Andrea Dovizioso: Mindset Tidak Mengubah Apa Pun

WithU Yamaha RNF MotoGP Team RiderTua.com – Meskipun hanya tinggal dua balapan dan pensiun, Dovi tidak lantas santai, mindset itu tidak merubah semangat kompetisinya.. Dalam balapan MotoGP ketiga terakhirnya, Andrea Dovizioso kembali gagal mencetak poin dengan tim WithU-RNF-Yamaha di Silverstone. Akhir karirnya yang tinggal menghitung hari, tidak berpengaruh pada penampilannya. Pemenang Silverstone 2017 itu hanya berada di posisi ke-24 atau yang terakhir di grid pada hari Minggu. Pada akhirnya dia menyelesaikan balapan 20 lap di posisi ke-16. “Pada akhirnya, balapan sedikit lebih baik. Untung kami ‘gambling’ dan mengambil ban belakang hard dan itu pilihan yang tepat. Kami belum mencoba kompon, yang selalu membuatnya sedikit lebih sulit di awal balapan ketika kita memulai dengan ban yang berbeda,” kata pembalap asal Italia itu.

Andrea Dovizioso: Mindset Tidak Mengubah Apa Pun

“Lalu apa yang terjadi di banyak balapan terjadi lagi. Pada awalnya saya tidak bisa menggunakan potensi ban baru. Jadi saya membuang terlalu banyak waktu. Namun, mulai dari lap 10 hingga akhir, saya sangat konsisten, catatan waktu saya hanya 0,5 detik. Jadi pada akhirnya catatan waktu saya bagus, tetapi sayangnya saya tidak mencetak poin apa pun,” imbuh rider berusia 36 tahun itu.

“Tujuan kami adalah mencetak beberapa poin, tetapi kami tahu itu sulit ketika kita start dari P24. Pada akhirnya finis ke-16 tidak begitu bagus, tetapi gapnya sedikit lebih kecil ketimbang di balapan lain,” kata Dovi, setidaknya menemukan satu aspek positif.

Runner-up MotoGP tiga kali yang akan pensiun setelah balapan kandangnya di Misano pada 4 September itu, bersikeras bahwa meskipun dia mengumumkan pensiun, dia tidak merasa berbeda. “Tidak, tidak. Jika kita tidak punya feeling pada motor, mindset kita tidak mengubah apa pun. Saya benar-benar hanya ingin mendapatkan beberapa poin karena Silverstone adalah salah satu trek terbaik dan saya selalu sangat bagus di sini. Mengingat seberapa jauh kami start, P16 tidak terlalu buruk. Karena kecepatan kami tidak begitu bagus dalam latihan,” lanjut Papa Sara itu.

“Poin adalah tujuan, tapi tidak berhasil. It’s okey. Sangat bagus untuk konsisten di akhir balapan, itu biasa terjadi dalam karir saya. Saya mengelola ban dengan benar, saya fokus dan saya ingin mengejar grup di depan saya, tapi it’s okey,” ungkapnya.

“Jika kita tidak punya feeling untuk lebih cepat, jika kita terpaksa harus cepat maka kita kalah 20 detik pada akhirnya. Sayangnya, kami tidak membicarakan hal-hal kecil. Bagaimana mengendarai Yamaha, terlalu jauh dari apa yang bisa saya lakukan. Tapi saya santai, terlepas dari kenyataan bahwa saya hanya memiliki dua balapan tersisa. Saya membalap dengan sangat rasional, tidak ada yang berubah di kepala saya sekarang,” pungkas pemenang MotoGP 15 kali itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: