Pecco Bagnaia: Saya Ingin Bertarung Sampai Akhir

RiderTua.com – Kemarin saat sesi latihan bebas dan MotoGP.com menayangkan ulang kejadian jatuhnya Pecco Bagnaia saat GP Jerman, dia malah tersenyum melihat cuplikan videonya, seolah menyadari semua itu risiko dan apapun bisa terjadi dalam balapan. Namun untuk seri Belanda ini dia bertekat sampai lap pamungkas, “Saya ingin bertarung sampai akhir (race)”..

Berbeda dengan banyak balapan lain, keausan ban tampaknya tidak menjadi masalah besar di TT Belanda. Para jagoan MotoGP berharap bisa melaju melewati 26 lap dengan aman. “Dalam kasus saya, saya satu-satunya pembalap yang mencapai limit ketika kita melihat balapan saya baru-baru ini (Jerman),” kata Bagnaia dengan nada humor, yang membuktikan dia sudah melupakan insiden gagal finish yang sulit dijelaskan penyebabnya (mirip motor Moto2 yang elektroniknya beda dengan MotoGP)..

Pembalap pabrikan Ducati Pecco Bagnaia senang dengan pole position kesepuluh dalam karir MotoGP-nya. Dalam race Assen dia ingin memanfaatkan posisi startnya dengan lebih baik daripada yang dia lakukan terakhir kali di Sachsenring.

Francesco ‘Pecco’ Bagnaia mengamankan pole position untuk keempat kalinya musim ini. Dengan catatn waktu 1:31.504 dia juga memecahkan ‘all time record’ di Sirkuit TT Assen sepanjang 4,542 km, lay out yang menjadi tato pembalap Italia berusia 25 tahun itu di lengannya. Karena di sinilah dia menang untuk pertama kalinya pada tahun 2016 di Mahindra di Kejuaraan Dunia Moto3.

Francesco Pecco Bagnaia crash
Francesco Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo) terjatuh di awal lap-4 saat keluar dari tikungan-1 di balapan Sachsenring , GP Jerman (19/6)

Di MotoGP pembalap tim resmi Ducati itu meraih kemenangan di Jerez setelah start dari pole. Di Le Mans dan akhir pekan lalu di Sachsenring, bagaimanapun, dia tidak mampu mengubah posisi awal terbaik menjadi kemenangan, karena dia jatuh pada kedua kesempatan (meski salah satunya bukan karena kesalahannya). Ini berkontribusi pada defisit 91 poinnya dari Fabio Quartararo. Setidaknya dia berpeluang mendapat BMW M Award untuk kualifikasi terbaik, Pecco akan memasuki liburan musim panas sebagai pemimpin dengan keunggulan enam poin di klasemen ‘kualifikator’ terbaik.

“Saya sangat senang dengan kualifikasi dan pada akhirnya saya tetap berada di pit karena saya tidak bisa melakukan lebih dari itu.. Di pagi hari saya mengalami kesulitan besar untuk konsisten dan kompetitif. Terima kasih kepada tim, kami melakukan pekerjaan dengan baik dan menemukan cara di FP4 yang banyak membantu saya dengan ban untuk balapan. Dalam ‘time attack’ kami selalu sangat kompetitif. Saya senang, tetapi lebih banyak tentang langkah maju yang telah kami buat,” tegas pembalap bintang Ducati itu.

Di FP4, Bagnaia berada di urutan kedua di belakang pemenang tahun lalu Quartararo. “Fabio selalu sangat kompetitif di trek ini “Saya ingin bertarung dengannya, tapi sampai akhir balapan, tidak hanya di dua lap pertama. Tetapi pembalap lain juga melakukan pekerjaan yang bagus hari ini, seperti Aleix Espargaró dan Jorge Martin. Saya pikir lebih sulit untuk membuka celah di awal balapan di trek ini. Tapi kami telah menunjukkan bahwa kami bisa sangat kompetitif di paruh pertama dan begitu juga Fabio,” kata pria Italia itu.

“Di FP4 kami melaju dalam satu putaran tercepat, itu hanya mungkin dalam dua atau tiga balapan, misalnya di Misano. Di sini, di Assen, tingkat cengkeraman sangat tinggi dan keausannya sangat rendah, sehingga kita dapat mempush dan membiarkan ban belakang meluncur. Balapan ini lebih sulit karena kita tidak pernah diizinkan untuk bersantai. Ini adalah jenis balapan yang berbeda, tapi saya suka memacu dan tidak pernah menyerah,” pungkasnya..

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page