RiderTua.com – Mengenai situasi Pecco Bagnaia, Davide Tardozzi (manajer tim Ducati Lenovo) mengatakan, “Sungguh paradoks, berpikir bahwa Pecco berhasil memenangkan 8 balapan sementara Jorge hanya memenangkan 3 tapi dia tertinggal 10 poin di klasemen. Ini seperti ‘luka terbuka’. Tetapi menurutku Bagnaia sangat paham dan saya yakin bahwa dia akan dapat memberi kami kepuasan yang pantas dia dan seluruh tim dapatkan, karena pada akhirnya Pecco menyadari nilai tim.”
Kemenangan Francesco Bagnaia di GP Jepang merupakan kemenangan grand prix ke-8 nya musim ini. Ini artinya rider Italia itu berhasil menyamai pencapaian beberapa legenda MotoGP seperti Casey Stoner, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Marc Marquez di era modern.
Namun dengan hanya 3 kemenangan, Martin malah berhasil memimpin klasemen sejak GP Aragon bulan lalu. Meskipun jumlah kemenangannya lebih banyak, Pecco Bagnaia hanya bisa menempati peringkat 2 di klasemen karena juara dunia MotoGP dua kali itu mengalami 7 kali DNF dibandingkan dengan Martin yang hanya mencatatkan 4 DNF pada musim 2024.
Davide Tardozzi : Pecco Tidak akan Gentar Menghadapi Martin di Valencia

Dengan 4 seri MotoGP tersisa, Ducati berhasil memenangkan kejuaraan konstruktor dan sekarang dipastikan akan memenangkan gelar dunia pembalap untuk ketiga kalinya berturut-turut. Karena 4 pembalap teratas semua diisi skuat Desmosedici.
Mengingat betapa ketatnya pertarungan memperebutkan gelar antara Martin dan Bagnaia, Davide Tardozzi merasa bahwa siapa pun yang berhasil memenangkannya memang sepenuhnya pantas mendapatkannya.
Manajer asal Italia itu menjelaskan, “Tahun ini, lebih dari sebelumnya, siapa pun yang memenangkan gelar akan pantas mendapatkannya dan siapa pun yang berada di peringkat 2 tidak akan berbeda. Ada rasa saling respect yang mutlak antara Pecco dan Martin, karena mereka berdua tahu kekuatan mereka masing-masing.”
Tardozzi menambahkan bahwa Pecco Bagnaia tidak gentar menghadapi Jorge Martin di Valencia, di mana Martin sangat kuat di trek kandangnya. Tantangannya benar-benar terbuka dan harus dimainkan. Keduanya berpeluang besar memenangkan gelar. “Siapa pun yang menang, itu akan pantas. Dan bagi siapa pun yang kalah, itu tidak akan menjadi yang kedua,” pungkasnya.






