RiderTua.com – RiderTua readers di rumah maupun di mana saja, Jorge Lorenzo punya murid baru yakni Victor Cubeles yang baru-baru ini berlatih bersama Maverick Vinales. Juara dunia MotoGP 3 kali itu bersama ayahnya Chicho Lorenzo melatih rider muda berusia 14 tahun itu dengan target yang cukup ambisius. Dia ingin Cubeles terjun di Kejuaraan Dunia sebagai salah satu pembalap yang paling siap dalam sejarah, dengan keseimbangan sempurna antara teknik, kemampuan fisik, dan mentalitas.
Bagi Lorenzo, saat melatih Cubeles dia seperti melihat perjalanannya dulu saat meniti karir sebagai pembalap dan dia akan men’transfer’ semua ilmunya kepada rider muda asal Zaragosa itu. “Saat melihat Víctor, semangat itu menyala kembali. Rasanya seperti ‘wow, saya akan membimbing seorang anak yang mengalami hal yang sama seperti yang saya alami dulu’,” ujar mantan rider berusia 39 tahun itu.
▶Daftar Isi
Jorge Lorenzo: Saya Ingin Victor Cubeles Menjadi ‘Cristiano Ronaldo’-nya Balap Motor
Jorge Lorenzo punya ambisi yang cukup besar pada Victor Cubeles. Dia ingin menjadikan Victor ‘Cristiano Ronaldo’-nya balap motor. “Sebuah target besar, ambisius, sekaligus realistis. Bahkan jika bakat kita biasa-biasa saja, tapi jika kita bekerja keras, kita pasti mampu mengalahkan seseorang yang punya bakat tapi tidak mau berusaha. Usaha dan konsistensi adalah fondasi utama dari setiap kesuksesan di dunia balap motor,” imbuh mantan rider asal Mallorca Spanyol itu.

Latihan yang diterapkan Lorenzo pada Víctor tidak hanya terbatas pada berkendara saja tapi juga teknik, kekuatan, fleksibilitas, dan persiapan mental. “Saat ini tingginya 1,60 meter dan bobotnya masih sangat ringan, jadi dia harus menambah 12 kilogram massa otot. Tetapi pada usia itu, kita belum bisa mengangkat beban jadi latihannya hanya push-up, pull-up, berenang, dan yang terpenting peregangan,” jelas Lorenzo.
Kombinasi Skill Fisik dan Kekuatan Mental Victor
Kelincahan dan mobilitas Victor sangat menonjol, bahkan dalam latihan di sirkuit kecil dia sangat cepat dan bahkan sempat mengejutkan Vinales. Tak hanya itu, menurut Lorenzo persiapan mental juga memainkan peran penting. Dia juga mengajari Victor cara mengatasi tekanan, berkonsentrasi, dan tetap tenang sebelum balapan. Meditasi juga dimasukkan dalam program sebagai upaya untuk meningkatkan konsentrasi dan kejernihan pikiran. Hal ini juga dilakukan beberapa atlet top seperti Kobe Bryant, LeBron James, dan Cristiano Ronaldo.
Lorenzo menegaskan, “Memulai di usia 14 tahun memberi Víctor keuntungan utama dibandingkan anak muda lain yang memulai lebih lambat.”
Victor memiliki kesempatan yang mungkin tidak dimiliki anak-anak seusianya, dia berkesempatan berlatih bersama Maverick Vinales yang merupakan pembalap MotoGP yang berhasil memenangkan balapan dengan 3 pabrikan berbeda sekaligus belajar langsung dari pengalamannya. “Meskipun dia masih belajar teknik, kita melihat hal-hal yang dia lakukan lalu memberinya nasihat, dan pada akhirnya dia langsung bisa beradaptasi,” ungkap Lorenzo, menyoroti cepatnya daya tangkap Victor dalam belajar.

Latihan bersama ini menghasilkan manfaat timbal balik. “Vinales juga menghadapi tantangan teknis, dengan mencoba mengimbangi Víctor dalam latihan kelincahan dan itu ikut meningkatkan persiapannya sendiri,” jelas Lorenzo. Jenis latihan ini juga diterapkan Valentino Rossi yang juga berlatih bersama rider muda, yang tetap kompetitif hingga usia 42 tahun dan meninggalkan warisan besar dalam pembinaan pembalap muda.
Kunci Sukses Lorenzo: Keseimbangan Disiplin Ekstrem dan Menikmati Hidup
Jorge Lorenzo menggambarkan dirinya sebagai kombinasi antara disiplin ekstrem dan menikmati hidup. “Jorge Lorenzo yang serius dan disiplin ada di sini, tetapi juga ada yang pergi ke Maladewa atau Dubai untuk bersenang-senang. Saya tidak memberi label pada diri sendiri, tapi saya bisa menjadi keduanya. Sikap ini akan saya tularkan pada Victor, terkait pentingnya disiplin tanpa kehilangan motivasi atau kecintaan pada olahraga ini, mengajarkannya bahwa kesuksesan tidak harus menghilangkan kenikmatan hidup,” jelas Lorenzo.

Kolaborasi antara Lorenzo dan Victor dilakukan melalui latihan langsung (tatap muka) dan pemantauan jarak jauh. Melalui video dan koreksi jarak jauh, Victor tetap dapat memperbaiki tekniknya bahkan saat Lorenzo berada di Dubai. “Latihan langsung di sirkuit seperti Albaida, sangat penting untuk memperbaiki detailnya dan kondisinya juga lebih mendukung ketimbang di Zaragoza, di mana cuaca dingin dapat membatasi sesi latihan,” pungkas Lorenzo.
Sesi latihan disesuaikan dengan semua aspek balapan mulai dari sirkuit kecil untuk kelincahan hingga trek yang lebih besar untuk kecepatan dan daya tahan. Setiap sesi latihan dirancang untuk membantu Victor meningkatkan kemampuannya, mulai dari teknik murni hingga persiapan fisik dan mental secara menyeluruh.






