Pecco Bagnaia Setelah ‘Dicibir’ Balas dengan Kemenangan!

Ducati Lenovo Team RiderTua.com – Meskipun sudah meminta maaf atas kesalahannya dengan insiden ‘Minuman’ dan tetap diserang dan dicibir, Pecco Bagnaia tidak mau kehilangan fokusnya dan membalasnya dengan kemenangan. Bahkan dia berujar ini adalah salah satu kemenangan terbaiknya.. Pecco Bagnaia sukses merayakan kemenangan keempatnya musim ini di Silverstone. Sebuah balapan yang tidak mudah, mengingat rider Ducati-Lenovo itu harus start dari posisi ke-5 di grid dan tingkat persaingan yang kini semakin ketat, sehingga dia tidak difavoritkan di GP Inggris.

Menurut pernyataannya sendiri, dia masih harus mengejar 0,2 detik. Setelah start yang lambat, pembalap berusia 25 tahun itu mengambil alih di pertengahan balapan 20 lap dan berhasil menahan tekanan dari rider Aprilia Maverick Vinales menjelang garis finis. Pecco menjelaskan, mengapa kesuksesan di Silverstone tidak hanya sangat penting terkait dengan perebutan gelar MotoGP.

Pecco Bagnaia: Salah Satu Kemenangan Terbaik Saya

Pecco Bagnaia adalah pemenang berbeda ke-8 di Silverstone, sejak balapan MotoGP digelar di sirkuit sepanjang 5,9 km pada 2013. “Saya sangat senang dengan balapan ini, saya ingin menghitungnya di antara yang terbaik yang pernah saya miliki. Karena saya kesulitan sepanjang akhir pekan, saya tidak kompetitif seperti yang saya perkirakan,” ungkap rider asal Italia itu.

Murid Valentino Rossi itu menambahkan, “Kemarin saya sudah puas dengan hasil 5 teratas. Saya tahu akan sangat sulit untuk menang hari ini. Tapi pagi ini kami menemukan sesuatu dengan ban belakang hard dan ban depan medium untuk balapan. Di bagian terakhir balapan saya tidak punya grip belakang sama sekali, jadi saya mulai mengerem dengan sangat keras. Itulah satu-satunya kesempatan saya untuk mempertahankan posisi.”

“Saya sangat senang. Tidak seperti Assen, di mana saya mengendalikan keunggulan. Hari ini saya memberikan segalanya di setiap lap. Karena saya tahu akhir balapan akan sulit. Tapi semuanya berjalan dengan baik, kemenangan ini membuat saya sangat bahagia,” ujar Pecco dengan wajah berseri-seri.

Kemenangan keempatnya musim ini atau yang kedua berturut-turut setelah TT Belanda sebelum liburan musim panas, membawa Juara Dunia Moto2 2018 itu selangkah lebih dekat ke perebutan gelar. Sebagai peringkat 3 yang baru, Bagnaia memperkecil jarak dengan Quartararo dari 66 menjadi 49 poin.

Murid VR46 Academy itu melanjutkan, “Saya sudah pasti mengumpulkan banyak poin dalam dua balapan terakhir. Tetapi saya belum ingin memikirkan Kejuaraan Dunia, kami masih punya waktu untuk itu. Pertama, mempersiapkan balapan untuk GP Austria, di mana saya akan mencoba untuk menjadi kompetitif. Saya hanya ingin fokus pada hal itu sekarang.”

“Hari ini sangat penting untuk memanfaatkan long lap penalti Fabio (Quartararo). Itu kuncinya. Fabio kehilangan waktu dengan long lap tersebut. Dia menggunakan ban belakang medium dan jika dia berada di depan, saya pikir dia akan membuka celah. Karena dia sangat kompetitif hari ini. Tapi Zarco menutup racing line dan Quartararo kemudian kehilangan banyak posisi. Dengan ban medium dia tentu tidak dalam posisi terbaik setelah itu.” imbuh rekan setim Jack Miller itu.

“Selain itu, kemarin Aleix (Espargaro) mengalami crash parah, kalau tidak dia akan tampil kompetitif hari ini seperti Maverick (Vinales). Saya mendapat banyak bantuan, jadi untuk berbicara tentang Kejuaraan Dunia hari ini, masih jauh. Tapi yang terpenting, hari ini saya menang. Karena saya kesulitan dan untuk pertama kalinya tahun ini, saya menang dalam situasi yang sulit. Saya sangat senang dengan hal itu,” pungkas kakak Carola Bagnaia itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: