Yamaha Hadirkan Fazzio di Thailand, Beda Dengan di Indonesia?

YAMAHA RiderTua.com – Yamaha sukses meluncurkan Fazzio Hybrid di Indonesia beberapa bulan lalu. Kini skutik bergaya retro tersebut mulai dihadirkan di luar negeri, dengan Thailand sebagai tujuan pertamanya. Yamaha Fazzio yang dijual disana ternyata agak berbeda dengan modelnya di Indonesia. Memang ini dilakukan agar produknya disesuaikan dengan pasar tujuannya.

Baca juga: Yamaha Recall WR155R di Indonesia, Kenapa?

Yamaha Fazzio di Thailand Berbeda Dengan di Indonesia

Sekilas Fazzio yang ada di Negeri Gajah Putih tidak jauh berbeda dengan Fazzio di Tanah Air. Walau dari penampilan luarnya, skutik hybrid ini memiliki pilihan warna yang jauh berbeda. Dimana Fazzio versi Thailand menawarkan warna seperti hijau, merah, abu-abu-oranye, hingga hitam-hijau.

Selain itu, Fazzio di Thailand memiliki unified brake system, yang memungkinkan rem depan dan belakang bisa bekerja sekaligus. Kedengarannya agak mirip dengan mekanisme rem CBS (combi brake system) pada motor matik Honda. Fitur ini sayangnya tidak ditemukan pada Fazzio di Indonesia.

(Motor1)

Lebih Lengkap

Selain itu, tidak ada perbedaan lainnya yang ditemukan pada Fazzio versi Thailand ini. Sisanya seperti spesifikasi mesin hingga fitur selain UBS tidak banyak yang berubah maupun ditambahan fitur baru lainnya. Fitur seperti Y-Connect hingga smart key dan answer back system masih dipertahankan pada model ini.

Fazzio tetap mengandalkan mesin 125 cc bertenaga 6,2 kW dan torsi 10,6 Nm, dipadu dengan teknologi hybrid yang terdiri dari motor dan baterai listrik. Memang speknya tidak jauh berbeda dari yang ada di Indonesia. Walau untuk harganya, model ini dibanderol mulai dari Rp Rp 22,9 juta hingga Rp 23,6 jutaan di Thailand.

Harga ini lebih mahal jika dibandingkan dengan Fazzio di Indonesia. Mungkin karena modelnya yang belum diproduksi lokal atau semacamnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page