Home MotoGP Mulai Musim 2026 Pembalap MotoGP dan Superbike yang Jatuh Dilarang Menyalakan Kembali...

    Mulai Musim 2026 Pembalap MotoGP dan Superbike yang Jatuh Dilarang Menyalakan Kembali Motornya di Pinggir Lintasan

    Marc Marquez crash COTA
    Marc Marquez crash COTA

    RiderTua.com – Bro-Sis RiderTua lovers, ada berita up-date dari FIM. Federasi Motor Internasional mengumumkan bahwa mulai musim 2026, para pembalap MotoGP dan WSBK yang crash dilarang menyalakan kembali motornya di pinggir lintasan. Demi keselamatan, upaya untuk menghidupkan motor yang mati usai terjatuh harus dilakukan di balik pembatas lintasan atau tepatnya di jalur servis. Baru setelah itu, pembalap diperbolehkan kembali ke lintasan atau meneruskan balapan jika memungkinkan.

    Dulu, para pembalap yang crash diizinkan menyalakan kembali motornya di pinggir lintasan. Namun hal ini berpotensi besar membahayakan para marshall dan pembalap itu sendiri, yang berada di area run-off di tengah balapan yang sedang berlangsung.

    Mulai Musim 2026 Pembalap MotoGP dan Superbike yang Jatuh Dilarang Menyalakan Kembali Motornya di Pinggir Lintasan

    Pembalap MotoGP Crash - Pecco Bagnaia
    Pembalap MotoGP Crash – Pecco Bagnaia

    Di Superbike, aturan ini berarti, pada sesi latihan dan Superpole pembalap masih boleh kembali ke pit melewati lintasan. Karena selama ini WSBK memang melarang pembalap memulai lap baru setelah crash selama sesi non-balapan tersebut. Sedangkan dalam balapan, mereka dapat melanjutkan balapan tanpa harus masuk pit.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Di MotoGP, ini berarti bahwa pembalap masih dapat melanjutkan sesi setelah crash, hanya saja mereka harus menghidupkan kembali motor dari belakang pembatas lintasan dan bukan di area run-off.

    Jika mesin motor masih menyala, pembalap boleh langsung kembali ke lintasan. Namun marshal berhak mencegah pembalap kembali ke trek, jika setelah melakukan pemeriksaan motor mereka menganggap motor tersebut mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan situasi berbahaya jika kembali ke lintasan seperti kebocoran oli.

    Pembalap MotoGP Crash - Fabio Quartararo
    Pembalap MotoGP Crash – Fabio Quartararo

    Perubahan aturan FIM ini merupakan hasil keputusan yang dibuat bersama oleh Komisi Grand Prix dan Komisi SBK. Aturan baru ini juga sudah dikomunikasikan melalui surat yang ditujukan kepada petugas lintasan balap sirkuit, federasi nasional, promotor balap, IRTA, dan anggota komisi balap sirkuit.

    “Setelah kecelakaan atau masalah teknis, setiap motor yang tidak menyala di lintasan atau di area run-off harus segera dibawa ke belakang garis perlindungan pertama oleh marshal. Mesin tidak boleh dihidupkan kembali di lintasan atau area run-off. Mesin harus dipindahkan ke jalur servis (atau di tempat yang aman dan terlindungi jika tidak ada jalan servis), di mana bantuan untuk menghidupkan kembali dapat diberikan,” begitulah isi surat dari FIM tersebut.

    Pedro Acosta - Crash Race Motegi
    Pembalap MotoGP Crash – Pedro Acosta –  Race Motegi

    Tambahan: Hanya pembalap yang dapat melakukan perbaikan atau penyesuaian pada motor mereka pasca crash, dan ini juga harus dilakukan di belakang pembatas. Marshal masih diperbolehkan untuk membantu pembalap menghidupkan kembali motor mereka, tetapi ini juga harus dilakukan di belakang pembatas.

    FIM menegaskan bahwa dibuatnya aturan baru ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan para marshal dan mendorong federasi nasional untuk menerapkan protokol yang sama. Namun mereka juga mengakui bahwa pada awalnya aturan ini mungkin akan menimbulkan pro dan kontra, tetapi alasan utamanya adalah untuk meminimalkan potensi bahaya bagi marshal yang berada di lintasan.

    Pembalap MotoGP Crash - Jorge Martin 
    Pembalap MotoGP Crash – Jorge Martin 

    Aturan ini juga berlaku di semua kejuaraan balap yang diselenggarakan FIM, tidak hanya MotoGP dan WSBK tapi juga (misalnya) Kejuaraan Dunia Enduro/Ketahanan FIM.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini