Honda Lebih Butuh Mir, Daripada Mir yang Butuh Honda (Daftar Dosa Alberto Puig)

RiderTua.com – Sepertinya Honda tidak akan memperpanjang kerjasama dengan Pol Espargaro. Dan kandidat kuatnya hanyalah Joan Mir, yang sedang mencari pabrikan baru setelah Suzuki menyatakan mundur dari MotoGP akhir musim ini. Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig tidak boleh melakukan kesalahan lagi dalam memilih pembalap yang akan duduk bersama Marc Marquez untuk tahun 2023.

Alberto Puig melakukan kesalahan karena tidak ingin mempertahankan Dani Pedrosa sebagai test rider di Honda. Alasan Puig adalah postur tubuhnya tidak ideal untuk mengembangkan motor. Namun, KTM berhasil menggunakan kepintaran dan keahliannya secara intensif untuk meraih beberapa kemenangan. Dan berikut daftar kesalahan Alberto Puig lainnya…

Honda Sangat Membutuhan Pembalap Seperti Joan Mir

Puig salah ketika punya kesempatan untuk mengontrak Mir atau Jorge Martin, namun keduanya malah diabaikan dan akhirnya bergabung dengan pabrikan lain dan moncer disana.

Tak hanya itu, Puig juga melakukan kesalahan dengan mengontrak Jorge Lorenzo meski gaya balapnya sama sekali tidak cocok dengan Honda. Saat itu Puig berpikir, rider asal Spanyol itu bisa beradaptasi dengan RC213V.

Kemudian Puig memilih Alex Marquez untuk tahun 2020. Waktu itu manajer asal Spanyol itu berkata, “Dia adalah pilihan terbaik”. Namun sebelum musim 2021 dimulai, dia sudah mencari Pol Espargaro sebagai pengganti, karena gaya balapnya dianggapnya sangat mirip dengan Marc. Kesalahan yang mencolok adalah, karena Marc mengendalikan motor dengan roda depan, sedangkan Pol Espargaro dengan roda belakang. Sungguh bertolak belakang bukan?

Puig juga salah besar ketika membiarkan Marc balapan lagi 4 hari pasca operasi. Pada saat itu dia menekankan, “Kita tidak bisa mengatakan tidak kepada pembalap yang benar-benar ingin membalap.” Karena Puig mencoba bertaruh¬†selama seminggu, tapi malah kehilangan 3 tahun.

Setelah begitu banyak mengeluarkan keputusan yang salah, apakah merekrut Joan Mir sebagai pengganti Pol Espargaro adalah keputusan yang benar?

Keuntungan Honda Memiliki Joan Mir

Bersama Marc Marquez dan Fabio Quartararo, Joan Mir adalah satu-satunya Juara Dunia di MotoGP saat ini. Dia berhasil memenangkan gelar bersama Suzuki, sesuatu yang sangat langka.

Kini di usia 25 tahun, Mir masih memiliki masa depan yang panjang dan menjanjikan di depannya. Dia juga memiliki pengalaman bertarung memperebutkan gelar sebelumnya, yakni pada 2017 di kelas Moto3 dan 2020 di kelas utama. Honda bisa tahu, bagaimana dia menghadapi tekanan.

Selain itu Mir sangat sedikit membuat kesalahan. Dia salah satu pembalap paling konsisten di lintasan. Honda membutuhkan seseorang untuk membawa motornya kembali ke pit setiap balapan. Umpan balik yang baik adalah kerangka dasar untuk pengembangan motor. Logikanya, informasi terpenting bagi para insinyur adalah dalam balapan.

Dalam latihan menjelang balapan, dia bekerja sangat baik. Dia sangat konsisten dalam menyelesaikan putarannya. Karakteristik ideal untuk para teknisi, karena memungkinkan mereka untuk membandingkan dengan tepat bagaimana motor berperilaku setelah ada perubahan kecil.

Mir sangat cepat. Dia punya kecepatan yang diperlukan. Dan sangat penting, Mir sangat kuat dalam mengerem. Gaya balapnya berbeda dari Marc Marquez. Tapi saat mengerem dan membelokkan motor, keduanya sangat mirip. Untuk pertama kalinya, Marc akan memiliki rekan setim yang akan melanjutkan pengembangan rem dengan cara yang sama.

Singkatnya, dengan Joan Mir, Honda memiliki jaminan pembalapi yang akan selalu berada di grup terdepan, bertarung dengan yang sangat baik dan menyelesaikan balapan. Inilah beberapa poin penting yang sangat dibutuhkan Honda. Apakah ada kandidat yang lebih baik dari Mir? (Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..! see: terms-of-service-Copyright)

Related Articles

5 COMMENTS

  1. Kalo gw jd puig gw bakalan pake segala cara buat rebut pecco bagnaia dari ducati, tp sayangnya puig alergi sama pembalap italy

  2. Paling hasilnya melempem lagi, Mir biasa balap pakai mesin inline 4 punya Suzuki, pindah ke V4 Honda ya bakalan susah adaptasi…terutama utk sirkuit byk tikungan

  3. Masih lebih baik Jorge martin dari pada Joan mir..karena gaya balap Martin yang hampir sama dengan Marc yang agresive

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page