RiderTua.com – Langsung aja ya Bro, ada berita hangat buat pembaca RiderTua, mobil ramah lingkungan di Indonesia semakin banyak diminati konsumen, apalagi model BEV yang semakin banyak pilihannya. 0954 Memasuki bulan April, tidak ada satupun mobil yang dijual di pasar ini mengalami kenaikan harga.
Mobil BEV Belum Alami Kenaikan Harga Bulan Ini
Mobil listrik yang dijual di Indonesia kini lebih beragam pilihannya, tidak hanya terbatas pada mobil SUV saja, karena ada juga mobil MPV, city car, sedan, sampai hatchback. Memang peminat SUV listrik lebih banyak, tapi MPV listrik juga banyak dilirik konsumen karena bisa memuat banyak penumpang serta memiliki desain elegan. Walau kini BEV murah mulai menjadi buruan banyak orang karena harganya yang terjangkau.

Biasanya kalau memasuki bulan baru, produsen akan melakukan penyesuaian harga untuk mobil yang dijualnya. Tapi semua produsen yang menjual mobil listrik di Indonesia belum ada yang menaikkan harganya. Dari Aion, Aletra, BYD, Changan, Chery, Denza, DFSK, Geely, GWM Ora, Jaecoo, Maxus, MG Motor, Neta, Seres, Wuling, sampai XPeng tidak menaikkan harga mobilnya.
Hal serupa juga dilakukan terhadap merek dari luar China, baik itu merek asal Jepang maupun Eropa. Seperti BMW-Mini, Citroen, Hyundai-Kia, Lexus, Mazda, Mercedes-Benz, Mitsubishi, Nissan, Polytron, Porsche, Renault, Suzuki, Tesla, Toyota, Volvo, VinFast, dan Volkswagen. Seakan merek-merek ini tidak berani menaikkan harganya ketika pasar BEV tengah berkembang pesat.

Persaingan Ketat
Dalam beberapa tahun terakhir, makin banyak merek mobil yang berjualan mobil listrik, dan ini sudah membuat persaingannya berjalan cukup ketat. Tidak sampai disitu, banyak diantaranya yang berani menjualnya dengan harga terjangkau, sementara masih ada beberapa diantaranya yang dibanderol cukup mahal. Padahal agar bisa bersaing di pasarnya, setidaknya mobil listrik bisa dibanderol terjangkau sesuai dengan pasar tujuannya.

Terkadang harganya yang mahal ini karena modelnya masih diimpor utuh alias CBU. Ada juga yang kini dibanderol lebih mahal setelah insentifnya berakhir sejak awal tahun ini.







