RiderTua.com – Wah ilmu dan pengalaman dari puncak teknologi F1 di bawa ke MotoGP… Pada 26 Mei kemarin, tim Pramac resmi mengumumkan telah merekrut Ross Brawn untuk masuk sebagai dewan direksi Pramac Racing Limited. Brawn akan berperan sebagai penasihat strategis bagi bos tim Paolo Campinoti dan menyumbangkan pengalamannya yang sangat luas dari level tertinggi dunia balap..
Paolo Campinoti menimpali, “Saya sangat bangga menyambut Ross ke Pramac Racing. Di luar karier dan prestasinya yang luar biasa di Formula 1, Ross dan saya sudah berteman selama bertahun-tahun dan hubungan kami penuh rasa hormat. Saya yakin bahwa visi, keahlian, dan mental juaranya akan memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan dan pengembangan Pramac Racing.”
Tim Pramac Merekrut Ross Brawn, Seorang Mantan Insinyur Sekaligus Ahli Strategi Formula 1

Karier Ross Brawn di dunia balap lebih dari 40 tahun. Selama karirnya dia berhasil memenangkan total 22 juara dunia, 11 gelar dunia konstruktor dan 11 gelar dunia pembalap. Dia pernah bekerja untuk tim-tim beken termasuk Ferrari, Honda, dan Mercedes.
Jabatan Brawn di paddock F1 terbilang sangat mentereng. Insinyur asal Inggris itu pernah menjabat sebagai direktur teknik di Benetton pada 1991, lalu pindah ke Ferrari dengan jabatan yang sama mulai 1996 hingga 2006. Saat itu dia menjadi salah satu tokoh utama di masa kejayaan Michael Schumacher di Scuderia Ferrari. Setelah itu pada 2008 dia menjadi bos tim di Honda.
Kemudian Brawn menjadi pemegang saham mayoritas Brawn GP dan sukses membawa timnya sendiri meraih gelar dunia pada 2009 bersama Jenson Button. Mulai 2010 tim tersebut berubah menjadi Tim Mercedes F1, di mana dia menjabat sebagai bos tim hingga 2013. Dan mulai 2017 hingga 2022, mantan insinyur yang saat ini berusia 71 tahun itu menjabat sebagai direktur olahraga Formula 1.

“Saya sangat senang bergabung dengan Dewan Direksi Pramac Racing Limited sebagai anggota non-eksekutif. Dunia motorsport selalu tentang sumber daya manusia, kerja tim, dan peningkatan berkelanjutan. Saya senang bisa mendukung Paolo dan tim, serta berkontribusi dengan pengalaman yang saya miliki. Pramac berhasil membangun organisasi yang hebat, dengan semangat tim yang kuat dan ambisi besar. Saya senang menjadi bagian dari masa depan mereka,” ujar Ross Brawn.
Namun sejak bergabung dengan Yamaha, tim Pramac belum mampu menunjukkan performa kuatnya. Mereka menyelesaikan musim 2025 di peringkat 11 atau terakhir dalam klasemen tim MotoGP. Musim ini, mereka kembali menjadi juru kunci dalam klasemen tim setelah menjalani 6 seri pertama 2026. Dua pembalapnya, Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu masing-masing hanya menempati peringkat 23 dan 22 dalam klasemen pembalap.

Menurutku kalau budaya dan pengetahuan tingkat tinggi F1 dibawa ke MotoGP akan ada lompatan teknis nih, minimal bagaimana cara memanfaatkan teknologi canggih semakin mantap serta efisien, termasuk kerja tim… Itulah mengapa para ahli dan insinyur lulusan F1 dianggap membawa “ilmu sihir” baru ketika mereka memutuskan pindah dan berkarir di MotoGP..






