Panas! Alvaro Bautista: Saya Lebih Baik dari Redding di Ducati

RiderTua.com – Kontroversi Alvaro dengan Scott Redding muncul saat dia mempermasalahkan bobot minimum pembalap plus motor. Saat itu, Alvaro Bautista sudah menanggapi komentar Redding, tapi dalam sebuah wawancara baru-baru ini dia menambahkan, “Saya melihat alasan eksternal sebagai kelemahannya. Motor Ducati yang dia kendarai tahun lalu tidak cocok untuknya, sementara ketika saya datang dan bisa menang.. Karena itu dia tidak bisa mengatakan apa-apa tentang motornya karena kalau tidak mereka akan bertanya: Lalu mengapa kamu tidak menang tahun lalu?.. Dia akan selalu menemukan alasan, tetapi itu tidak akan pernah terjadi karena saya lebih baik darinya (dengan motor Ducati).. Saya tidak mengatakan bahwa saya lebih baik darinya (dalam segala hal), tetapi jangan membuat alasan itu untuk saya. Cari alasan yang lain,” kata Bautista..

Alvaro Bautista menjadi salah satu pembalap yang luar biasa musim ini. Pembalap asal Spanyol ini dinobatkan sebagai Juara Dunia SBK setelah menutup musim yang sempurna dengan 31 podium dan 16 kemenangan. Dia merupakan pembalap Spanyol terakhir yang menjuarai WSBK setelah direngkuh pembalap asal Catalunya pada 2011 yang juga dengan Ducati, Carlos Checa. Bautista mengomentari kenapa Redding gagal di Ducati, “Motor yang dia kendarai tahun lalu tidak cocok untuknya, sementara ketika saya datang (memakai motor yang sama yakni Ducati) dan bisa menang”.. Sebenarnya Redding juga tidak terlalu buruk, karena selama di Ducati SBK (2020-2021), Scott Redding menjadi runner-up dan peringkat-3 dunia, sekaligus membuktikan bahwa motor Ducati Panigale memang kompetitif..

Pada 2019 saat Bautista di Ducati dia langsung gacor dengan meraih 11 kemenangan dalam 11 balapan pertama. Meski nyaris meraih gelar, kesalahan, jatuh, dan insiden lainnya akhirnya menghilangkan peluang untuk memenangkan gelar dan Jonathan Rea-lah yang menang dalam perebutan gelar itu. “Saya kurang berpengalaman dengan ban di banyak situasi, ada banyak sirkuit yang tidak saya ketahui dan motor Panigale juga baru bagi saya. Itu adalah sepeda motor yang sangat radikal dan untuk mengendarainya dengan cara itu saya harus melaju dengan gaya balap yang sangat banyak bertumpu di bagian depan, sangat pendek,” kenangnya.

Tidak seperti tiga tahun lalu, “Tahun ini saya dapat memahami ban dengan lebih baik, memahami setiap detail dengan lebih baik, dan menjadi kuat serta mencoba memanfaatkan saat-saat sulit.. Hal yang paling indah tentang tahun ini adalah sekali lagi saya menikmati motornya. Aku sudah bersenang-senang lagi. Saya memiliki motivasi. Saya memiliki ambisi, saya bekerja keras, saya memperbaiki diri saya sendiri, saya pikir saya telah meningkat sebagai seorang pembalap dan saya sangat bangga dengan apa yang telah saya capai,” kata Alvaro..

Perbedaan antara Panigale 2022 dan 2019

Setelah masa-masa sulit di Honda, Bautista jelas membutuhkan sepeda motor yang cocok untuknya, dan satu-satunya tujuan yang masuk akal adalah kembali ke tim resmi Ducati. Ketegangan antara Redding dan Bautista berlangsung lama, entah bagaimana membantah klaim orang yang mengatakan bahwa Bautista kembali ke Ducati karena kepergian Redding ke BMW dan sebaliknya Bautista mengatakan, “(Karena) Saya datang (ke Ducati) dan itu sebabnya kamu harus pergi,” katanya..

Menurutnya Panigale saat ini tidak jauh berbeda dengan tahun 2019 tetapi mereka telah bermain dengan bobot motor (distribusi berat) dan sekarang memungkinkan dia untuk memiliki motor yang jauh lebih radikal.. “Ini bukan motor yang melaju lebih cepat, tapi lebih seimbang dan lebih mudah di semua jenis sirkuit dan situasi. Untuk alasan ini, di beberapa sirkuit yang kami alami tiga tahun lalu, seperti Donington, kami menjadi yang terbaik,” tambahnya..

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Archives