Home MotoGP Julian Simon: Marc Marquez Berhasil Menghancurkan Pecco Bagnaia

    Julian Simon: Marc Marquez Berhasil Menghancurkan Pecco Bagnaia

    Pecco Bagnaia - Marc Marquez
    Pecco Bagnaia - Marc Marquez

    RiderTua.com – Sobat RiderTua semua, mantan pembalap Julian Simon mengatakan bahwa kesuksesan yang diraih Marc Marquez bukan datang secara tiba-tiba, melainkan berkat ketekunan dan kegigihannya dalam membangun karir balapnya secara bertahap. “Sejak pertama saya bertemu dengannya di Jerez, saya bisa melihat kekuatannya. Dia punya passion, rasa lapar untuk menang dan mendominasi,” ujarnya.

    Bukan soal kecepatan tapi juga sikap dan mentalitasnya. “Bahkan saat dia terjatuh atau kalah dalam balapan, kita bisa melihatnya. Bahkan ketika hasilnya tidak sesuai ekspektasi, ada sesuatu yang berbeda tentang dirinya,” imbuh Simon.

    Julian Simon: Marc Marquez Berhasil Menghancurkan Pecco Bagnaia

    Marc Marquez - Pecco Bagnaia 2026
    Marc Marquez – Pecco Bagnaia 2026

    Julian Simon terkenang podium pertama yang diraihnya di Donington Park. Saat itu dia bertarung sengit tanpa rasa takut melawan para pembalap yang tangguh. “Saat bertarung melawan Scott Redding di Donington, itu luar biasa. Tapi ketika saya membalap di Moto2, perasaannya berbeda. Muncul rasa takut dalam persaingan. Saat itu saya tahu bahwa dia akan menjadi rival utama saya,” ujar mantan rider yang berkompetisi di Moto2 pada 2010 tersebut.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Marc Marquez - Diogo Moreira
    BACA JUGA:

    Johann Zarco: Diogo Moreira Satu-satunya yang Dapat Menyaingi Marc Marquez

    Apakah Zarco kecewa? "Tidak. Lagipula, saya menghadapi terlalu banyak masalah dengan motor…

    Pada 2009 Simon pernah memprediksi bahwa Marc Marquez akan menang pada 2010 dan ternyata ‘ramalan’nya tersebut tepat. “Saya ingat pernah bilang kepadanya bahwa dia akan menjadi juara dunia di tahun berikutnya,” ungkapnya.

    Gelar dunia 125cc yang diraih Marquez pada 2010, bagi Simon bukanlah kebetulan. Bahkan dia mengakui bahwa saat itu Marc berkompetisi dengan motor yang secara teknis tidak seunggul motornya. “Jika bukan karena itu, akan jauh lebih sulit bagi saya untuk mengalahkannya,” imbuhnya.

    Pecco Bagnaia - Marc Marquez - Michele Pirro
    Pecco Bagnaia – Marc Marquez – Michele Pirro

    Pada 2011 Simon bertekad untuk membalas kekalahannya, namun sayangnya dia mengalami masalah penglihatan yang menghambat karirnya. “Saya pasti akan menang jika bukan karena masalah mata saya,” tegasnya.

    Simon pernah bersaing melawan beberapa pembalap top seperti Casey Stoner, Hector Barbera, dan Jorge Lorenzo. Tapi menurutnya, Marc Marquez sangat berbeda dibandingkan pembalap lain. “Tanpa ragu, dia adalah pembalap yang paling saya takuti. Dengan pembalap lain, saya tahu mereka kuat. Dengan Marc, kita tahu bahwa dia tak terbatas. Itulah kuncinya. Bukan hanya soal bakat. Itu adalah ambisi yang tidak bisa ditawar. Dia adalah pembalap paling lapar yang pernah saya lihat, jauh lebih unggul dibanding yang lain,” jelas Simon.

    Jorge Lorenzo - Marc Marquez
    BACA JUGA:

    Jorge Lorenzo: Gaya Balap Marc Marquez Menyerupai Gaya Balap Saya, Sangat Halus dan Presisi!

    Sebaliknya, Marc Marquez terjun ke MotoGP dengan gaya balap yang agresif dan…

    Menurut Simon, obsesi Marquez hanya satu yakni menang dalam keadaan apa pun. “Tidak peduli lintasannya bagaimana, kondisinya seperti apa, dia selalu ingin menang dan memberikan yang terbaik. Mentalitas seperti itu pasti punya ‘harga’ yang mahal seperti risiko yang lebih besar, lebih banyak crash, lebih banyak situasi ekstrim yang nyaris membuatnya celaka, tetapi juga lebih banyak kemenangan,” jelasnya.

    Pecco Bagnaia - Marc Marquez
    Pecco Bagnaia – Marc Marquez

    Simon melanjutkan, “Dia sering crash dibanding rider lain, tetapi itu karena dia selalu ingin menjadi yang terbaik. Dan hal yang paling mengesankan, ambisinya tetap utuh. Terlepas dari cedera dan tahun-tahun yang telah berlalu, dia masih memiliki rasa lapar yang sama.”

    Marquez menjadi sosok yang semakin kuat dan tangguh setelah kembali dari cedera bahu yang rumit pada 2020. Bagi Simon, disitulah terlihat sisi lain dari seorang pembalap yakni sisi strategis. “Dia cerdas. Lihat bagaimana dia melakukan comeback-nya. Keputusan untuk meninggalkan Honda, melepaskan kontrak jutaan dolar, dan memulai praktis dari nol di tim satelit bukanlah hal yang mudah. ​​Tetapi itu adalah tindakan yang berani. Dan untuk saat ini, dia membuktikan bahwa keputusannya benar. Lihat apa yang terjadi tahun ini. Dia berhadapan dengan Pecco Bagnaia, yang merupakan salah satu rival utamanya dan dia berhasil menghancurkannya,” ujarnya.

    Casey Stoner - Marc Marquez
    BACA JUGA:

    Casey Stoner Membongkar ‘Rahasia’ Kekuatan Marc Marquez yang Tidak Dimiliki Pembalap Lain di MotoGP

    Meski begitu, Stoner mengaku bahwa dia selalu mengamati Marquez. Menurutnya dominasi juara…

    Simon menekankan dampak psikologis yang ditimbulkan Marquez pada para rivalnya. Semua yang dilakukannya menghancurkan fokus para rivalnya. “Mereka tidak bisa fokus pada diri sendiri. Target mereka hanya finis kedua di belakangnya. Mungkin itulah definisi yang paling keras sekaligus paling akurat. Bukan sekedar menang, tetapi dia memaksa orang lain untuk memikirkan kembali batas kemampuan mereka sendiri,” tegasnya.

    Julian Simon
    Julian Simon

    Bagi Simon, Marc Marquez yang hari berulang tahun yang ke-33 bukan hanya seorang juara dunia. Dia adalah sosok pembalap yang lebih naluriah dan lebih ‘liar’. “Marc seperti binatang buas,” pungkasnya.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    BTW, tes MotoGP berikutnya akan digelar di Buriram pada 21-22 Februari akhir pekan ini, kemudian dilanjutkan dengan balapan pembuka musim (GP Thailand) pada 27 Februari – 1 Maret di sirkuit yang sama.

    Marc Marquez - Luca Marini
    BACA JUGA:

    Luca Marini: Honda Terpuruk Karena Mereka Terlalu Percaya pada Marc Marquez Tetapi Akhirnya Tersesat dalam Pengembangan Teknis

    Marini mampu membalikkan keadaan pada musim 2025 dan Honda juga mengalami peningkatan…

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini