RiderTua.com – Salam gas-pol rem-pol untuk pembaca setia RiderTua, penjualan mobil listrik di Indonesia masih cukup bagus di tengah kondisi pasar yang belum kondusif. Dari banyaknya merek yang menjual mobil jenis ini, ada satu merek yang cukup menonjol karena penjualannya melebihi angka 40 ribu unit.
Penjualan Model BEV Masih Stabil Tahun Lalu
BYD sudah tidak bisa diremehkan lagi kalau membahas soal mobil listriknya. Bagaimana tidak, sepanjang tahun lalu saja mereka sudah menjual lebih dari dua juta unit model BEV di seluruh dunia, dan kalau ditotal dengan model PHEV-nya, mereka menjual lebih dari 4 juta unit mobil. Meski meleset dari target, ini sudah memberikannya posisi teratas di pasar BEV global dan menggeser dominasi Tesla.

Ternyata tidak hanya pasar global saja yang dikuasainya, di Indonesia mereka juga menguasai pasar BEV. Walau mereka hanya menjual mobil listrik saja, penjualannya sudah mencapai 46.711 unit secara wholesales dan 44.342 unit secara retail. Dengan ini, mereka bisa memimpin pasarnya tahun lalu, apalagi penjualannya sudah terbantu oleh model unggulannya.
Salah satu model unggulannya yaitu Atto 1, yang baru seumur jagung tapi modelnya sudah dipesan hingga ribuan unit. Bahkan modelnya mencetak rekor penjualan baru di pasar mobil listrik di Indonesia dengan penjualan lebih dari 10 ribu unit, karena biasanya mobil listrik hanya menjual kurang dari itu. Ini sudah menunjukkan tingginya peminat konsumen terhadap BEV murah seperti Atto 1.

Banyak Pilihan yang Ditawarkan
Selain Atto 1, M6 dan Sealion 7 juga punya banyak peminat, meski dengan catatan penjualan yang belum melampaui mobil mungil tersebut. Tapi setidaknya BYD masih bisa menawarkan pilihan bagi konsumen, terlebih MPV listrik entry level masih belum banyak tersedia di Indonesia. Model lainnya seperti Atto 3, Dolphin, hingga Seal juga masih menjadi andalannya hingga sekarang.

Walau kini pasarnya makin ramai dengan banyaknya kompetitor, mereka masih bisa memegang pangsa pasar sebesar 5 persen, dan ini tentu tidak bisa dicapai dengan mudah. Terlebih mereka harus menghadapi kurangnya peminat mobil listrik disini.






