Danilo Petrucci: Aku Muak! Pindah ke Superbike Tekanannya akan Sama Seperti di MotoGP

Danilo Petrucci  RiderTua.com – Setelah pensiun dari MotoGP pada Januari 2022, Danilo Petrucci ambil bagian di Kejuaraan Reli Dakar di Arab Saudi untuk KTM. Meski sempat mengalami beberapa masalah, rider berusia 31 tahun itu akhirnya berhasil meraih kemenangan di etape 5 dengan KTM 450 Rally. Tak lama setelah berpartisipasi dalam reli lintas negara terbesar di dunia itu, Petrux mengumumkan pindah dari KTM ke Ducati dan MotoAmerica akan menjadi rumah barunya. “Aku muak dengan semuanya, aku lelah. Saya tahu bahwa pindah ke Superbike akan membawa tekanan yang kurang lebih sama seperti yang saya rasakan di MotoGP,” tegas Petrucci.

Danilo Petrucci: Aku Muak! Pindah ke Superbike Tekanannya akan Sama Seperti di MotoGP

Danilo Petrucci menambahkan, “Saya sudah mengatakan pada diri sendiri bahwa saya tidak ingin pensiun, tapi saya ingin menikmati balapan tanpa tekanan seperti itu. Itu sebabnya saya mencoba Reli Dakar. Hanya sebagai pengalaman untuk melihat apakah saya bisa melakukan tantangan ini.”

Pembalap asal Terni-Italia itu melanjutkan, “Saya pikir pergi ke Amerika seharusnya menyenangkan. Melihat benua lain, menggali pengalaman di negara lain. Tekanannya pasti lebih rendah. Tapi setelah Dakar saya berada di bawah banyak tekanan untuk tampil. Semua orang menyoroti saya ketika saya pindah ke Amerika Serikat. Saya tetap menyukainya, saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini.”

MotoAmerica adalah seri balap motor terbesar di Amerika Serikat, dipandegani oleh juara dunia 500cc tiga kali Wayne Rainey. BTW, lintasan balap dalam kalender seri Superbike AS sangat sulit. “Saya mengerti bahwa treknya sangat berbeda dari yang ada di MotoGP. Ini mirip ketika saya pindah ke British Superbikes. Kita benar-benar harus tahu lintasannya karena sangat bergelombang, punya banyak bagian aspal yang berbeda dan tikungan yang belum pernah saya lihat sebelumnya,” jelas Petrux.

“Ini perpaduan yang bagus antara kesenangan dan tekanan atau performa. Motor MotoAmerica saya sama dengan yang ada di World Superbike. Perbedaan besar adalah ban Dunlop, yang belum pernah saya kendarai sebelumnya,” kata Danilo yang kehilangan posisi sebagai memimpin klasemen atas Jake Gagne (Yamaha) akhir pekan lalu di Laguna Seca.

“Terkadang di MotoAmerica, kita harus mengambil tikungan lebih lambat dari yang sebenarnya. Misalnya, kita akan menemukan dua atau tiga permukaan aspal yang berbeda atau dindingnya sangat dekat. Kita sebenarnya bisa mendapatkan beberapa 0,… detik dari itu, tetapi jika kita crash, itu dapat menyebabkan cedera serius,” lanjut Petrucci.

“Kita tidak dapat membalap secepat mungkin di tempat yang sangat berbahaya. Ini membutuhkan pendekatan yang berbeda, melalui tingkat bahaya yang berbeda. Setelah tahun-tahun MotoGP saya, saya menaruh banyak perhatian pada keselamatan pembalap dan orang-orang.”

Petrucci menjelaskan, “Tentu saja, Dakar sangat-sangat berbahaya. Ketika saya mengeluh tentang keselamatan di MotoAmerica, semua orang berkata, ‘Come on, Anda memenangkan satu etape di Reli Dakar dan sekarang Anda mengeluh tentang hal seperti itu?'”

“Tapi itu sesuatu yang sama sekali berbeda, karena jika ada sesuatu yang tidak jelas dalam reli, kita dapat mengerem dan melihat apa yang terjadi. Bahaya datang ketika kita berpikir kita punya segalanya di bawah kendali. Misalnya, crash dengan kecepatan tinggi,” pungkas Petrux membandingkan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page