RiderTua.com – Langsung aja ya Bro, Aprilia Tuono V4 Factory dan Ducati Streetfighter V4 S adalah dua hypernaked paling menggugah datang dari pabrikan Italia. Keduanya memakai mesin V4 berkapasitas besar, punya teknologi elektronik paling canggih, dan dirancang untuk rider yang ingin performa superbike tanpa fairing penuh, siap liar di jalan raya maupun di lintasan track.
Meskipun sama-sama top-tier, karakter mereka berbeda: Tuono terasa lebih lincah dan agresif untuk penggunaan sehari-hari serta track, sedangkan Streetfighter V4 S memiliki tenaga dan karakter mesin yang lebih brutal, plus fitur premium tak tertandingi.
βΆDaftar Isi
Aprilia Tuono V4 Factory: Naked Superbike Agresif yang Siap Track & Jalan Raya

Aprilia Tuono V4 Factory menggambarkan apa artinya ultimate streetfighter yang lahir dari DNA superbike RSV4. Mesin V4, 65 derajat kapasitas 1.077cc 16-klep pendingin radiator, dikawinkan dengan transmisi manual 6-speed.
Mampu menghasilkan tenaga sebesar 180 hp pada 11.800 rpm serta torsi maksimal 121 Nm pada 9.650 rpm. Karakter mesin yang siap di berbagai putaran dengan respons gas yang instan.

Keunggulan Tuono V4 Factory ada pada kombinasi elektronik canggih dan platform sasis ultra-kompak:
- Suspensi Ohlins NPX 25/30 monoblock di depan dan TTX36 di belakang, sama setelan yang biasa dipakai superbike papan atas, memberi feedback luar biasa di jalan dan track. Pengereman sudah Brembo tentunya.
- APRC (Aprilia Performance Ride Control) lengkap dengan traction control, wheelie control, cornering ABS yang dikalibrasi tajam untuk karakter naked.
- Mode berkendara fleksibel yang membuat motor ini terasa tajam saat di-attack, namun tetap stabil saat cruising.
Ukuran ringkas dan distribusi bobot agresif membuat Tuono terasa sangat connected dengan rider, bukan hanya sekadar cepat, tapi penuh feel yang jarang ditemukan di streetbike lain. Aprilia hadirkan motor yang tidak hanya ganas di angka top speed, tapi terasa intuitif di setiap tikungan.
Ducati Streetfighter V4 S: Naked Desmo yang Brutal & Ultra-Premium

Kalau Tuono adalah predator yang lincahnya luar biasa, Ducati Streetfighter V4 S malah punya performa lebih gila. Mesin Desmosedici Stradale V4 kapasitas 1.103cc 16-klep Desmodromic pendingin radiator, dengan counter-rotating crankshaft. Dihubungkan dengan transmisi manual 6-speed.
Diklaim mampu memuntahkan tenaga hingga 214 hp pada 13.500 rpm dan torsi maksimal 120 Nm pada 11.250 rpm. Angka yang sangat tinggi bahkan di kelas superbike sekalipun. Torsi puncaknya juga besar, membuat tarikan langsung terasa brutal sejak gas pertama dibuka.

Tidak hanya tenaga, Ducati memaksimalkan teknologi elektronik dan chassis kelas flagship:
- Layar TFT 5 inci color dengan paket elektronik Ducati terkini: cornering ABS, slide control, power launch, cruise control, radar assist (pada banyak pasar), wheelie control canggih, dan track focus mode.
- Suspensi Ohlins NIX30 (SV) & TTX36 (SV), dikombinasikan dengan riding dynamics canggih yang bisa disesuaikan hampir mendetail lewat dashboard. Pengereman sudah Brembo.
- Desain streetfighter khas Ducati dengan sub-frame aluminium terbuka, dan garis agresif yang membuatnya terlihat seperti motor kelas berat tanpa fairing.
Secara sensasi, Streetfighter V4 S bukan hanya soal kecepatan maksimal, tetapi bagaimana tenaga disalurkan secara dramatis di setiap rentang putaran, membuatnya terasa seperti motor superbike yang bebas dan liar tanpa fairing pelindung.

Performa Superbike Tapi Naked! Aprilia Tuono V4 Factory 2026 Lebih Garang, Kaki-Kaki Mewah
Soal banderol harga dari motor naked tersebut sudah dijual yang harganya sampai…
| Aspek | Aprilia Tuono V4 Factory | Ducati Streetfighter V4 S |
|---|---|---|
| Segmen | Hypernaked / Naked Superbike | Hypernaked / Naked Superbike |
| Mesin | V4 65Β° 1.077cc 16-klep pendingin radiator | V4 Desmosedici Stradale 1.103cc 16-klep Desmodromic pendingin radiator |
| Tenaga | 180 hp @ 11.800 rpm | 214 hp @ 13.500 rpm |
| Torsi | 121 Nm @ 9.650 rpm | 120 Nm @ 11.250 rpm |
| Transmisi | Manual 6-percepatan | Manual 6-percepatan |
| Karakter Mesin | Respons instan, power merata di berbagai putaran, agresif namun tetap usable untuk harian & track | Sangat brutal, tarikan dramatis, sensasi superbike tanpa fairing |
| Suspensi | Γhlins NPX 25/30 (depan) & TTX36 (belakang) | Γhlins NIX30 (SV) (depan) & TTX36 (SV) (belakang) |
| Pengereman | Brembo | Brembo |
| Elektronik | APRC (Aprilia Performance Ride Control) Traction control Wheelie control Cornering ABS Riding mode fleksibel | Cornering ABS Slide control Power launch Cruise control Radar assist (beberapa pasar) Wheelie control canggih Track focus mode |
| Instrumen | Layar TFT color 5 inci | Layar TFT color 5 inci |
| Karakter Riding | Lebih lincah, sangat connected dengan rider, feel tajam di tikungan | Lebih bertenaga dan dramatis, sensasi flagship ultra-premium |
| Harga | 19.799 USD (sekitar Rp 333,8 jutaan) | 30.995 USD (sekitar Rp 522,6 jutaan) |






