Pecco: Saya Hanya Mencoba untuk Tetap di Depan Marquez

RiderTua.com – Pembalap pabrikan Ducati Pecco Bagnaia finis ketiga dalam balapan MotoGP di Buriram. Sempat terjadi duel dengan Marc Márquez, di mana sempat menyalip Pecco sekali, namun tak mampu bertahan lama, “Saya hanya mencoba untuk tetap di depannya (Marc),” katanya. Meski selalu kurang gacor di tengah kondisi hujan di Jepang pekan lalu, dia mengambil kesempatan kali ini untuk belajar dari kesalahan di seri Jepang untuk tidak memaksa dan bermain ‘bijak’ dan kembali bertarung untuk Kejuaraan Dunia. Termasuk tidak meminta Miller untuk melambat.. 😁

Bintang Ducati Pecco Bagnaia mengamankan tempat ketiga dalam balapan MotoGP di Buriram pada hari Minggu, dengan hasil ini selisih poin di kejuraaan menipis menjadi dua poin dari pemimpin klasemen Fabio Quarataro dari tim pabrikan Yamaha. Pembalap Italia itu finis 1,9 detik lebih lambat dari Miguel Oliveira (Red Bull-KTM), berhasil bertahan melawan Johann Zarco dan Marc Márquez.

Bagaimana perasaan Pecco menghadapi GP Thailand yang dalam kondisi hujan? “Sejujurnya, saya tidak senang. Saat pemanasan di pagi hari kami mencoba menemukan ban belakang yang tepat untuk balapan kering. Semuanya berjalan sempurna, saya mampu mengatur kecepatan yang baik. Itu salah satu yang terbaik dalam karir saya,” kata Pecco setelah balapan.

“Ketika saya kemudian melihat bahwa setelah balapan Moto3, hujan mulai turun, saya sedikit tertekan.. Beruntung Jack datang kepada saya dan berbicara kepada saya tentang banyak hal. Dia memberi saya beberapa tips. Dia rekan satu tim yang nyata. Akan sulit untuk mengalami hal seperti itu lagi. Saya berharap itu akan sama dengan Enea tahun depan.”

Pecco memuji rekan setimnya Jack Miller, yang finis kedua “Jack adalah temanku, begitu juga Enea. Tapi saya memiliki ikatan yang sangat baik dengan Jack, kami saling mengenal dengan sangat baik. Aneh bahwa saya sangat lambat dalam trek basah di Jepang dan Indonesia. Saya biasanya tidak selambat itu, saya bukan yang terbaik, tapi saya juga tidak selambat itu. Kecepatan dalam balapan ini adalah hasil dari kemarahan dari Jepang,” kata Bagnaia dalam sebuah wawancara.

Apa yang Jack katakan kepada Pecco sebelum balapan? “Kurang lebih dia mengatakan kepada saya bahwa saya harus lebih percaya pada diri saya sendiri saat basah,” katanya sambil tersenyum.

Di paruh kedua balapan, terjadi duel dengan Marc Márquez, yang bahkan sempat menyalip Pecco sekali, namun tak mampu bertahan. Bagaimana pertarungan dengan juara dunia delapan kali itu? “Saya hanya mencoba untuk tetap di depannya. Saya ingin menutup jarak dengan para pemimpin balapan (Miller dan Oliveira), sangat sulit karena di bagian terakhir balapan ban depan serasa mati. Roda depan sering terkunci. Kami mengalami masalah. bertarung seperti di Aragón karena dia mencoba menyalip saya.. Zarco juga mem-push, tapi saya kuat di pengereman, jadi saya mempersulitnya untuk menyalip.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: