Andrea Dovizioso: Keuntungan Ketika Kita Membalap di Belakang dalam ‘Wet Race’

RiderTua.com – Bagi Andrea Dovizioso, paruh pertama MotoGP musim 2022 adalah bencana. Pembalap WithU RNF itu tidak mendapatkan apa-apa karena hasilnya tidak seperti yang diharapkan. BTW, Darryn Binder berada di peringkat 21 dalam klasemen secara keseluruhan setelah 11 dari 20 balapan di musim ini. Rider asal Afrika Selatan itu mengumpulkan poin yang sama dengan rekan setimnya yang jauh lebih berpengalaman, Dovizioso. Hanya mencetak 10 poin adalah mimpi buruk bagi rider asal Italia itu. Tapi di Assen, Dovi juga kesulitan dengan masalah yang sama seperti di balapan sebelumnya. Pada tahap awal, pembalap berusia 36 tahun itu kehilangan terlalu banyak waktu, sementara manuver menyalip tidak mungkin dilakukan di Assen.

Dalam kondisi campuran kering ke hujan, pembalap di belakang diuntungkan,”Posisi belakang, itu lebih mudah (saat kondisi tidak menentu) karena biasanya pembalap di depan sudah menunjukkan kalau lintasannya basah (sebagai indikator kondisi trek, bahkan mungkin crash duluan karena tiba-tiba hujan deras). Itu bagusnya membalap di belakang. Tentu saja harus sedikit menyesuaikan,” kata Dovi.

Andrea Dovizioso: Keuntungan Ketika Kita Membalap di Belakang

“Saya memulai balapan dengan sangat buruk karena saya kehilangan semua posisi di tiga tikungan pertama. Saya harus keluar trek di Tikungan 1 karena semua pembalap ada di sisi dalam bersama saya. Di sirkuit ini sangat sulit untuk menyalip di awal karena ada banyak kebingungan di antara racing line masing-masing,” ujar Dovi.

Dovizioso masih mengeluhkan masalah serupa pada Yamaha M1 di balapan. “Sejak awal musim saya mengalami masalah di awal balapan karena saya tidak bisa menghentikan motor sesuai keinginanku. Saya tidak bisa membalap secara agresif untuk memanfaatkan potensi motor. Di hampir setiap balapan musim ini saya kehilangan 12 detik dalam lima lap. Hanya karena aku terjebak di belakang seseorang. Ini mungkin karena tangki penuh dan dalam kerumunan pembalap. Tapi saya juga tidak bisa menggunakan potensi dengan ban baru di kualifikasi,” imbuh pembalap berusia 36 tahun itu.

Dovi melanjutkan, “Catatan waktu saya di akhir balapan baik-baik saja. Karena ban sudah aus. Saya hanya kehilangan terlalu banyak di depannya. Ketika saya mempunyai jalur yang jelas di depan saya, saya bisa melakukan 1:33.5 atau 1:33.6 menit. Saya bahkan bisa mendapatkan posisi karena saya menyalip Stefan Bradl dan Luca Marini di akhir. Sayangnya kami tidak mencetak poin.”

Dalam balapan dengan kondisi cuaca campuran seperti itu di Assen, apakah pengalaman di MotoGP sebelumnya merupakan keuntungan besar bagi Dovi? “Dalam balapan seperti ini kita bisa gas pol 100 persen. Tidak ada masalah. Namun, kita tidak tahu seperti apa tikungan berikutnya, apakah hujan atau tidak,” jawab Dovizioso.

“Tapi kalau di posisi belakang, itu lebih mudah karena biasanya pembalap di depan sudah menunjukkan kalau lintasannya basah. Itu bagusnya membalap di belakang. Tentu saja harus sedikit menyesuaikan jalur agar tidak harus melibas di atas trotoar lagi, misalnya,” pungkas Dovi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page