez akan melawan semua rival-rivalnya,” pungkasnyya.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini