Jack Miller: Proyek ini Tidak Bisa Dikerjakan Hanya dalam Semalam

RiderTua.com – Untuk terakhir kalinya, Jack Miller akan menjadi pembalap Ducati di balapan MotoGP luar Eropa sebelum dirinya pindah ke KTM tahun depan. Balapan di Asia dimulai dari GP Jepang akhir pekan ini, kemudian disusul GP Thailand akhir pekan depan. Setelah istirahat 1 akhir pekan, lawatan akan dilanjutkan ke Australia. Miller tak sabar membalap di tanah kelahirannya itu dan menyuguhkan penampilan kuatnya di hadapan para penggemarnya disana. Setelah finis ke-5 di seri MotoGP ke-15 di Aragon, kini JackAss menempati peringkat 5 dalam klasemen setelah 15 dari 20 balapan musim ini.

Jack Miller: Proyek ini Tidak Bisa Dikerjakan Hanya dalam Semalam

“Senang kembali balapan di Jepang, kami mengharapkan akhir pekan yang baik. Setelah sekian lama kita tidak berkunjung ke bagian dunia ini, ada baiknya datang lagi ke sini. Saya selalu menikmati balapan di luar Eropa. Setiap hari Minggu kita mengemas semuanya dan terbang langsung ke trek berikutnya,” kata pembalap pabrikan Ducati itu.

Rider berjuluk Thriller Miller itu menambahkan, “Jika kita mendapatkan hasil yang buruk, kita dapat memperbaikinya minggu berikutnya. Kita tidak harus menunggu di suatu tempat selama 3 minggu. Meskipun kita melakoni balapan yang bagus, kita sangat bersemangat untuk balapan yang akan datang.”

Apa yang dinanti Miller di Motegi? Jadwal yang berbeda menimbulkan tantangan baru bagi MotoGP. “Sesi pertama akan berlangsung lebih dari 1 jam, kami harus memahami dalam beberapa run seperti apa treknya, seperti apa gripnya dan di mana ada gelombang, misalnya. Pada akhirnya kami mungkin bisa sedikit fokus pada kecepatan balapan. Jika waktu memungkinkan, kami harus mencoba lap cepat. Di Argentina kami memiliki semua sesi latihan pada hari Sabtu, jadi seharusnya bisa juga bekerja di sini,” jawab tunangan Ruby Adriana itu.

Ducati saat ini sulit dikalahkan. Sebuah Desmosedici berhasil memenangkan 5 balapan terakhir, total 10 kemenangan pada tahun 2022. Miller menjelaskan, “Saat ini Ducati sangat mendominasi, baik di MotoGP dan juga di Kejuaraan Dunia Superbike. Mungkin mereka tidak pernah terlihat begitu baik. Pembalapnya fantastis, tetapi motornya juga bekerja dengan sempurna.”

“Dengan 8 motor cepat di grid dan didukung banyak pembalap berpengalaman dan cepat, kita juga mendapatkan banyak data dan mengenali pendekatan yang berbeda. Kita mendapatkan semua yang kita butuhkan untuk balapan. Proyek ini tidak dikerjakan hanya dalam semalam. Sejak saya bergabung pada tahun 2018, proses ini terus berlanjut hingga saat ini. Pada dasarnya motornya sempurna, mampu bekerja di segala kondisi,” lanjut Miller.

Seberapa pentingkah ride height device di Twin Ring Motegi? “Di atas kertas harus menggunakan Ride Height Device di Motegi, karena ada banyak zona pengereman dan akselerasi. Motor telah berkembang pesat sejak 2019 ketika kami terakhir balapan di sini. Saat itu Motegi adalah salah satu balapan pertama, di mana kami mulai mencoba perangkat ini. Di Thailand saya menggunakannya untuk pertama kali dalam satu lap. Tetapi pengembangan ban juga berarti bahwa kami harus dapat mencapai catatan waktu yang jauh lebih baik dalam kondisi kering. Tentu saja kita tidak tahu berapa level grip saat ini,” pungkas rekan setim Pecco Bagnaia itu.

Related Articles

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: